Alex Marquez menorehkan nama di atas klasemen sesi latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Jerman 2026 yang digelar di Sirkuit Sachsenring, Sabtu (11/7) sore WIB. Pembalap Gresini Racing Ducati itu mencatatkan waktu terbaik 1 menit 20,333 detik, mengungguli saudara kandungnya Marc Marquez yang hanya mampu menyelesaikan sesi di posisi kelima dengan keterlambatan 0,444 detik. Hasil ini menandakan kembalinya dominasi Alex di trek yang terkenal teknis dan menuntut presisi tinggi, sekaligus mengirim sinyal awal bahwa Ducati GP24 versi tim satelit Gresini tetap sangat kompetitif di tangan pembalap asal Cervera tersebut.
Dinamika sesi FP2 berlangsung sangat sengit sejak menit-menit awal. Francesco Bagnaia, pebalap pabrik Ducati Lenovo dan pemimpin klasemen dunia, sempat memimpin tabel waktu di lima menit pertama. Namun, keunggulannya tak berlangsung lama sebelum Marc Marquez menembakkan waktu lebih cepat, menunjukkan adaptasi cepat Ducati GP25 barunya di trek bergelombang ini. Persaingan berubah arah ketika Alex Marquez mengambil alih posisi teratas dengan torehan waktu yang ternyata bertahan hingga bendera bergerigi diturunkan, menahan serbuan lawan-lawannya di menit-menit krusial.
Catatan 1'20.333 yang dibukukan Alex bukan sekadar angka acak. Sachsenring dikenal sebagai sirkuit terpendek di kalender MotoGP dengan karakteristik unik: 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan, menuntut *corner speed* maksimal dan stabilitas rem di masuk tikungan. Faktanya, Alex — yang memiliki gaya tumpang *smooth* dan efisien — tampak sangat nyaman dengan tata letak ini. Dia konsisten berada di *top three* sepanjang sesi, membuktikan bahwa *setup* basis Gresini Racing untuk GP24 sudah sangat matang, meminimalkan *chatter* yang sering mengganggu pembalap Ducati di trek ini.
Di menit-menit penutup, tekanan mulai terasa. Marco Bezzecchi (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) bergantian memperbaiki waktu, masing-masing mengungguli Marc Marquez dan Bagnaia. Namun, keduanya tetap terjebak di zona 0,3 detik di belakang Alex. Yang mengejutkan, Raul Fernandez (Trackhouse Racing Aprilia) muncul sebagai *dark horse* dengan meloncat ke posisi kedua hanya 0,321 detik dari puncak, menggeser Bezzecchi ke tiga dan Acosta ke empat. Performa Aprilia RS-GP25 di tangan Raul menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di sektor tengah yang berkelok-kelok.
Klasemen akhir FP2 menempatkan Marc Marquez di posisi kelima (+0,444 detik), di depan Bagnaia yang keenam (+0,511 detik). Posisi ini cukup mengkhawatirkan bagi garasi Ducati Lenovo, mengingat Sachsenring secara historis selalu menjadi *bogey track* bagi Marc sejak cedera lengan pada 2020. Meskipun dia memenangkan balapan di sini enam kali di era MotoGP (2013-2019), dua tahun terakhir ia kesulitan menemukan *feeling* rem yang ideal dengan GP25. Keterlambatan hampir setengah detik dari adiknya — yang mengendarai motor spesifikasi tahun lalu — tentu akan jadi bahan evaluasi mendalam bagi teknisi Ducati Corse malam ini.
Bagnaia di posisi keenam menambah tekanan psikologis. Sebagai pemimpin klasemen dunia dengan keunggulan 10 poin atas Jorge Martin (yang absen cedera), *Pecco* butuh *clean weekend* di Jerman untuk memperlebar jarak. Kinerja FP2 yang di bawah ekspektasi, kalah dari dua pembalap tim satelit (Alex dan Raul) serta pembalap KTM (Acosta), menunjukkan bahwa Ducati GP25 mungkin masih mengalami *compromise* di sektor rem keras dan percepatan keluar tikungan lambat khas Sachsenring. Ai Ogura (Trackhouse Racing) melengkapi tujuh besar sebagai *rookie* terbaik, menandakan adaptasi pesatnya ke kelas premier.
Menuju sesi kualifikasi (Q1/Q2) nanti malam, dinamika ini menciptakan narasi yang menarik. Sepuluh pembalap langsung lolos Q2 sudah pasti: Alex Marquez, Raul Fernandez, Bezzecchi, Acosta, Marc Marquez, Bagnaia, Ogura, serta tiga nama lain yang akan keluar dari Q1. Perlawanan saudara Marquez di Q2 nanti akan jadi sorotan utama. Alex ingin membuktikan keunggulannya bukan kebetulan, sedangkan Marc — yang dikenal sebagai *master of qualifying* — butuh *time attack* sempurna untuk menutup celah 0,4 detik. Siapa yang mengambil *pole position* akan mendapat keuntungan besar di balapan Sprint Sabtu malam dan *Grand Prix* Minggu.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, akhir pekan ini memiliki bobot emosional tersendiri. Kehadiran Pertamina Enduro VR46 Racing Team dengan Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio, serta popularitas luar biasa bersaudara Marquez di tanah air, membuat setiap sesi di Sachsenring dipantau ratusan ribu penonton lewat streaming resmi. Performa Alex yang mengungguli Marc — ikon yang diidolakan banyak penggemar Indonesia sejak era Moto2 — menciptakan dinamika *storytelling* kaya: sang adik yang keluar dari bayang kakak, membangun legasi sendiri di atas Ducati yang sama. Hasil kualifikasi dan balapan Sprint nanti akan menentukan apakah narasi ini berlanjut atau Marc membalas dengan kehebatan *race craft*-nya yang legendaris.