Timnas Vietnam menutup fase grup Piala AFF 2026 dengan catatan gemilang. Kemenangan 3-1 atas Kamboja di laga terakhir sekaligus mengantarkan skuad asuhan Kim Sang Sik menembus semifinal denganstatus juara grup.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu sempat membuat pendukung Vietnam was-was. Iago Bento mencetak gol penyama kedudukan untuk Kamboja di menit ke-71, mengubah skor menjadi 1-1. Namun Vietnam bangkit dengan mencetak dua gol tambahan dalam enam menit terakhir pertandingan.
Ketajaman lini depan Vietnam sepanjang fase grup memang layak mendapat sorotan khusus. Tiga belas gol yang mereka lesakkan memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 12 gol yang dicatatkan pada edisi 2022 dan 2024. Capaian ini menjadikan Vietnam sebagai tim paling produktif sejak Piala AFF menerapkan format kandang-tandang pada 2018.
Rekor kedua datang dari sisi konsistensi. Sepuluh poin yang dikumpulkan Vietnam dari empat pertandingan grup merupakan pencapaian terbaik mereka sejak edisi 2018. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari performa Vietnam dalam dua turnamen terakhir.
Kim Sang Sik pantas mendapat apresiasi atas pencapaian ini. Pelatih asal Korea Selatan tersebut berhasil meracik formasi yang efektif dan membuat Vietnam tampil meyakinkan sepanjang babak penyisihan. Konsistensi ini menjadi bekal berharga menghadapi babak gugur.
Sejarah mencatat Vietnam pernah tiga kali mengangkat trofi Piala AFF, yakni pada 2008, 2018, dan 2024. Dengan dua rekor baru ini, mereka mengirim sinyal kuat bahwa ambisi meraih gelar keempat bukan sekadar angan-angan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, catatan Vietnam tentu saja menjadi perbandingan yang menarik. Indonesia harus tersingkir lebih awal dari Piala AFF tahun ini, sebuah pukulan telak bagi pelatih John Herdman dan skuad Garuda. Ketika rival sekawasan terus meningkatkan level permainan, Indonesia perlu evaluasi menyeluruh terhadap program pengembangan timnas.
Sementara itu, jalur Vietnam menuju semifinal sudah terbuka. Mereka akan menghadapi runner up grup B yang kemungkinan besar adalah Malaysia atau Myanmar. Posisi juara grup B diprediksi jatuh ke tangan Thailand.
Pertandingan semifinal dipastikan berlangsung ketat. Vietnam memiliki keunggulan dari sisi kepercayaan diri dan momentum, namun format single-leg di semifinal membuat segalanya bisa terjadi dalam semalam.
Kesuksesan Vietnam di fase grup juga mengangkat reputasi Kim Sang Sik di level internasional. Dua rekor sekaligus dalam satu edisi turnamen bukan pencapaian kecil, apalagi dengan kompetisi yang semakin kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
Ke depannya, Vietnam memiliki modal kuat untuk bersaing di babak gugur. Produktivitas gol dan soliditas pertahanan menjadi fondasi utama yang harus mereka pertahankan. Jika konsistensi ini terjaga, Vietnam layak dijelajahi sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala AFF 2026.