Kolom Olahraga

Transformasi Sampah Plastik Jadi Furnitur, PLN UID Sulselrabar Sabet Penghargaan Bergengsi

Transformasi Sampah Plastik Jadi Furnitur, PLN UID Sulselrabar Sabet Penghargaan Bergengsi

Ringkasan

  • PLN UID Sulselrabar meraih penghargaan Gold pada ajang ICA dan ISDA 2026 berkat kesuksesan program RAPPO Living dalam mengolah sampah plastik menjadi furnitur bernilai ekonomi di Makassar.

PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) sukses mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Perusahaan listrik negara ini berhasil meraih penghargaan Gold pada ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 berkat keberhasilan mereka dalam mengelola program pengolahan sampah plastik di kawasan pesisir.

Program yang dikenal dengan nama RAPPO Living ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan prinsip ekonomi sirkular. Lewat kolaborasi strategis bersama Rappo Indonesia, PLN tidak hanya berfokus pada aspek pembersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang konkret bagi masyarakat setempat.

Langkah inovatif ini menyasar masyarakat pesisir di Kelurahan Untia, Kota Makassar. Wilayah ini dipilih bukan tanpa alasan; kawasan pesisir sering kali menjadi muara bagi sampah plastik yang terbawa arus, sehingga memerlukan penanganan serius sekaligus pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Data menunjukkan efektivitas program ini cukup signifikan. Sejauh ini, tercatat sekitar 10,2 ton sampah plastik telah berhasil disulap menjadi produk bernilai guna. Lebih dari 200 warga setempat dilibatkan aktif dalam rantai pengumpulan hingga pengolahan bahan baku menjadi furnitur dan aksesori rumah tangga.

Jenis plastik yang diolah difokuskan pada tipe high-density polyethylene (HDPE) dan polypropylene (PP). Material ini dipilih karena karakteristiknya yang tangguh untuk diolah menjadi produk furnitur tahan lama, sekaligus mengurangi beban sampah plastik yang mencemari ekosistem laut di sekitar Makassar.

Keberhasilan program ini terletak pada pendekatan hulu ke hilir. PLN menyediakan sarana produksi, memberikan pelatihan keterampilan teknis, hingga pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengelola bisnis furnitur berbasis sampah ini secara mandiri. Dukungan ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Di tingkat industri, langkah PLN ini memberikan sinyal positif mengenai bagaimana perusahaan besar dapat berperan dalam menekan krisis sampah plastik. Dengan mengadopsi model ekonomi sirkular, perusahaan tidak lagi sekadar menjalankan kegiatan amal, melainkan membangun ekosistem yang mampu menghidupi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi timnya. Fokus utama ke depan adalah terus memperluas jangkauan program TJSL yang inovatif, kolaboratif, dan tentu saja, memiliki dampak jangka panjang terhadap kemandirian ekonomi masyarakat.

Keberlanjutan inisiatif ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang kuat. PLN merangkul bank sampah, pengepul lokal, hingga komunitas lingkungan untuk memastikan pasokan bahan baku tetap tersedia. Sinergi ini juga mencakup pengembangan desain produk hingga strategi pemasaran yang lebih luas agar furnitur hasil olahan dapat bersaing di pasar modern.

Bagi Indonesia, model pemberdayaan di Kelurahan Untia ini merupakan cetak biru yang menarik untuk direplikasi. Di tengah tantangan pengelolaan sampah nasional yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif warga lokal terbukti lebih efektif dibandingkan sekadar solusi teknis dari pihak luar.

Proyeksi ke depannya, PLN berencana untuk terus mengintegrasikan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah plastik yang lebih canggih. Hal ini penting guna meningkatkan kualitas produk furnitur agar tidak hanya bernilai fungsi, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi sehingga dapat menembus pasar furnitur premium.

Secara keseluruhan, raihan predikat Gold pada ajang ICA dan ISDA 2026 menegaskan bahwa inovasi sosial di perusahaan BUMN telah mengalami pergeseran paradigma. Fokus kini bukan lagi pada bantuan sesaat, melainkan pada pembangunan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena menunjukkan pergeseran model tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari bantuan karitatif menjadi pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular. Bagi industri olahraga di Indonesia, konsep ini sangat relevan diterapkan pada pengelolaan sampah di stadion atau event olahraga besar. Dengan mengadopsi sistem pengolahan sampah menjadi furnitur atau merchandise, event olahraga dapat menekan jejak karbon secara signifikan. Hal ini menciptakan standar baru bagi pengelolaan event ramah lingkungan di tanah air.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Transformasi Sampah Plastik Jadi Furnitur, PLN UID Sulselrabar Sabet Penghargaan Bergengsi"?

PLN UID Sulselrabar meraih penghargaan Gold pada ajang ICA dan ISDA 2026 berkat kesuksesan program RAPPO Living dalam mengolah sampah plastik menjadi furnitur bernilai ekonomi di Makassar.

Mengapa Kolom Olahraga ini penting?

Berita ini penting karena menunjukkan pergeseran model tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari bantuan karitatif menjadi pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular. Bagi industri olahraga di Indonesia, konsep ini sangat relevan diterapkan pada pengelolaan sampah di stadion atau event olahraga besar. Dengan mengadopsi sistem pengolahan sampah menjadi furnitur atau merchandise, event olahraga dapat

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
2 Oktober 2026
Waktu Baca
4 menit