Sophie Ecclestone resmi mencatatkan namanya sebagai pengambil wicket terbanyak Inggris sepanjang masa di semua format setelah ia memborong tiga wicket pada hari pertama satu-satunya Test putri melawan India di Lord's, Rabu (14/12). Pencapaian tersebut menjadi titik balik kebangkitan Inggris yang sempat tertekan setelah memilih bowl terlebih dahulu di bawah terik matahari London.
Ecclestone menuntaskan innings India dengan angka 3-68, melampaui rekor Katherine Sciver-Brunt yang sebelumnya memegang 335 wicket internasional. Kini pemain spin kiri itu mengoleksi 338 wicket, menegaskan statusnya sebagai salah satu bowler paling dominan di kriket putri. Ia mendapat dukungan dari debutan Mady Villiers (2-79) yang sukses memecah kemitraan kunci India.
India sempat berada di posisi nyaman 190-3 berkat penampilan gemilang Smriti Mandhana (83) serta Harmanpreet Kaur (58) dan Deepti Sharma (50+). Mandhana tampil agresif dengan drive elegan, namun Inggris bangkit setelah istirahat makan siang. Amy Jones menangkap tangkapan brilian di belakang wicket untuk mengirim Mandhana pulang, menjadi awal keruntuhan India yang kehilangan 7 wicket terakhir hanya dalam 95 run.
Bowling Inggris sempat terlihat tumpul dan lelah setelah tampil di final T20 World Cup di venue yang sama lima hari sebelumnya. Lauren Bell, Lauren Filer, dan Issy Wong kesulitan menjaga konsistensi garis dan panjang bola. Namun keputusan Nat Sciver-Brutt untuk memainkan Villiers di sesi kedua terbukti jitu. Villiers memecah pertahanan Harmanpreet dengan bola yang memutar mengenai middle stump, sebuah momentum yang mengubah arah pertandingan.
Ecclestone kemudian mengambil alih panggung. Ia menjebak Sayali Satghare lbw, menyusul Sneh Rana, dan akhirnya menyingkirkan Deepti yang memukul bola ke tangan Heather Knight. Dengan tiga wicket dalam enam bola, Ecclestone menggenapi rekor bersejarahnya di hadapan hampir 11.000 penonton yang berdiri memberi penghormatan.
Sayangnya bagi Inggris, momen emosional juga datang dari kepergian Tammy Beaumont yang menjalani Test internasional terakhirnya. Ia hanya mampu mencetak 2 run sebelum terkena swing Kranti Gaud. Maia Bouchier (17*) menunjukkan ketenangan dengan bertahan hingga akhir hari, ditemani Knight (1*). Inggris menutup hari dengan skor 21-1, tertinggal 264 run.
Kondisi pitch yang mulai mendukung spinner dan prediksi cuaca panas selama tiga hari ke depan akan menjadi tantangan besar bagi kedua tim. Inggris harus membangun kemitraan solid di sesi pagi hari kedua jika ingin menekan India. Sementara India memiliki opsi spin kuat melalui Deepti, Sree Charani, dan Sneh Rana yang siap mengeksploitasi belokan.
Pertandingan ini bukan sekadar ajang penentuan pemenang, tetapi juga simbol kebangkitan kriket putri Inggris setelah pukulan telak di final T20 World Cup. Rekor Ecclestone menjadi inspirasi, sementara debut Villiers membuktikan bahwa regenerasi tim berjalan positif. Lord's, yang baru pertama kali menjadi tuan rumah Test putri, menyaksikan pertarungan sengit yang masih belum menentukan pemenang.