Pertarungan sengit akan tersaji di babak perempat final Piala Dunia 2026 saat Inggris berhadapan dengan Norwegia di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7) dini hari WIB. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang adu taktik antarnegara, tetapi juga panggung bagi duel fisik antara dua pemain dengan postur raksasa: Erling Haaland dari Norwegia dan bek Inggris, Dan Burn.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, dikabarkan telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam ketajaman Haaland. Dan Burn, bek Newcastle United yang memiliki tinggi badan mencapai 2,1 meter, diproyeksikan menjadi kunci utama dalam skema pertahanan The Three Lions. Keputusan Tuchel ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengimbangi fisik Haaland yang dikenal sebagai predator kotak penalti paling mematikan di dunia saat ini.
Sejak era kepelatihan Tuchel, Burn telah menjadi bagian integral dari skema pertahanan Inggris. Meskipun usianya sudah menginjak 34 tahun, kematangan dan pengalamannya di kancah Liga Inggris dianggap sebagai aset berharga. Kepercayaan Tuchel terbayar saat Burn tampil solid dalam empat pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk peran krusialnya saat Inggris menyingkirkan Meksiko di babak 16 besar.
Dalam kemenangan 3-2 atas Meksiko, Burn tercatat melakukan enam clearance penting setelah masuk sebagai pemain pengganti. Statistik ini menunjukkan bahwa meski tidak selalu menjadi starter, Burn memiliki kemampuan adaptasi tinggi dalam situasi genting. Posturnya yang lebih tinggi enam sentimeter dibandingkan Haaland memberikan keuntungan tersendiri dalam duel udara dan adu fisik satu lawan satu.
Menariknya, rekam jejak pertemuan antara Burn dan Haaland memberikan optimisme bagi pendukung Inggris. Sepanjang musim 2025/2026 bersama Newcastle United, Burn telah berhadapan dengan Haaland dalam lima kesempatan di berbagai kompetisi. Hasilnya cukup mencengangkan: Haaland gagal mencetak satu gol pun dalam lima pertemuan tersebut saat berhadapan langsung dengan Burn.
Catatan tersebut menegaskan bahwa Burn memiliki 'resep' untuk membatasi ruang gerak sang bomber Manchester City. Haaland yang di turnamen ini telah membukukan tujuh gol dalam lima laga, tentu akan menghadapi tantangan terberatnya. Burn bukan sekadar bek, melainkan 'ajimat' yang mampu merusak ritme permainan Haaland dengan penempatan posisi dan keunggulan fisik yang dominan.
Secara taktis, duel ini mencerminkan evolusi sepak bola modern di mana pertahanan fisik menjadi penentu keberhasilan tim besar. Tuchel memahami bahwa mengandalkan kecepatan saja tidak cukup untuk menghentikan Haaland; dibutuhkan sosok yang mampu menandingi postur raksasanya secara proporsional. Strategi ini menjadi pertaruhan besar bagi Tuchel di level tertinggi Piala Dunia.
Bagi para pengamat, pertandingan ini akan menjadi penentu apakah Haaland mampu melewati tembok pertahanan yang selama ini menjadi momok baginya. Jika Inggris berhasil meredam Haaland, maka peluang The Three Lions untuk melaju ke babak semifinal akan terbuka lebar. Pertandingan di Miami ini pun diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi, mengingat kedua tim memiliki ambisi besar untuk meraih trofi paling bergengsi di dunia.