Sepakbola

Undian Liga Champions 2026/27: Mourinho, Emery, dan Deretan Reuni Dramatis di Musim Baru

Ringkasan

  • Undian fase liga Liga Champions 2026/27 di Monako menghadirkan 36 tim dalam format baru serta sejumlah reuni emosional melibatkan pelatih dan pemain mantan klub.

Undian fase liga Liga Champions musim 2026/27 yang digelar di Grimaldi Forum, Monako, Kamis (27/8/2026) malam WIB, resmi membuka babak baru kompetisi klub paling bergengsi di Eropa. UEFA menerapkan format segar dengan 36 tim bersaing dalam satu klasemen besar, dibagi ke empat pot berbasis koefisien. Di balik susunan angka dan bola undian, narasi paling menarik justru hadir dari faktor manusia: sejumlah nama besar akan menghadapi masa lalu mereka di musim depan.

Jose Mourinho, yang kini mengarah Real Madrid, akan bertemu dua klub yang pernah ia bawa ke puncak kejayaan. The Special One menjajah San Siro dengan Inter Milan musim 2008-2010, meraih treble historis, sebelum bergabung dengan AS Roma dan membawa Giallorossi memenangkan Conference League 2022. Kini ia harus mengalahkan keduanya untuk memimpin Los Blancos ke gelar ke-16.

Tak kalah dramatik, Unai Emery akan menemanikan Aston Villa bertemu Paris Saint-Germain. Manajer Spanyol itu pernah menguasai kandang Parc des Princes dua musim (2016-2018), meraih tiga gelar Ligue 1 namun gagal menembus tembok perempat final Champions. Kini ia berusaha membangun proyek baru di Birmingham, dan laga lawan mantan klubnya jadi ujian karakter pertama.

Di sisi pemain, Ferran Torres menghadapi situasi unik. Bek sayap PSG itu dibesarkan di La Masia Barcelona sebelum hijrah ke Manchester City, lalu kembali ke Camp Nou, dan kini memperkuat barisan serangan Luis Enrique di Prancis. Ia akan bersua dengan dua eks klub sekaligus — Barcelona dan City — dalam satu fase liga.

Rodri, yang musim lalu masih jadi tulang punggung Manchester City di bawah Pep Guardiola, kini berseragam Barcelona. Pivot Spanyol itu harus menguasai midfield Blaugrana sambil menahan gelora lawan lawan mantan rekan sepermainannya di Etihad Stadium. Pertemuan ini menambah bumbu rivalitas taktis antara dua filosofi sepak bola yang kontras.

Kevin De Bruyne, legenda City yang baru saja pamit ke Napoli, dijadwalkan kembali ke Manchester berpenampilan lawan. Belian playmaker Belgium itu menghabiskan sembilan musim di Inggris Utara, mencatat 102 assist di Premier League — angka tertinggi kedua sepanjang sejarah. Kembalinya sebagai musuh pasti menuai sambutan hangat sekaligus tekanan psikologis.

Curtis Jones, produk akademi Liverpool yang kini mempertahankan bendera Inter Milan, akan beraksi di Anfield sebagai lawan. Gelandang 24 tahun itu tumbuh di sistem Jürgen Klopp sebelum memutuskan mencari tantangan baru di Serie A. Laga ini menjadi momen validasi karir internasionalnya.

Cesc Fabregas, ikon Barcelona dan Arsenal yang kini melatih Como 1907, harus menghadapi klub tempat ia debut profesional. Manajer muda ini membangun identitas permainan berbasis posse di tim promosi Serie A, dan laga lawan Blaugrana jadi batu loncatan reputasi proyeknya.

Olivier Giroud, penyerang veteran yang kini memperkuat Lille, akan bersua Arsenal — klub tempat ia mencetak 105 gol dalam enam musim. Prancis itu meninggalkan London Utara pada 2018 menuju Chelsea, lalu AC Milan, sebelum pulang ke Ligue 1. Di usia 39 tahun, laga ini mungkin jadi penampilan terakhirnya di panggung Champions.

Format baru 36 tim berarti setiap klub main delapan laga (empat kandang, empat tandang) melawan lawan dari pot berbeda. Poin langsung menentukan 24 tim lolos ke babak knockout: delapan besar otomatis ke 16 besar, sisanya main play-off. Kepadatan jadwal ini menuntut kedalaman skuad dan manajemen rotasi cerdas dari setiap pelatih.

Bagi penonton Indonesia, musim ini menawarkan narasi tambahan: pertemuan taktis antara pelatih-pelatih yang pernah jadi idola di layar televisi lokal. Mourinho, Emery, Guardiola (meski tidak reuni), dan Ancelotti — semuanya punya basis penggemar solid di Nusantara. Tayangan langsung di platform streaming dan TV berbayar akan memacu percakapan di media sosial setiap pekan pertandingan.

Ke depan, fokus bergeser ke jadwal lengkap yang akan dirilis UEFA pekan depan. Susunan lawan tiap matchday akan menentukan apakah reuni-reuni itu terjadi di babak awal — momen emosional — atau di akhir fase liga saat poin jadi matters of life and death. Satu hal pasti: Liga Champions 2026/27 sudah punya cerita sebelum bola berguling.

Mengapa Ini Penting

Artikel ini penting karena Liga Champions 2026/27 hadir dengan format revolusioner 36 tim yang mengubah dinamika kompetisi dan narasi musim. Reuni-reuni Mourinho, Emery, dan pemain-pemain kunci menciptakan storylines yang akan mendominasi percakapan sepak bola global — termasuk di Indonesia yang memiliki basis penggemar Eropa terbesar di Asia Tenggara. Format fase liga single-table juga berarti setiap matchday punya bobot poin yang sama, menghilangkan konsep 'grup mudah/sulit' dan memaksa konsistensi 36 tim selama delapan putaran. Bagi industri media dan sponsor lokal, ini berarti konten premium yang lebih padat dan unpredictable, serta peluang aktivasi brand di sekitar momen-momen emosional reuni mantan klub.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
28 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit