Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melontarkan lelucon saat ditanya mengenai minimnya laga uji coba internasional menjelang Piala AFF 2026. Skuad Garuda hanya menjalani satu pertandingan persahabatan, yaitu mengalahkan Bali United 3‑0 di Gianyar. Gol kemenangan datang dari Marc Klok, Dony Tri Pamungkas, dan Mitchell Baker. Saat konferensi pers sebelum turnamen, Herdman menanggapi pertanyaan wartawan tentang keinginan menggelar laga internasional yang tak terwujud dengan candaan khasnya.
"Ya, kami sudah meminta Brasil, Inggris, dan Argentina, tapi mereka sedang agak sibuk,” kata Herdman sambil tersenyum di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (26/7). Pelatih asal Inggris ini menjelaskan bahwa jadwal Piala AFF bertepatan dengan periode yang cukup rumit bagi banyak klub. Pemain masih berada dalam fase pramusim setelah melewati musim yang melelahkan. Oleh karena itu, ia tak ingin memaksakan agenda uji coba berat yang berisiko mencederai para pemain. Menurutnya, porsi latihan intensif di internal tim dipandang sudah cukup memadai.
“Kami memainkan laga persahabatan internal yang tidak terlalu bersahabat, Merah vs Putih, dan itu selalu menciptakan intensitas yang sehat. Kemudian melawan Bali United,” ujar Herdman. “Ada target menjuarai turnamen dan memenangkan pertandingan, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan dan keselamatan pemain. Itulah mengapa saya katakan ini proses langkah demi langkah.”
Lelucon Herdman mencerminkan realitas yang dihadapi sepak bola Indonesia saat ini. Minimnya laga internasional membuat tim bergantung pada pertandingan internal dan satu lawan klub lokal. Hal ini berbeda dengan negara-negara yang rutin menggelar friendly match menjelang turnamen besar. Di Indonesia, keterbatasan jadwal sering kali menjadi alasan utama, ditambah dengan kesibukan klub yang masih dalam masa persiapan musim baru.
Kemenangan 3‑0 atas Bali United memberikan modal positif bagi skuad Garuda. Tiga gol tersebut dicetak oleh gelandang senior Marc Klok, pemain muda Dony Tri Pamungkas, dan bek Mitchell Baker. Pertandingan itu juga menjadi ujian pertama bagi beberapa pemain yang dipanggil untuk pertama kalinya. Hasil positif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri jelang pertandingan resmi.
Dari sudut pandang penggemar di Indonesia, situasi ini memicu perdebatan tentang pentingnya eksposur internasional. Banyak suporter berharap PSSI dapat mengatur jadwal yang lebih ideal, mungkin dengan meminta negara-negara seperti Brasil, Inggris, atau Argentina untuk berkunjung. Namun, kendala finansial dan komitmen klub membuat hal tersebut sulit terwujud dalam waktu dekat. Di sisi lain, ada harapan bahwa turnamen AFF 2026 dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan di tingkat regional.
Ujian sesungguhnya bagi Herdman bakal tersaji saat Timnas Indonesia melakoni laga perdana Piala AFF 2026 melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (27/7). Pertandingan ini menjadi indikator apakah persiapan internal dan satu laga persahabatan melawan Bali United cukup untuk bersaing dengan tim-tim di grup. Jika Indonesia mampu menampilkan performa baik, hal itu dapat membuka jalan bagi agenda persiapan yang lebih baik di masa depan, termasuk kemungkinan mendatangkan tim kuat dari Amerika Selatan atau Eropa pada edisi berikutnya.
Ke depan, PSSI dan klub-klub perlu berkoordinasi untuk menciptakan jadwal yang lebih kondusif bagi timnas. Penggunaan teknologi seperti video analysis dan pemantauan kebugaran pemain dapat membantu pelatih merancang program persiapan yang lebih efektif tanpa mengorbankan kesehatan atlet. Dengan demikian, lelucon Herdman tidak hanya menjadi bahan tertawa, tapi juga cerminan tantangan yang perlu diatasi demi kemajuan sepak bola Indonesia.