Garuda Muda di bawah asuhan David Nascimento menutup rangkaian uji coba internasional dengan catatan satu kemenangan dan satu hasil imbang. Laga pertama pada Senin (24/8) berakhir dramatik dengan skor 6-4 untuk Indonesia, sementara pertemuan kedua berlangsung lebih tertutup dan berakhir 1-1. Kedua pertandingan digelar di Stadion Pakansari tanpa penonton dan tak disiarkan langsung.
Ketidakjelasan soal pencetak gol di laga kedua justru menimbulkan tanda tanya. Laman resmi PSSI dan akun media sosial Timnas Indonesia tidak mengunggah hasil maupun susunan pemain. Informasi soal skor imbang justru bermunculan dari akun-akun komunitas sepak bola di Instagram. CNN Indonesia mengonfirmasi ke PSSI namun belum mendapat jawaban hingga artikel diterbitkan.
Kebisingan di media sosial justru mengungkap pola komunikasi PSSI yang masih kaku soal informasi tim pengembangan. Berbeda dengan tim senior yang kini rutin mempublikasikan laporan laga uji coba, kategori U-17 justru diterangi minim. Hal ini menyulitkan jurnalis dan juga mengurangi ruang apresiasi bagi pemain muda yang berjuang di lapangan.
Secara substansi, dua laga lawan Uzbekistan — tim yang rutin hadir di panggung Asia dan Piala Dunia U-17 — menjadi batu uji berkualitas. Kemenangan 6-4 di laga pertama menunjukkan daya ledak ofensif, meski sisi defensif masih bocor. Imbang 1-1 di laga kedua mengindikasikan Nascimento mulai mencoba variasi taktis dan rotasi pemain, hal wajar dalam tahap penyusunan tim.
Persiapan kali ini kontras tajam dengan musibah AFF U-16 2026. Saat itu Kurniawan Dwi Yulianto ditunjuk pelatih kepala hanya berhari-hari sebelum turnamen. Tanpa sistem, tanpa waktu latihan, Indonesia tumbang di fase grup. Kegagalan itu berlanjut ke Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi, di mana Garuda Muda gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2026.
Kini, dengan Nascimento yang sudah menguasai tim sejak awal tahun, program persiapan berjalan terstruktur. Pelatih asal Brasil itu membawa filosofi bermain berbasis posse dan transisi cepat, serta memperketat disiplin taktis. Pemain-pemain seperti Evan Demas, Zaidan Arrafi, dan Reyhan Fadhil sudah terbiasa dengan sistemnya jauh sebelum kualifikasi dimulai.
Hasil undian Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang digelar Kamis (27/8) menempatkan Indonesia di Grup A bersama tuan rumah Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja. Formatnya: hanya juara grup dan empat runner-up terbaik yang lolos ke putaran final di Arab Saudi 2027. Laga akan berlangsung 8–20 November 2026 di Myanmar.
Secara kertas, Indonesia adalah favorit grup. Ranking FIFA dan jejak historis menempatkan Garuda Muda di atas Afghanistan, Filipina, dan Kamboja. Myanmar sebagai tuan rumah jadi tantangan terbesar, apalagi bermain di hadapan penonton sendiri. Namun, dengan preparasi enam bulan tersisa, Indonesia punya waktu cukup untuk menyesuaikan kondisi fisik dan iklim.
Nascimento diharapkan tak hanya mengandalkan bakat individu, tapi membangun tim yang kompak secara kolektif. Dua laga lawan Uzbekistan membuktikan dia berani bereksperimen — memasang formasi 4-3-3 yang berubah jadi 4-4-2 saat bertahan, serta mencoba tiga penjaga gawang berbeda. Fleksibilitas ini akan krusial di Myanmar nanti.
Tantangan tersendiri hadir dari kalender padat. Beberapa pemain inti U-17 juga tergabung di tim klub Liga 1 yang sedang berlangsung. Koordinasi antara PSSI, klub, dan pelatih timnas jadi kunci agar beban fisik terjaga dan risiko cedera diminimalkan. Pengalaman buruk soal manajemen beban pemain di era sebelumnya harus jadi pelajaran.
Jika Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2027, itu akan jadi tonggak penting: pertama kali sejak 2018 timnas kategori ini hadir di panggung besar Asia. Lebih dari itu, ini jadi bukti apakah regenerasi di bawah era Erick Thohir dan struktur pengembangan PSSI baru benar-benar berjalan, atau hanya proyek musiman.
Dua uji coba lawan Uzbekistan bukan penentu akhir, tapi indikator awal. Hasil 6-4 dan 1-1 menunjukkan tim punya karakter dan kapasitas bersaing. Tugas Nascimento dan stafnya empat bulan depan: mengubah potensi jadi poin, dan poin jadi tiket ke Arab Saudi. Garuda Muda sudah siap terbang — yang tersisa adalah memastikan arah terbangannya tepat sasaran.