Keputusan Herdman mengurangi kedalaman skuad Garuda di lini belakang dan tengah, meski 26 pemain sudah disiapkan untuk turnamen ini. Justin Hubner tidak pernah bergabung dengan tim selama masa pemusatan di Bali karena klubnya Fortuna Sittard menolak melepasnya. Alasannya jelas: Piala AFF tidak termuat dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub Eropa tidak berkewajiban mengeluarkan pemainnya.
Marselino Ferdinan sempat mengikuti seluruh rangkaian latihan di Bali, namun cedera dalam memaksa pelatih Kanada itu memilih menjaga risiko. Pemain Oxford United itu menjadi salah satu andalan di lini tengah ofensif, sehingga absennya membuka peluang bagi Beckham Putra untuk mendapat kepercayaan sebagai gelandang serang. Sementara Muhammad Riyandi, kiper Persis Solo, harus puas jadi opsi ketiga di belakang Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi.
Susunan utama yang dipilih Herdman mencerminkan preferensi sistem permainan yang fleksibel. Nadeo Argawinata menjaga gawang, dibelakangnya empat bela depan terdiri dari Sandy Walsh, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, dan Eliano Reijnders yang juga bisa turun ke gelandang. Dony Tri Pamungkas di posisi kiri memberikan kedalaman serang sekaligus menutup sisi pertahanan.
Trio gelandang tengah Ivar Jenner, Thom Haye, dan Marc Klok menjadi tulang punggung transisi. Ketiganya membawa karakter berbeda: Ivar dengan energinya, Haye dengan pengalaman Eredivisie, dan Klok dengan visi passing. Mitchell Baker, striker kelahiran Inggris yang baru memperoleh paspor Indonesia, mendapat kesempatan debut sebagai penyerang tunggal — uji coba besar bagi rekrutan terbaru PSSI.
Kehilangan Hubner berarti Indonesia kehilangan opsi libero modern yang nyaman bermain dari belakang. Fortuna Sittard memang sudah memberi sinyal keras sejak dini soal ketidaksediaan melepas pemain berpaspor ganda untuk turnamen non-FIFA. Kasus ini mengulang pola yang pernah dialami Timnas di era pelatih sebelumnya, di mana klub Eropa sering jadi hambatan pemanggilan pemain naturalisasi.
Cedera Marselino menambah daftar kasus fisik yang mengganggu persiapan. Pemain berusia 21 tahun itu sempat jadi sorotan setelah performa gemilang di Liga 1 dan laga kualifikasi Piala Dunia. Medis tim belum merilis kronologi pasti, namun keputusannya untuk tidak memasukkan nama Marselino ke daftar 23 orang menandakan kondisi tidak memungkinkan untuk berisiko di laga pembukaan.
Di sisi lawan, Kamboja datang dengan skuad yang mayoritas pemain lokal dan beberapa naturalisasi berkelas menengah. Laga ini menjadi tes pertama nyata bagi sistem Herdman yang baru diterapkan penuh setelah beberapa uji coba internasional. Tekanan ada pada hasil — apapun caranya, tiga poin jadi keharusan di hadapan penonton sendiri.
Debut Mitchell Baker akan dipantau ketat. Striker kelahiran Plymouth itu membawa fisikitas dan kemampuan finishing yang berbeda dari penyerang lokal. Kemampuannya beradaptasi dengan tempo sepak bola Asia dan kimia dengan Beckham Putra serta Ivar Jenner akan menentukan apakah Indonesia punya referensi baru di posisi nomor sembilan.
Posisi kiper ketiga yang disandang Riyandi justru menunjukkan kedalaman pool kiper Timnas. Nadeo tetap andalan utama usai performa solid di kualifikasi Piala Dunia, sedangkan Cahya Supriadi — kiper muda Persija — mendapat kepercayaan sebagai cadangan pertama. Riyandi punya pengalaman SEA Games, tapi harus menunggu kesempatan di laga-lega berikutnya.
Herdman tampak memprioritaskan stabilitas pertahanan dengan memasang empat bek alami. Sandy Walsh dan Shayne Pattynama memberikan lebar di sayap, sementara Rizky Ridho dan Eliano Reijnders jadi sentral. Fleksibilitas Eliano dan Dony yang bisa bergeser ke gelandang memberi opsi taktis saat tim butuh perubahan formasi di menit-menit kritis.
Laga ini juga jadi momentum bagi Marc Klok yang kembali memakai jas Timnas setelah absen beberapa kali. Kapten Persib Bandung membawa pengalaman dan kepemimpinan di tengah lapangan — aset tak tergantikan saat tim menghadapi tekanan mental di babak kedua. Thom Haye, yang baru debut internasional bulan lalu, akan diuji konsistensinya.
Ke depan, Indonesia harus memanfaatkan momentum laga pembukaan untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi lawan lebih berat di fase grup. Kedatangan Hubner dan pemulihan Marselino jadi variabel besar untuk laga kedua dan ketiga. Jika keduanya sempat bergabung, Herdman akan punya kemewahan rotasi yang belum dimiliki malam ini.