Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih solid melalui partisipasi dalam International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat. Program ini menjadi langkah strategis bagi delegasi Indonesia untuk mempelajari model pengelolaan olahraga yang komprehensif, mulai dari pembinaan atlet usia dini hingga manajemen atlet elit kelas dunia.
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan rujukan ideal bagi Indonesia. Keunggulan AS dalam menjaga konsistensi di tiga besar klasemen Olimpiade menjadi tolok ukur utama. Dengan populasi penduduk yang besar, Indonesia dinilai memiliki potensi serupa untuk mengadopsi struktur pembinaan yang terintegrasi, yang selama ini menjadi kunci sukses Negeri Paman Sam dalam mencetak atlet berprestasi.
Dalam kunjungannya, delegasi NOC Indonesia mendalami berbagai pilar krusial, seperti tata kelola organisasi (good governance), sistem pendanaan olahraga (sport funding), pemasaran olahraga (sport marketing), serta peran vital dunia akademik. Okto menekankan bahwa integrasi antara kampus dan pembinaan olahraga, seperti model NCAA, menjadi salah satu poin utama yang sangat relevan untuk diadaptasikan ke dalam sistem olahraga di Indonesia.
Selama rangkaian program IVLP, delegasi NOC Indonesia meninjau empat negara bagian berbeda untuk melihat langsung implementasi di lapangan. Di Chicago, mereka mendukung penyelenggaraan Indonesian American Games, sementara di Indianapolis, delegasi berdiskusi dengan para ahli di Indiana University dan Indiana Sports Corp mengenai pengelolaan fasilitas olahraga berbasis kampus yang menjadi pusat pembibitan atlet nasional.
Tidak hanya fokus pada pembinaan, delegasi juga melakukan kunjungan ke Colorado Springs, yang dikenal sebagai 'Olympic City'. Di sana, mereka berinteraksi intensif dengan United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) dan United States Anti-Doping Agency (USADA). Kunjungan ini bertujuan untuk memahami standar tinggi dalam pengawasan anti-doping serta manajemen organisasi olahraga profesional.
Seluruh hasil studi banding dan konsep yang diperoleh dari program ini akan segera dilaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung misi Presiden Prabowo dalam memajukan olahraga nasional, dengan harapan konsep yang relevan dapat segera dikaji dan diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia di panggung internasional.