Perjalanan luar biasa Unai Simon di bawah mistar gawang tim nasional Spanyol akhirnya menemui titik henti. Dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Sabtu (11/7), kiper Athletic Bilbao tersebut harus memungut bola dari gawangnya setelah sundulan Charles De Ketelaere menembus pertahanan La Furia Roja. Gol tersebut tidak hanya mengubah papan skor, tetapi juga menjadi akhir dari catatan impresif Simon yang sempat menjaga gawangnya tetap perawan selama 649 menit di ajang Piala Dunia.
Spanyol sendiri berhasil mengamankan tiket ke semifinal setelah mengalahkan Belgia dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini menegaskan dominasi Spanyol di turnamen tahun ini, sekaligus membuktikan bahwa sistem pertahanan yang dibangun oleh Luis de la Fuente sangat kokoh. Meski kebobolan, kontribusi Simon sepanjang turnamen tetap menjadi fondasi utama bagi keberhasilan Spanyol melangkah jauh hingga babak empat besar.
Sebelum insiden gol De Ketelaere, Unai Simon memegang rekor sebagai kiper dengan durasi clean sheet terlama dalam sejarah Piala Dunia. Catatan 609 menit yang ia miliki sebelum laga ini melampaui berbagai rekor kiper legendaris lainnya. Terakhir kali Simon merasakan pahitnya kebobolan di panggung Piala Dunia adalah pada edisi 2022, tepatnya saat gelandang Jepang, Ao Tanaka, mencetak gol dalam fase grup yang dramatis.
Situasi ini memberikan konteks menarik mengenai kepercayaan pelatih Luis de la Fuente. Sebelum turnamen dimulai, banyak pihak mempertanyakan keputusan sang pelatih yang lebih memilih Simon dibandingkan dua kiper kelas dunia lainnya, yakni David Raya dari Arsenal dan Joan Garcia dari Barcelona. Kedua kiper tersebut memiliki performa mentereng di liga domestik, namun De la Fuente tetap teguh pada pendiriannya untuk mempertahankan Simon sebagai pilihan utama.
Keputusan untuk terus mempercayai Simon ternyata bukan tanpa alasan. Sang kiper telah membuktikan kemampuannya dalam menjaga ketenangan di bawah tekanan tinggi, termasuk saat membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 dengan mengalahkan Inggris di partai final. Kepercayaan ini membayar lunas keraguan publik, di mana Simon mampu menjadi dirigen pertahanan Spanyol yang sangat disiplin sepanjang turnamen 2026 ini berlangsung.
Gol dari De Ketelaere yang memanfaatkan umpan silang akurat Timothy Castagne memang menjadi noda kecil dalam catatan statistik Simon. Namun, dalam sepak bola modern, kemampuan seorang kiper tidak hanya diukur dari catatan clean sheet, melainkan juga bagaimana ia bangkit setelah kebobolan. Simon menunjukkan mentalitas juara dengan tetap fokus menjaga keunggulan Spanyol hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Belgia, gol tersebut merupakan bukti bahwa mereka mampu menembus pertahanan yang dianggap terbaik di dunia saat ini. Meski akhirnya harus tersingkir, permainan The Red Devils memberikan perlawanan sengit yang membuat laga ini layak disebut sebagai salah satu pertandingan terbaik di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Keberhasilan Spanyol lolos ke semifinal mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi juara. Dengan kombinasi taktik Luis de la Fuente yang matang dan ketangguhan mental para pemainnya, La Furia Roja kini menatap babak selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi, meskipun rekor individu kiper mereka harus terhenti di angka 649 menit.