Olahraga

Will Jordan Cetak Sejarah, Pecahkan Rekor Try All Blacks Saat Hancurkan Italia 47-17

Will Jordan Cetak Sejarah, Pecahkan Rekor Try All Blacks Saat Hancurkan Italia 47-17

Ringkasan

  • Will Jordan mencetak hat-trick dan pecahkan rekor try All Blacks milik Doug Howlett saat Selandia Baru mengalahkan Italia 47-17 di Nations Championship.
  • Sayap Crusaders kini memiliki 50 try dalam 56 Test match.

WELLINGTON — Will Jordan menorehkan namanya ke dalam buku sejarah rugby internasional setelah mencetak hat-trick yang membawanya melewati rekor legenda Doug Howlett sebagai pencetak try terbanyak sepanjang masa untuk Timnas Selandia Baru. Di hadapan penonton penuh di Wellington Regional Stadium, Sabtu (30/11), sayap berusia 28 tahun itu menyumbang tiga try dalam kemenangan gemilang All Blacks atas Italia 47-17 dalam laga Nations Championship.

Tiga try tersebut mengangkat akumulasi Jordan menjadi 50 try dalam 56 penampilan Test match, melewati rekor Howlett yang berdiri selama hampir dua dekade dengan 49 try dari 62 laga. Rasio pencetakan Jordan yang menakjubkan — 0,89 try per pertandingan — menempatkannya di stratosphere sendiri di antara para penyerang punggung dunia. "Ini sangat spesial. Saya teringat saat masih kecil, berlatih chip-and-chase di halaman belakang rumah," ujar Jordan usai laga, wajahnya terlihat terharu. "Tidak pernah terbayang saya bisa berdiri di sini hari ini. Saya berharap perjalanan ini bisa menginspirasi anak-anak untuk berlatih, bermimpi besar, dan mengejar keajaiban mereka sendiri."

Pertandingan di Sky Stadium berlangsung searah dengan skenario All Blacks sejak menit awal. Italia, yang dilatih Gonzalo Quesada, sempat menunjukkan ketahanan di babak pertama dan hanya tertinggal 19-10 saat istirahat. Namun, poin balik datang pada menit ke-51 ketika lock Italia, Niccolo Cannone, dikartu merah oleh wasit Matthew Carley setelah intervensi TMO (Television Match Official) Ben Whitehouse. Cannone awalnya hanya menerima kartu kuning untuk menundukkan Cam Roigard, namun setelah review video, keputusan diupgrade menjadi merah karena kontak kepala-kepala yang berbahaya.

Keuntungan numerik 15 lawan 14 dimanfaatkan penuh oleh All Blacks. Kehilangan pemain kunci di barisan depan membuat Italia kesulitan mengontrol scrum dan breakdown, membuka ruang bagi gelombang serangan berkelanjutan tuan rumah. Empat try tambahan dicetak oleh Sam Darry, Cam Roigard, Ethan de Groot, dan Tupou Vaa'i — menunjukkan kedalaman squad dan variasi serangan yang menjadi ciri khas era Scott Robertson. Roigard, yang menjadi korban headbutt Cannone, justru balas dendam dengan mencetak try sendiri, simbol mentalitas baja yang ditanamkan pelatih baru.

Bagi Italia, meskipun kalah telak, ada sisi positif. Tommaso Menoncello dan Leonardo Marin masing-masing mencetak try, membuktikan Azzurri mampu menembus pertahanan terbaik dunia saat berjumlah penuh. Quesada menilai timnya "kompeten selama 50 menit" sebelum kartu merah mengubah dinamika laga. Performa ini menjadi evaluasi berharga bagi Italia menjelang Six Nations 2025, di mana mereka bertujuan mengganggu keseimbangan kekuatan di Eropa.

Pencapaian Jordan tidak terlepas dari sistem pengembangan pemain Selandia Baru yang legendaris. Lahir di Christchurch dan dibesarkan di akademi Crusaders, Jordan melewati jalur standar: age-grade, Super Rugby, lalu All Blacks. Debut Test-nya pada 2021 vs Tonga langsung dicetak try, dan sejak itu ia jarang absen dari starting XV. Gaya mainnya — kecepatan eksplosif, kemampuan baca permainan cerdas, dan finishing klinis — membuatnya prototipe winger modern yang sempurna.

Rekor Howlett sendiri dicetak di era profesional awal (2000-2007), saat struktur kompetisi berbeda dan intensitas fisik belum setinggi sekarang. Faktanya, Jordan mencapai angka 50 dengan 6 pertandingan lebih sedikit, serta melakukannya di era di mana pertahanan lawan lebih terorganisir, analisis video lebih canggih, dan jadwal internasional lebih padat. Beberapa pakar bahkan memproyeksikan Jordan bisa menembus angka 70-80 try sebelum pensiun, mengingat usianya yang masih 28 tahun dan kondisi fisik puncak.

Kemenangan ini menutup tur musim dingin All Blacks dengan catatan sempurna: tiga laga, tiga kemenangan, termasuk kemenangan dramatis 24-22 atas Irlandia di Dublin dan 29-11 atas Prancis di Paris. Momentum ini vital bagi Robertson membangun fondasi menuju Rugby Championship 2025 dan Piala Dunia 2027 di Australia. Dengan Jordan di puncak formasi, serta kemunculan bintang muda seperti Roigard, Wallace Sititi, dan Cortez Ratima, All Blacks tampil kembali sebagai tim paling menakutkan di rugby dunia — dan Will Jordan, sang 'King of the Chip-and-Chase', kini resmi menjadi raja try mereka sepanjang masa.

Mengapa Ini Penting

Pencapaian Will Jordan memperkuat narasi dominasi All Blacks di era pasca-RWC 2023, memberikan inspirasi bagi penggemar rugby Indonesia yang mulai tumbuh melalui komunitas lokal dan siaran streaming. Rekor 50 try dalam 56 Test menetapkan standar baru keunggulan individu di rugby modern, relevan untuk pengembangan pemain muda di Asia. Kemenangan meyakinkan ini juga memvalidasi proyek pembangunan Scott Robertson, menandakan Selandia Baru siap mempertahankan hegemoni di siklus Piala Dunia 2027.

Sumber Asli
BBC Sport
Tanggal
11 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →