Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, memberikan pujian tinggi kepada anak asuhnya setelah berhasil menaklukkan Meksiko dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, Mexico City, pada Minggu. Kemenangan dramatis ini memastikan langkah The Three Lions ke babak perempat final Piala Dunia, meskipun mereka harus bermain dengan 10 pemain selama hampir separuh pertandingan.
Inggris sempat tampil dominan di awal laga berkat dua gol kilat Jude Bellingham yang membawa mereka unggul 2-0. Namun, situasi berubah drastis setelah Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54. Kehilangan satu pemain di tengah tekanan suporter tuan rumah dan kondisi udara tipis di Mexico City memaksa Inggris untuk bertahan dengan sekuat tenaga hingga peluit panjang dibunyikan.
Tuchel secara khusus menyoroti ketangguhan mental para pemainnya yang tetap tenang meski berada di bawah tekanan hebat. Menurut pelatih asal Jerman tersebut, keberhasilan timnya melewati situasi sulit ini membuktikan bahwa mereka memiliki tekad yang kuat untuk melangkah jauh di turnamen bergengsi ini. Ia menyebut bahwa kemenangan ini diraih berkat mentalitas murni dan keberanian luar biasa.
Pertandingan ini memang menjadi ujian tersulit bagi Inggris sejauh ini. Menghadapi negara tuan rumah dengan dukungan puluhan ribu suporter yang sangat vokal di stadion bersejarah Azteca memberikan atmosfer yang sangat intimidatif. Meskipun sempat diperkecil kedudukannya oleh Julian Quinones dan kemudian Harry Kane mencetak gol penalti, laga tetap berjalan sengit hingga menit-menit terakhir.
Ketegangan memuncak saat Meksiko mendapatkan hadiah penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Raul Jimenez. Namun, barisan pertahanan Inggris di bawah komando Tuchel tetap solid dan disiplin selama 12 menit masa tambahan waktu, memastikan kemenangan tipis yang sangat krusial bagi ambisi mereka di Piala Dunia tahun ini.
Di balik euforia kemenangan, terdapat kabar kurang menyenangkan terkait cedera yang dialami Jordan Henderson. Gelandang tersebut mengalami cedera pergelangan tangan saat merayakan kemenangan bersama suporter dengan melompati papan iklan. Tuchel mengaku memiliki perasaan campur aduk antara kegembiraan atas hasil heroik timnya dan kesedihan mendalam atas nasib yang menimpa Henderson.