Setelah meraih gelar Grand Slam pertama mereka di Roland Garros, Alexander Zverev dan Mirra Andreeva kini mengalihkan fokus mereka untuk menaklukkan turnamen Wimbledon. Keberhasilan di Paris diharapkan menjadi bahan bakar utama bagi kedua petenis ini untuk mencatatkan prestasi gemilang di lapangan rumput London.
Alexander Zverev, petenis asal Jerman berusia 29 tahun, akhirnya berhasil menghapus stigma sebagai pemain papan atas yang belum pernah memenangkan gelar utama. Ia sukses menjuarai French Open setelah menundukkan Flavio Cobolli. Kemenangan ini merupakan pencapaian luar biasa setelah ia harus berjuang melalui 41 percobaan untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya.
Di sisi lain, petenis muda berusia 19 tahun, Mirra Andreeva, menunjukkan bakat luar biasa dengan hanya membutuhkan 13 kali keikutsertaan untuk memenangkan gelar major pertamanya. Ia mengalahkan Maja Chwalinska di Paris dengan performa yang dominan. Andreeva menggambarkan sensasi kemenangan ini sebagai sebuah kecanduan yang memotivasinya untuk terus meraih kesuksesan di masa depan.
Meski baru saja merayakan kesuksesan, Zverev menegaskan bahwa hidupnya tidak banyak berubah. Ia tetap menikmati kehidupan di luar lapangan, seperti bermain golf bersama teman-teman atau menghabiskan waktu bersama putrinya. Baginya, kemenangan Grand Slam adalah puncak karier yang ia perjuangkan, namun ia tetap harus menjaga fokus untuk turnamen berikutnya di Wimbledon.
Zverev mengakui bahwa Wimbledon selalu menjadi tantangan tersendiri baginya, mengingat rekornya yang belum pernah melewati babak keempat. Namun, ia merasa persiapan tahun ini jauh lebih baik dan ia berada dalam kondisi fisik serta mental yang prima. Ia berharap momentum dari Paris dapat berlanjut dan membantunya mengatasi kesulitan di permukaan lapangan rumput.
Sementara itu, Andreeva memilih untuk tidak membebani dirinya dengan ekspektasi tinggi. Setelah mencapai perempat final tahun lalu, ia ingin fokus menikmati setiap pertandingan di London. Salah satu hal yang paling ia nikmati di Wimbledon adalah suasana tinggal di rumah pribadi yang memberikan nuansa berbeda dibandingkan dengan rutinitas di hotel selama turnamen tenis lainnya.