Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) secara konsisten mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk mengikuti berbagai seri World Climbing Series di Eropa. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan intensif menuju Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Jepang pada September mendatang. Keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini dipandang sebagai ajang krusial untuk menguji performa dan kesiapan mental para atlet di level tertinggi.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat FPTI, Wahyu Buntoro, menegaskan bahwa partisipasi dalam seri kejuaraan dunia merupakan rangkaian persiapan yang tidak terpisahkan. Menurutnya, pengalaman bertanding melawan atlet elit dunia di berbagai negara menjadi kunci untuk mematangkan strategi dan teknik atlet Indonesia sebelum menghadapi kompetisi multi-cabang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Baru-baru ini, kontingen Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di World Climbing Series Krakow 2026, Polandia. Dalam ajang tersebut, tim Merah Putih sukses membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu, baik dari nomor speed perorangan maupun speed relay campuran. Keberhasilan ini semakin dipertegas dengan capaian Desak Made Rita Kusuma Dewi yang kini resmi menempati peringkat satu dunia untuk disiplin speed putri.
Setelah menyelesaikan rangkaian kompetisi di Polandia, para atlet kini telah bertolak menuju Prancis untuk mengikuti World Climbing Series Chamonix 2026. Sebanyak sepuluh atlet yang terdiri dari tujuh spesialis disiplin speed dan tiga spesialis disiplin lead telah disiapkan untuk turun dalam kejuaraan tersebut. FPTI menaruh harapan besar agar nomor lead juga mampu menyumbangkan prestasi, menyusul keberhasilan serupa yang diraih sebelumnya di Praha, Ceko.
Wahyu Buntoro menambahkan bahwa raihan medali di Krakow menjadi modal berharga bagi kepercayaan diri atlet. Ia berharap tren positif ini dapat terus dijaga saat berlaga di Chamonix, sehingga kemampuan atlet dalam menghadapi tekanan kompetisi internasional semakin terasah. Dukungan pemerintah dalam pendanaan seri kejuaraan dunia ini dinilai sangat krusial sebagai fondasi dalam membangun ekosistem prestasi yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian partisipasi dalam kejuaraan dunia ini diproyeksikan sebagai pemanasan menuju momentum puncak di Asian Games 2026. Dengan target meraih hasil maksimal, FPTI terus melakukan evaluasi terhadap setiap catatan waktu dan performa atlet di setiap seri. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh atlet dalam kondisi prima serta mampu mempertahankan performa terbaiknya saat menghadapi jadwal padat pertandingan di Jepang nanti.