Kolom Olahraga

Ketika Legenda Pergi dan Superkomputer Bernyanyi

Kematian Tjetjep Firmansyah dan ramalan Opta untuk Arsenal mengingatkan kita: olahraga bukan soal probabilitas, tapi soal narasi yang ditulis keringat, bukan algoritma.

15 Agustus 2026 1 mnt Redaksi
Ketika Legenda Pergi dan Superkomputer Bernyanyi

Stadion dan Jiwa yang Retak

Di balik sorai dan sorak, atlet adalah manusia yang rapuh. Tekanan tak terduga semakin mengikis batas antara ambisi dan luka.

13 Agustus 2026 4 mnt Redaksi
Stadion dan Jiwa yang Retak

Wasit: Antara Integritas dan Intervensi Teknologi

Krisis ganda dalam dunia wasit sepak bola modern: skandal integritas kuno berbenturan dengan dilema teknologi berlebihan, menciptakan paradoks otoritas yang mengancam esensi olahraga.

11 Agustus 2026 4 mnt Redaksi
Wasit: Antara Integritas dan Intervensi Teknologi

Meremehkan Piala AFF, Mentalitas Kecil Sepak Bola Indonesia

Sindiran Justin Hubner atas Piala AFF menunjukkan mentalitas rapuh sepak bola Indonesia: lebih mudah merendahkan turnamen daripada mengakui kekurangan. Padahal, menghargai setiap kompetisi adalah kunci membangun kejayaan.

7 Agustus 2026 6 mnt Redaksi
Meremehkan Piala AFF, Mentalitas Kecil Sepak Bola Indonesia

Menjual Mimpi, Mengkhianati Atlet: Krisis Tata Kelola Olahraga Kita

Di balik euforia penunjukan Nova Widianto dan final Piala Presiden, tersembunyi krisis tata kelola olahraga yang menomorsatukan kepentingan di atas kesejahteraan atlet. Sudah saatnya kita berhenti menjual mimpi dan mulai membangun sistem.

5 Agustus 2026 7 mnt Redaksi
Menjual Mimpi, Mengkhianati Atlet: Krisis Tata Kelola Olahraga Kita