Veda Ega Pratama finis di posisi ke-20 pada Moto3 Aragon 2026 di Sirkuit MotorLand Aragon, Minggu (30/8), sehingga tidak memperoleh poin tambahan dalam kompetisi klasemen 2026. Hasil ini menyebabkan ia turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan torehan 97 poin.
Pada balapan yang berlangsung ketat, Veda Ega yang start dari posisi ke-22 mampu naik ke peringkat ke-19 pada start, kemudian naik ke ke-18 pada lap pertama. Namun, kemajuannya terhenti ketika Jesus Rios yang berada di posisi keempat mengalami highside keras di tikungan ke-17 pada lap keenam, yang tak lama setelahnya memungkinkan Veda Ega naik ke peringkat ke-15. Sayangnya, pada lap ke-12 Veda Ega kembali turun dan tidak pernah pulih hingga akhir balapan.
Latar belakang perubahan klasemen ini terkait dengan strategi tim dan kondisi fisik pembalap Indonesia. Veda Ega masih berusaha menemukan ritme yang optimal di trek yang menantang seperti MotorLand Aragon. Sementara itu, Valentin Perrone yang finis di posisi kedelapan di Moto3 Aragon 2026 berhasil merebut poin tambahan sehingga naik ke peringkat keenam dengan 103 poin, melewati Veda Ega.
Dampaknya signifikan bagi pasukan Veda Ega. dengan jarak poin yang semakin jauh dari grup pemimpin, fokus tim kemungkinan beralih ke pengembangan performa untuk race-race mendatang. Di sisi lain, Hakim Danish dari Malaysia berhasil finis di posisi ke-12 dan memperoleh empat poin tambahan, sehingga naik ke peringkat kedelapan dengan 90 poin, berada satu langkah di bawah Veda Ega.
Maximo Quilles sukses menjadi pemenang dalam Moto3 Aragon 2026, mengalahkan David Almansa yang finis kedua dan Marco Morelli yang ketiga. Quilles kini memimpin klasemen sementara dengan 256 poin, jauh di depan Alvaro Carpe yang mengumpulkan 159 poin.
Balapan ini menunjukkan dinamika yang sangat kompetitif di kelas Moto3, di mana perbedaan satu atau dua posisi saja dapat berdampak besar pada klasemen akhir. Veda Ega masih memiliki kesempatan untuk naik kembali, terutama dengan beberapa race tersisa di musim 2026.
Menilik ke deputra, Veda Ega dan timnya perlu mengoptimalkan set-up motor dan strategi raci untuk meningkatkan performa di trek-trek yang lebih cocok dengan gaya balapannya. MotorLand Aragon memang dikenal sebagai trek yang menantang dengan kombinasi lurus panjang dan tikungan teknis, yang menuntut ketajaman dan ketekunan dari pembalap.
Sementara itu, kompetisi di grup pemimpin klasemen semakin ketat. Quilles masih di posisi teratas, namun jaraknya dengan pembalap-pembalap di bawanya tidak terlalu lebar. Setiap race akan menjadi krusial untuk menentukan skenario akhir musim.
Proyeksi ke depan, Veda Ega perlu fokus pada konsistensi dan poin per race. Dengan melihat performanya di Aragon yang kurang optimal, target realistis adalah kembali ke peringkat enam atau bahkan lima sebelum akhir musim. Hal ini akan membutuhkan dukungan penuh dari tim dan fokus yang kuat dari pembalap itu sendiri.
Sementara itu, Hakim Danish juga menunjukkan potensi untuk naik lebih jauh. empat poin tambahan di Aragon membuktikan kemampuannya dalam kondisi trek yang sulit. Jika konsisten, ia bisa bersaing untuk posisi lebih baik di klasemen akhir.
Secara keseluruhan, GP Aragon 2026 memberikan banyak pelajaran bagi para pembalap, termasuk Veda Ega. Dengan pendekatan yang lebih matang dan strategi yang tepat, ia masih memiliki kans untuk kembali ke puncak klasemen Moto3 2026.
Kendati demikian, tekanan akan semakin terasa di race-race mendatang. Veda Ega harus segera bangun dan menunjukkan performa terbaiknya agar tidak terpuruk lebih jauh di klasemen. MotorLand Aragon mungkin hanya awal dari tantangan yang lebih besar di sisa musim ini.