Persib Bandung memasuki musim baru dengan ambisi yang tidak main-main. Di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati Bandung Arena, manajer sekaligus Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar mengucapkan target yang selama ini hanya tersimpan di hati para penggemar: quattrick, atau gelar juara empat kali beruntun di Super League 2026/2027. Pernyataan itu bukan sekadar slogan, melainkan cerminan keyakinan tim yang telah membuktikan dominasi tiga musim terakhir.
Acara Pesta Biru bertajuk 'Manah Jeung Getih' menjadi momentum sekaligus panggung untuk memperkenalkan 32 pemain yang akan membela Pangeran Biru musim ini. Satu per satu nama dipanggil, mulai dari bek asal Prancis Gabriel Mutombo hingga rekrutan terbaru, penyerang Kroasia Danijel Loncar. Kehadiran Loncar di tengah keramaian menandakan seriusnya manajemen memperkuat lini depan setelah kepergian beberapa pemain kunci musim lalu.
Tiga gelar berturut-turut yang diraih Persib sejak musim 2023/2024 bukanlah kebetulan. Di bawah era manajemen profesional PT PBB, klub ini membangun sistem yang berkelanjutan — mulai dari rekrutmen berbasis data, pengembangan akademi, hingga stabilitas staf pelatih. Gelar pertama dibawa pelatih Bojan Hodak, dilanjutkan oleh David da Silva dan rekan-rekan di musim kedua, lalu ditutup dengan kemenangan dramatis musim lalu di bawah pimpinan Bojan Hodak yang kembali. Pola ini menunjukkan bahwa Persib tidak bergantung pada satu individu, melainkan pada struktur yang kokoh.
Kendati demikian, tantangan musim ini tidak akan lebih mudah. Beberapa klub lawan telah melakukan rekrutmen masif untuk menghentikan hegemoni Persib. Persija Jakarta, misalnya, baru saja memecah kontrak dengan Gustavo Almeida dan diperkirakan akan membawa pelatih serta pemain asing berkualitas tinggi. PSM Makassar dan Borneo FC juga menambah amunisi. Liga Indonesia semakin kompetitif, dan margin kesalahan semakin tipis.
Di sisi lain, kehadiran dua pemain muda — Nazriel Alfaro Syahdan dan Rafi Rasyiq — dalam daftar 32 orang meski tidak hadir karena tugas timnas U-20, menjadi sinyal positif. Kedua nama ini adalah bukti nyata komitmen klub untuk meregenerasi skuad dari dalam. Model ini mirip dengan yang dilakukan klub-kelas atas di Eropa: campur tangan pemain senior berpengalaman dengan bakat muda yang lapar meniti karir. Jika dikelola dengan benar, ini bisa jadi investasi jangka panjang.
Jersey baru yang diperkenalkan di acara tersebut juga menarik perhatian. Desain yang mengusung warna biru khas dengan aksen emas tidak hanya sekadar estetika, melainkan simbol target emas yang diincar. Mitra sponsor dan partner komersial hadir penuh, menandakan nilai brand Persib tetap tinggi di pasar. Ini penting karena stabilitas finansial memengaruhi kemampuan klub mempertahankan pemain inti di tengah godaan klub lain.
Umuh Muchtar dalam sambutannya tidak lupa meminta doa dari Bobotoh. "Saya sangat bersyukur, Persib sudah menjadi juara Liga tiga kali secara beruntun. Kita semua berdoa, di tahun ini pun, bisa menjadi juara untuk ke-4 kalinya. InsyaAllah bisa tercapai, mohon doa dari semua Bobotoh juga," ujarnya. Kalimat sederhana itu mengandung bobot besar: tekanan ekspektasi dari jutaan penggemar di seluruh nusantara.
Sejarah Liga Indonesia mencatat belum ada klub yang berhasil juara empat kali berturut-turut di era kompetisi modern. Persipura Jayapura pernah mendekati dengan tiga gelar (2008/09, 2009/10, 2010/11), tapi gagal melanjutkan keempat. Jika Persib berhasil, mereka akan menorehkan nama sebagai klub paling dominan dalam sejarah sepak bola Indonesia modern. Prestasi itu akan naikkan harga jual liga di mata internasional.
Dari sisi taktis, tantangan terbesar pelatih — kemungkinan besar Bojan Hodak yang kembali — adalah manajemen rotasi skuad. Persib akan berlaga di tiga jalur: Liga 1, Piala Indonesia, dan kompetisi Asia (AFC Champions League Two). Kedalaman skuad 32 pemain akan diuji. Pemain seperti Marc Klok, David da Silva, dan Ryan Kurnia tidak bisa memainkan 90 menit setiap pertemuan tanpa risiko cedera. Rotasi cerdas antara senior dan muda jadi kunci.
Faktor mental juga menentukan. Tiga kali juara berarti lawan akan memainkan 'final dunia' setiap kali menghadapi Persib. Tekanan menjadi pemburu (hunter) berbeda dengan menjadi diburu (hunted). Tim harus siap menghadapi pertandingan tertutup, taktik konter, dan provokasi. Keseimbangan emosional di ruang ganti akan memisahkan juara dari yang sekadar dekat.
Musim 2026/2027 akan menjadi ujian karakter bagi proyek Persib. Bukan soal satu musim lagi, tapi apakah struktur yang dibangun PT PBB benar-benar tahan lama. Quattrick bukan hanya target statistik, tapi validasi atas model manajemen klub profesional Indonesia. Jika berhasil, Persib jadi teladan. Jika gagal, pertanyaan akan muncul: apakah dominasi tiga tahun itu puncak, atau awal dari dinastia yang lebih lama?
Langkah selanjutnya jelas: persiapan pra-musim, uji coba taktis di Piala Presiden atau turnamen persahabatan, lalu gulir bola di pekan pertama Liga 1. Bobotoh sudah siap di tribun. Pemain sudah siap di lapangan. Sejarah menunggu ditulis. Dan seperti yang dikatakan Umuh: InsyaAllah, dengan doa semua pihak, quattrick bukan lagi mimpi — melainkan rencana yang akan dieksekusi.