Sepak Bola

Herdman Prioritaskan Fisik Pemain Jelang TC Timnas Indonesia di Bali

Herdman Prioritaskan Fisik Pemain Jelang TC Timnas Indonesia di Bali

Ringkasan

  • Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menekankan peningkatan kondisi fisik para pemain selama TC di Bali United Training Center, menjelang AFF Cup 2026, dengan 22 pemain terpilih dan total 50 nama dipanggil.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memulai pemusatan latihan (TC) di Bali United Training Center, Gianyar, dengan fokus utama pada peningkatan kondisi fisik para pemain. Dalam sesi latihan awal, ia menegaskan, "Kami ingin membangun kapasitas fisik para pemain" agar siap menghadapi jadwal padat turnamen mendatang.

Herdman menjelaskan bahwa jeda kompetisi saat ini menjadi momentum tepat untuk membentuk tubuh pemain sesuai standar yang diinginkan. Ia telah merancang pola latihan terstruktur guna memastikan setiap pemain memenuhi kategori kebugaran yang ditetapkan. "Nanti kami akan membuat asesmen untuk kelompok ini dan finalisasi daftar pemain," ujarnya, menandakan bahwa evaluasi berkelanjutan akan dilakukan selama TC berlangsung.

TC Timnas Indonesia di Bali diikuti oleh 22 pemain yang terpilih, meskipun total ada 50 nama yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan sebelum Piala AFF 2026. Pemilihan ini dilakukan untuk mendapatkan skuad terbaik yang siap secara fisik maupun mental menghadapi turnamen regional bergengsi tersebut.

Piala AFF 2026 akan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Indonesia ditempatkan di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor-Leste. Sementara itu, Grup B dihuni oleh Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Turnamen ini masih menggunakan format kandang dan tandang, sehingga setiap tim akan bermain dua kali melawan lawan di grup mereka.

Pertandingan pertama Timnas Indonesia dijadwalkan pada 27 Juli melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor. Stadion ini dipilih sebagai markas sementara skuad Garuda selama fase grup. Setelah menghadapi Kamboja, skuad Merah Putih akan bertandang ke markas Timor-Leste, lalu menjamu Vietnam di Stadion Pakansari, dan mengakhiri fase grup dengan bertandang ke Singapura.

Fokus pada kondisi fisik bukan tanpa alasan. Turnamen AFF Cup melibatkan pertandingan yang intens dengan ritme tinggi, ditambah dengan perbedaan waktu dan iklim tropis yang bisa memengaruhi performa pemain. Oleh karena itu, program latihan yang terstruktur dan pemantauan kebugaran rutin menjadi kunci untuk menghindari cedera dan menjaga performa optimal sepanjang turnamen.

Dari perspektif penggemar dan industri sepak bola Indonesia, persiapan matang ini sangat penting. AFF Cup merupakan turnamen yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat, dan performa tim nasional yang baik dapat meningkatkan gairah sepak bola domestik, mendorong kenaikan tiket pertandingan, serta meningkatkan minat sponsor dan talenta muda. Kesuksesan di turnamen ini juga dapat membuka jalan bagi peningkatan peringkat FIFA Indonesia dan kesempatan yang lebih besar untuk berkompetisi di tingkat Asia.

Secara keseluruhan, prioritas Herdman pada kondisi fisik menunjukkan pendekatan profesional yang komprehensif dalam membangun fondasi kuat untuk Timnas Indonesia. Jika berhasil, dampak positifnya akan terasa tidak hanya selama AFF Cup 2026, tetapi juga untuk siklus kompetisi berikutnya, memperkuat posisi Indonesia di peta sepak bola regional.

Mengapa Ini Penting

Fokus Herdman pada kondisi fisik mencerminkan perubahan paradigma dalam persiapan Timnas Indonesia, yang sebelumnya sering terganjal oleh kebugaran menjelang turnamen besar. Bagi penggemar, hal ini meningkatkan harapan akan penampilan yang lebih kompetitif dan konsisten. Bagi industri, persiapan yang matang dapat meningkatkan daya tarik komersial turnamen, mulai dari penjualan tiket hingga minat sponsor, sekaligus mendorong investasi lebih lanjut pada infrastruktur dan pembinaan usia muda di seluruh nusantara.

Sumber Asli
CNN Indonesia
Tanggal
10 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →