Olahraga

Perkuat Lini Depan, Persita Tangerang Resmi Rekrut Alexandre Ramalingom

Perkuat Lini Depan, Persita Tangerang Resmi Rekrut Alexandre Ramalingom

Ringkasan

  • Persita Tangerang resmi mendatangkan penyerang Timnas Madagaskar, Alexandre Ramalingom, untuk memperkuat lini depan pada musim kompetisi 2026/2027.

Persita Tangerang secara resmi mengumumkan rekrutan asing pertama mereka untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027 dengan mendatangkan penyerang berpengalaman, Alexandre Ramalingom. Pemain berkebangsaan Madagaskar ini diikat dengan kontrak berdurasi satu tahun dan akan mengenakan nomor punggung 90 sebagai identitas barunya di lapangan hijau.

Kedatangan Ramalingom menjadi sinyal serius dari manajemen Pendekar Cisadane dalam merombak skuat untuk meraih prestasi yang lebih baik. Pemain berusia 33 tahun ini didatangkan dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama klub Liga Azerbaijan, FK Sumqayit, berakhir pada 1 Juli 2026. Keputusan ini menandai langkah strategis Persita dalam memanfaatkan bursa transfer untuk mendapatkan pemain berkualitas dengan biaya efisien.

Dalam pernyataan resminya, Ramalingom menyampaikan antusiasme yang tinggi untuk segera beradaptasi dengan iklim sepak bola Indonesia. Ia mengaku telah melakukan riset mendalam mengenai kualitas kompetisi di tanah air dan sangat menantikan kolaborasi dengan staf pelatih serta rekan setimnya. Dukungan dari Persita Fans juga menjadi motivasi utama baginya untuk memberikan kontribusi maksimal sepanjang musim.

Manajer Persita Tangerang, Abdurahman, menegaskan bahwa perekrutan ini bukanlah langkah spekulatif. Pihak manajemen telah memantau profil dan atribut teknis Ramalingom dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurutnya, kemampuan taktis dan ketajaman yang dimiliki oleh penyerang tersebut adalah kepingan yang selama ini dibutuhkan oleh lini depan Persita untuk meningkatkan produktivitas gol.

Rekam jejak karier Ramalingom tergolong impresif dengan pengalaman bermain di berbagai liga kompetitif Eropa, seperti Prancis, Belgia, Israel, hingga Azerbaijan. Catatan kolektif 108 gol sepanjang karier profesionalnya menjadi bukti sahih kapasitasnya sebagai predator di depan gawang lawan. Bagi Persita, kehadiran pemain dengan profil internasional ini menjadi pengalaman baru karena ini merupakan klub Asia pertama bagi Ramalingom.

Di level internasional, Ramalingom juga memiliki pengalaman berharga sebagai bagian dari Timnas Madagaskar. Sejak debutnya pada kualifikasi Piala Afrika Maret 2020, ia telah mengoleksi 10 caps yang menunjukkan konsistensi performanya di level tertinggi. Pengalaman internasional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mentalitas bertanding para pemain muda Persita di ruang ganti.

Kehadiran Ramalingom diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan konsistensi lini depan Persita pada musim sebelumnya. Dengan gaya permainan yang matang, ia diharapkan tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga mampu memimpin lini serang dan memberikan ruang bagi pemain sayap atau gelandang serang untuk masuk ke kotak penalti lawan.

Langkah Persita ini sekaligus menjadi pembuka bagi rangkaian aktivitas transfer klub menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Dengan persiapan yang lebih matang dan kehadiran pemain asing yang teruji, ekspektasi publik terhadap performa Persita di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tentu meningkat tajam. Seluruh pendukung kini menantikan debut perdana Ramalingom saat kompetisi resmi dimulai nanti.

Mengapa Ini Penting

Transfer ini mencerminkan tren klub Liga Indonesia yang semakin selektif dalam mendatangkan pemain asing berpengalaman dari liga-liga Eropa untuk meningkatkan daya saing kompetisi. Kedatangan pemain dengan jam terbang tinggi seperti Ramalingom berdampak langsung pada peningkatan kualitas teknis dan nilai jual liga di mata internasional. Bagi industri olahraga, langkah ini menjadi indikator bahwa klub-klub lokal kini lebih mengedepankan analisis data dan pemantauan profil pemain secara mendalam sebelum melakukan akuisisi.

Sumber Asli
ANTARA
Tanggal
9 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →