Pelatih baru tim nasional Portugal, Jorge Jesus, secara resmi menyatakan bahwa Cristiano Ronaldo masih memiliki tempat di skuad utama jika ia menginginkannya. Dalam konferensi pers perkenalannya, Jesus menegaskan bahwa ia akan terus memanggil pemain berusia 41 tahun tersebut selama kondisi fisik dan performanya mendukung. "Selama dia bermain dan dalam kondisi untuk dipilih, saya akan memanggilnya, dalam batasan tertentu dan kondisi yang saya anggap terbaik untuk tim nasional," ujar Jesus pada Jumat (10/7/2026).
Pernyataan ini muncul setelah kekalahan Portugal di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dari Spanyol, yang memicu spekulasi bahwa Ronaldo mungkin telah mengakhiri karier internasionalnya. Ronaldo sendiri mengakui bahwa turnamen tersebut kemungkinan besar menjadi Piala Dunia terakhirnya, namun ia belum membuat keputusan final mengenai masa depannya bersama Selecao.
Jesus, yang sebelumnya menangani Ronaldo di Al-Nassr, mengaku belum berbicara langsung dengan sang megabintang. Meski demikian, ia optimis bahwa Ronaldo tidak akan menjadi hambatan bagi tim. "Saya belum berbicara dengan Cris… Cris tidak akan pernah menjadi masalah bagi tim nasional. Bukan bagi tim nasional, juga bagi saya," tegas pelatih berusia 71 tahun itu.
Pelatih asal Portugal ini menyebut Ronaldo sebagai simbol sepak bola Portugal yang akan selalu dicatat dalam sejarah. "Cris adalah simbol sepak bola Portugal. Cris adalah simbol tim nasional… itu akan selamanya tercatat dalam buku sejarah," tambah Jesus dengan penuh penghormatan.
Jesus juga mengungkapkan bahwa selama bekerja sama di Al-Nassr, Ronaldo pernah menyatakan keinginannya untuk mengakhiri karier di klub Arab Saudi tersebut. "Saya tahu dia ingin terus bermain di Al-Nassr, karena, seperti yang Anda tahu, saya menghabiskan satu tahun bersamanya. Dia selalu memberi tahu saya, 'Saya akan mengakhiri karier saya di Al-Nassr,'" kenang Jesus.
Keputusan untuk mempertahankan Ronaldo menunjukkan strategi Jesus dalam membangun tim. Dengan kontraknya yang berlangsung hingga setelah Piala Dunia 2030, Jesus memiliki waktu panjang untuk mengintegrasikan pemain muda tanpa harus kehilangan kontribusi pemain senior. Ronaldo, dengan pengalaman dan kepemimpinannya, dianggap masih bisa menjadi aset penting, terutama dalam kualifikasi dan turnamen besar.
Di sisi lain, langkah ini juga menimbulkan diskusi tentang regenerasi tim. Portugal memiliki generasi emas pemain muda seperti Joao Felix dan Rafael Leao yang siap mengambil alih. Jesus tampaknya ingin menyeimbangkan antara mempertahankan ikon sepak bola dan memberikan ruang bagi talenta baru.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, berita ini sangat dinantikan mengingat popularitas Ronaldo yang melampaui batas negara. Kepastian akan masa depannya di tim nasional Portugal akan memengaruhi antusiasme dalam mengikuti perkembangan sepak bola internasional, terutama menjelang Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Portugal, Spanyol, dan Maroko.
Dengan pernyataan ini, Ronaldo diberikan keleluasaan untuk menentukan langkah selanjutnya. Apakah ia akan menerima tantangan untuk terus bermain di level internasional atau memilih fokus penuh pada klub, keputusan ada di tangannya. Jesus, setidaknya, telah membuka pintu selebar-lebarnya.