Pelatih tim nasional Kolombia, Nestor Lorenzo, mengungkapkan kekecewaannya setelah anak asuhnya harus tersingkir dari Piala Dunia melalui drama adu penalti melawan Swiss. Dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sengit di Vancouver, Kanada, Kolombia terpaksa mengakui keunggulan Swiss dengan skor 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol sepanjang 120 menit.
Dalam konferensi pers singkat pasca-pertandingan, Lorenzo menyoroti kegagalan timnya dalam mengonversi dominasi permainan menjadi gol. Meski timnya tampil menekan, ia mengakui bahwa efisiensi di depan gawang menjadi pembeda utama dalam laga yang berlangsung sangat taktis dan seimbang tersebut. Menurutnya, Kolombia sejatinya layak mendapatkan hasil lebih baik berdasarkan intensitas serangan yang dibangun.
"Hal yang jelas kurang dari kami adalah kemampuan mencetak gol," ungkap Lorenzo kepada awak media. Ia menambahkan bahwa timnya sadar betul akan ketatnya pertandingan ini, namun ia merasa Kolombia memiliki niat dan jumlah tembakan yang cukup untuk memenangkan laga dalam waktu normal 90 menit. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak pada timnya saat penyelesaian akhir dilakukan.
Lebih lanjut, Lorenzo menjelaskan alasan di balik keputusan taktisnya melakukan pergantian pemain, termasuk menarik keluar gelandang Jhon Arias. Menurut sang pelatih, keputusan tersebut diambil karena faktor kelelahan fisik serta kekhawatiran akan akumulasi kartu kuning. Mengingat Arias sudah mengantongi kartu dari laga sebelumnya, Lorenzo tidak ingin mengambil risiko kehilangan pemain kunci jika Kolombia berhasil melaju ke babak perempat final.
Selain Arias, penyerang Luis Suarez juga ditarik keluar menjelang akhir laga setelah menerima kartu kuning pada menit ke-60. Lorenzo menegaskan bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada strategi perlindungan pemain agar tidak kekurangan personel di lapangan akibat tekel yang tidak perlu. Baginya, menjaga keseimbangan energi dan disiplin di lapangan adalah prioritas utama dalam situasi krusial tersebut.
Menutup keterangannya, pelatih asal Argentina tersebut enggan menyalahkan para pemainnya atas hasil pahit ini. Dengan mencatatkan 15 percobaan tembakan sepanjang laga, Lorenzo menilai timnya telah berusaha maksimal. Ia menegaskan bahwa dalam sepak bola, terkadang bola tidak ingin masuk ke gawang meski peluang telah diciptakan, dan itulah realitas pahit yang harus diterima oleh skuad Kolombia saat ini.