Pemain-pemain Timnas Indonesia yang memperkuat klub di luar negeri menghadapi nasib bercampur aduk pada akhir pekan lalu. Dari total sepuluh nama yang tercatat, empat orang berhasil mencatatkan kemenangan bersama timnya saat tampil sebagai starter, sementara empat lainnya terpaksa mengamati laga dari bangku cadangan. Dua kiper senior, Maarten Paes di Ajax dan Emil Audero di Como, sama-sama tidak mendapat kesempatan tampil. Kapten Jay Idzes di Sassuolo dan bek Elkan Baggott di Millwall juga mengalami nasib serupa.
Kemenangan paling mencolok dicatat oleh Kevin Diks yang membawa Borussia Monchengladbach menghancurkan Schott Mainz 5-0 di Liga Jerman. Di Liga Belgia, Joey Pelupessy turut berperan dalam kemenangan Lommel 4-0 atas Westerlo, sedangkan Dean James mengantarkan Go Ahead Eagles mengalahkan ADO Den Haag 3-1 di Eredivisie. Calvin Verdonk menjadi satu-satunya pemain yang masuk sebagai pengganti dan tampil impresif saat Lille menang 2-0 atas Angers di Liga Prancis.
Sisi pahit datang dari Fortuna Sittard. Justin Hubner dan Ole Romeny harus menelan pil pahit usai kalah 0-2 dari AZ Alkmaar. Kekecewaan paling terasa bagi Romeny yang mendapat kartu merah di menit awal pertemuan kedua, memaksa Sittard bermain dengan sepuluh orang selama sebagian besar laga. Kartu merah itu tidak hanya mengubah alur pertandingan, tapi juga menimbulkan pertanyaan soal disiplin dan kesiapan mental pemain di tingkat kompetisi tinggi.
Kondisi kiper menjadi sorotan tersendiri. Paes yang sempat jadi andalan Ajax musim lalu kini tergeser ke posisi cadangan di bawah manajer baru Francesco Farioli. Audero di Como pun belum bisa menggeser Pepe Reina meski klub baru promosi ke Serie A. Kedua kiper ini adalah tulang punggung Timnas di kualifikasi Piala Dunia 2026, sehingga ketidakaktifan mereka di klub jadi perhatian khusus pelatih Patrick Kluivert.
Di lini belakang, Jay Idzes dan Elkan Baggott menghadapi situasi mirip. Idzes yang baru bergabung ke Sassuolo dari Venezia belum mendapat kepercayaan penuh pelatih Fabio Grosso di Serie B. Baggott di Millwall juga masih menunggu peluang di bawah kepemimpinan Alex Neil di Championship Inggris. Kedua bek ini adalah pasangan sentral andalan Timnas, namun minimnya menit bermain berpotensi memengaruhi ketajaman dan kohesi saat bertemu di tim nasional.
Sementara itu, tiga nama lain — Mees Hilgers (FC Twente), Miliano Jonathans (Excelsior), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II) — sama sekali tidak masuk daftar pertandingan. Hilgers sebenarnya jadi pemain kunci Twente musim lalu, tapi cedera dan rotasi skuad membuatnya belum debut musim ini. Jonathans dan Tjoe-A-On masih berusaha menembus rotasi utama di klub masing-masing yang berlaga di Eredivisie dan Eerste Divisie.
Pola ini mengungkap realitas keras: mayoritas pemain Timnas abroad masih berperan sebagai pelengkap atau opsi rotasi, bukan pilar utama. Hanya Diks, Pelupessy, dan James yang konsisten jadi starter dan berkontribusi langsung ke kemenangan tim. Verdonk mulai menunjukkan eksistensi di Lille, tapi masih status pengganti. Ini menciptakan dilema bagi Kluivert: memanggil pemain yang ritme bermainnya bagus tapi peran di klub terbatas, atau mempertahankan kerangka yang sudah terbiasa bermain bersama meski kurang menit lapangan.
Dari perspektif pengembangan, menit bermain reguler di liga kompetitif seperti Bundesliga, Eredivisie, Serie A, dan Ligue 1 jauh lebih berharga dibanding latihan intensif di tim nasional. Diks di Monchengladbach dan Pelupessy di Lommel mendapatkan intensitas laga mingguan yang membentuk kebiasaan taktis dan fisik. James di Go Ahead Eagles juga menunjukkan perkembangan signifikan sebagai sayap kiri yang bisa menyerang dan bertahan.
Kartu merah Romeny jadi pelajaran keras soal manajemen emosi di level atas. Di Eredivisie, kecepatan dan fisikitas menuntut keputusan dalam pecahan detik. Romeny yang baru bergabung dari Oxford United musim ini masih beradaptasi. Kluivert dan staf pelatih harus memutuskan apakah memberikan kesempatan kedua atau mencari alternatif lain di posisi penyerang, mengingat Rafael Struick dan Thom Haye juga tersedia.
Ke depan, jadwal FIFA Matchday Oktober akan jadi momen kritis. Kluivert harus menyeleksi 23-26 pemain dari pool yang terbagi antara yang rutin main, cadangan, dan yang tidak main sama sekali. Keseimbangan antara kohesi tim dan kondisi fisik optimal akan menentukan hasil di kualifikasi Piala Dunia lawan Bahrain dan China. Para pemain cadangan seperti Paes, Audero, Idzes, dan Baggott butuh solusi cepat — apakah meminta pinjaman ke klub level lebih bawah atau bersabar menunggu peluang.
Secara jangka panjang, ketergantungan Timnas pada pemain keturunan yang bermain abroad menciptakan risiko sistemik. Jika mayoritas tidak main rutin di klub, fondasi tim nasional jadi rapuh. Federasi dan liga domestik perlu mempercepat program pengembangan pemain lokal agar bisa bersaing memperebutkan posisi, menciptakan kompetisi sehat yang pada akhirnya menguatkan kedalaman skuad Timnas di setiap lini.