Olahraga

Putri Tangsel gagal ke semifinal HSL All-Stars meski sudah maksimal

Putri Tangsel gagal ke semifinal HSL All-Stars meski sudah maksimal

Ringkasan

  • Putri Tangsel gagal melaju ke semifinal HSL All-Stars setelah bermain imbang 1–1 melawan Arema FC Women.
  • Meski kehilangan sejumlah pemain inti dan dalam kondisi tidak prima, semangat juang tim asuhan Saronih patut diacungi jempol.

Kudus (ANTARA) – Tim Putri Tangsel City harus menerima kenyataan tersingkir dari babak semifinal Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 meskipun telah memberikan performa terbaik. Pada laga pamungkas Grup B kategori U18 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/7), tim asuhan Saronih hanya mampu bermain imbang 1–1 melawan Arema FC Women.

Pelatih Saronih mengapresiasi usaha keras anak asuhnya. Menurut dia, timnya datang ke Kudus tanpa beberapa pemain inti karena kesalahan dalam memahami regulasi turnamen. Selain itu, kondisi fisik sejumlah pemain juga tidak optimal sehingga tim harus berjuang lebih keras.

"Mereka (pemain) menampilkan yang terbaik walaupun kondisi tim hanya 70 persen, mental bertandingnya seribu persen bagi saya," kata Saronih dalam konferensi pers seusai pertandingan. Ia menilai bahwa secara keseluruhan performa tim meningkat setelah jedak babak pertama. Putri Tangsel mampu menciptakan lebih banyak peluang dan membuat jalannya pertandingan lebih terbuka dan menarik.

Dalam pertandingan yang berlangsung dalam dua babak 35 menit tersebut, Arema FC Women lebih dulu unggul melalui gol Oktavia Safara Putri pada menit ke-66. Tim Putri Tangsel City merespons dengan gol penyeimbang yang dicetak Savaira Rizqin pada menit ke-72. Skor 1–1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bek Putri Tangsel City, Debby Alvani Zanaya, mengaku pengalaman ini menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas permainan pada masa depan. "Saya tentu ingin meningkatkan cara bermain agar lebih bagus, baik dari teknik, fisik, maupun mental, jadi target ke depan ya bisa menembus timnas, baik yang kelompok umur U20 maupun senior," ujarnya.

Klasemen akhir Grup B dihiasi Arema FC Women sebagai juara dengan perolehan tujuh poin dari tiga pertandingan. Putri Tangsel City menempati posisi ketiga dengan empat poin, sementara Akademi Persib Bandung sebagai runner‑up mengumpulkan enam poin. Samba Persada Women berada di dasar klasemen tanpa poin setelah menelan tiga kekalahan.

Pada babak semifinal, Arema FC Women akan berhadapan dengan Putri Garut (runner‑up Grup A), sedangkan Akademi Persib Bandung menghadapi Putri JP Jakarta (juara Grup A). Seluruh pertandingan semifinal akan diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus, pada Sabtu (12/7) mendatang.

Kegagalan ini tidak mengurangi arti penting turnamen bagi perkembangan sepak bola wanita di Indonesia. HSL All-Stars menjadi wadah kompetisi yang mempertemukan klub‑klub muda dan membantu para pemain menemukan jalur menuju tim nasional. Ke depannya, diharapkan regulasi turnamen dapat lebih jelas agar tidak ada lagi kesalahan dalam komposisi pemain, serta dukungan infrastruktur dan fasilitas pelatihan dapat ditingkatkan untuk memajukan prestasi sepak bola wanita nasional.

Mengapa Ini Penting

Kekalahan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sepak bola wanita Indonesia dalam hal regulasi turnamen yang jelas, ketersediaan pemain, dan infrastruktur pendukung. Turnamen seperti HSL All-Stars berperan penting dalam memetakan bakat-bakat muda dan menjadi jembatan bagi pemain untuk mencapai tim nasional. Bagi industri olahraga dan teknologi di Indonesia, peristiwa ini menyoroti perlunya platform digital yang dapat membantu klub mengelola regulasi, pemantauan kondisi pemain, dan menyiarkan pertandingan secara lebih luas untuk meningkatkan visibilitas dan dukungan bagi atlet wanita.

Sumber Asli
ANTARA
Tanggal
10 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →