Olahraga

Zidane Resmi Jadi Pelatih Prancis, Kontrak hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030

Ringkasan

  • Zinedine Zidane dilantik sebagai pelatih kepala timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps yang mundur pasca gagal di Piala Dunia 2026, dengan kontrak hingga kualifikasi Piala Dunia 2030.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) secara resmi mengumumkan Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala baru Les Bleus pada hari Rabu, mengakhiri spekulasi berbulan-bulan soal siapa waris Didier Deschamps. Kontrak yang ditandatangani legenda Real Madrid itu berlaku hingga putaran kualifikasi Piala Dunia 2030, menandakan kepercayaan penuh federasi pada mantan pemain berjuluk Zizou ini.

Keputusan ini diambil setelah Deschamps mengakhiri masa jabatan 14 tahun — terlama dalam sejarah timnas Prancis — pasca kekalahan di semifinal Piala Dunia 2026 lawan Spanyol. Di bawah kepemimpinan Deschamps, Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018 dan menjadi runner-up di edisi 2022, namun kegagalan di turnamen 2026 menjadi titik akhir alami untuk era yang gemilang.

Bagi Zidane, pelantikan ini menutup hiatus manajemen yang berlangsung hampir empat tahun sejak meninggalkan Real Madrid pada Mei 2021. Mantan playmaker berusia 54 tahun itu memang sudah lama dijodohkan dengan jabatan pelatih Prancis, bahkan sejak timnas gagal di fase grup Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sekarang, setelah 16 tahun menunggu, kesempatan itu akhirnya tiba.

Sejarah manajerial Zidane di Real Madrid berbicara sendiri. Dalam dua periode kepemimpinan (2016–2018 dan 2019–2021), ia mengantarkan Los Blancos meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut — pencapaian tak terulang di era modern — serta dua trofi La Liga. Gaya manajemennya yang tenang, kemampuan mengelola ruang ganti penuh bintang, dan kecerdasan taktis di pertandingan besar menjadi modal utama yang dinilai FFF cocok untuk menghadapi tekanan memimpin timnas Prancis.

Presiden FFF Philippe Diallo menyebut Zidane sebagai "legenda" dalam sejarah Les Bleus yang telah berkembang menjadi salah satu pelatih paling dihormati generasinya. Diallo menegaskan bahwa pertemuan antara sosok legendaris itu dengan skuad Prancis yang memiliki "potensi langka dan ambisi tertinggi" menciptakan dinamika baru yang menjanjikan.

Laga kompetitif pertama Zidane akan berlangsung pada 25 September mendatang, ketika Prancis berkunjung ke Turki untuk Liga Bangsa. Jadwal padat itu memberikan waktu minim bagi mantan juara dunia 1998 untuk menata sistem permainan dan mengintegrasikan filosofinya ke dalam kelompok pemain yang sudah terbiasa dengan pendekatan Deschamps selama lebih dari satu dekade.

Dari sudut pandang penggemar sepak bola Indonesia, kedatangan Zidane ke bangku pelatih Prancis menambah daya tarik menonton laga-laga Les Bleus, baik di kualifikasi Euro 2028 maupun Liga Bangsa. Popularitas Zidane di Indonesia sangat besar sejak era pemain hingga pelatih Real Madrid, dan kehadirannya di timnas Prancis pasti akan meningkatkan rating tayang siaran langsung di platform streaming lokal.

Sementara itu, transisi ini juga menimbulkan pertanyaan menarik soal regenerasi di skuad Prancis. Generasi Kylian Mbappé, Aurélien Tchouaméni, dan Eduardo Camavinga kini harus beradaptasi dengan metode baru. Zidane dikenal memberikan kebebasan ekspresif pada pemain kreatif — hal yang mungkin menguntungkan Mbappé yang sering dibatasi peran taktisnya di era Deschamps.

Tantangan terbesar Zidane bukan hanya hasil, tapi juga manajemen ego di ruang ganti yang penuh superstar. Pengalaman menangani galaksi bintang di Real Madrid — dari Cristiano Ronaldo, Luka Modrić, hingga Vinícius Jr. — menjadi bekal tak ternilai. Namun, dinamika timnas berbeda dengan klub: waktu latihan terbatas, tekanan media nasional yang intens, dan harapan publik yang hampir mustahil dipuaskan.

Kontrak hingga 2030 berarti Zidane memiliki jangka waktu sekitar lima tahun untuk membangun warisan sendiri. Target nyata adalah memimpin Prancis meraih gelar Euro 2028 di Inggris, lalu mengejar Piala Dunia ke-3 di 2030 — turnamen yang kemungkinan besar digelar di Maroko, Spanyol, dan Portugal. Jika berhasil, Zidane akan menjadi orang pertama dalam sejarah yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih untuk negara yang sama.

Bagi ekosistem sepak bola global, pelantikan ini menguatkan tren mantan pemain elit bertransisi ke manajemen timnas setelah sukses di tingkat klub. Contoh serupa terlihat di Luis de la Fuente (Spanyol), Julian Nagelsmann (Jerman), atau bahkan Patrick Kluivert yang baru saja diumumkan sebagai pelatih Indonesia. Zidane menambah daftar nama besar yang membuktikan pengalaman bermain di level tertinggi tetap relevan di bangku pelatih.

Langkah selanjutnya yang dikabarkan adalah penyusunan staf pendamping. Zidane diharapkan akan membawa beberapa nama kepercayaan dari masa-masa Real Madrid, sekaligus mempertahankan beberapa anggota staf Deschamps untuk memastikan kontinuitas. Beberapa minggu ke depan akan menentukan arah proyek baru Les Bleus — apakah Prancis akan mempertahankan dominansi Eropa, atau memasuki era transisi yang berisiko.

Mengapa Ini Penting

Pelantikan Zidane menandai akhir era Deschamps dan dimulai proyek baru bagi generasi emas Prancis Mbappé-Tchouaméni-Camavinga. Bagi penggemar Indonesia, ini berarti laga-laga Les Bleus akan lebih menarik ditayangkan di platform lokal. Secara taktis, gaya Zidane yang lebih ekspresif bisa membebaskan Mbappé dari beban defensif berlebihan. Jangka panjang, keberhasilan Zidane akan memengaruhi narasi apakah mantan bintang klub besar cocok memimpin timnas — tren yang kini juga dirasakan Indonesia dengan Patrick Kluivert.

Sumber Asli
BBC Sport
Tanggal
28 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit