Pebalap Norwegia Torstein Traeen resmi ditarik dari Tour de France 2024 setelah menderita kompresi otak dan patah tulang rusuk berlipat akibat kecelakaan di stage ketujuh, Kamis (11/7) waktu setempat. Tim Uno-X Mobility mengonfirmasi keputusan ini melalui pernyataan resmi, mengakhiri petualangan sejarah pebalap berusia 30 tahun itu di Grand Tour Prancis tahun ini. Kecelakaan terjadi saat turunan Col du Tourmalet, puncak legendaris yang menjadi uji gunung pertama dalam edisi ke-111 perlombaan bergengsi ini.
Kronologi insiden dimulai ketika Traeen menabrak bagian belakang sepeda rekan setimnya, Anders Halland Johannessen, di tengah kecepatan tinggi turunan yang teknis. Meskipun terjatuh keras, Traeen sempat dinilai oleh tim medis perlombaan di dalam ambulans dan memutuskan untuk melanjutkan balapan hingga finis. Keputusannya untuk tetap naik ke pelana setelah kecelakaan menunjukkan mentalitas juara, namun pemeriksaan medis lanjutan mengungkap keparahan cedera yang memaksa mundur.
Mundurnya Traeen memotong tiba-tiba narasi inspiratif yang dibangun tim Norwegia sejak awal perlombaan. Ia berhasil merebut jas kuning pemimpin klasemen umum setelah stage keempat dan berhasil mempertahankannya di stage kelima, mencatat sejarah sebagai pebalap Uno-X Mobility pertama yang memakai jas ikonik tersebut. Prestasi ini menandai kemajuan pesat tim ProTeam tersebut yang baru naik ke level WorldTour pada 2024.
Kendali jas kuning berakhir di stage keenam ketika Tadej Pogacar (UAE Team Emirates) melancarkan serangan brutal di naikkan alpina menuju Col de la Couillole. Slovenia itu memenangkan stage dan merebut kepemimpinan umum, menggeser Traeen ke posisi kedua dengan selisih 45 detik. Meskipun kehilangan jas kuning, performa Traeen di gunung-gunung Pyrenees dan Alpes awal telah membuktikan kemampuannya bersaing dengan pelatih klasemen umum terbaik dunia.
Manajer Umum Uno-X Mobility, Thor Hushovd — mantan pemenang klasemen poin Tour de France dan juara dunia — mengungkapkan kekecewaan mendalam. "Ini benar-benar bukan akhir yang kita inginkan untuk petualangan kuning ini," ujar Hushovd. "Torstein telah memberikan momen sejarah bagi tim, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut jelas bahwa ia tidak bisa melanjutkan. Dia akan segera memasuki protokol kompresi otak tim."
Kecelakaan di turunan Col du Tourmalet menyoroti risiko tak terelakkan balapan sepeda profesional, terutama di stage gunung dengan turunan teknis berkecepatan tinggi. Col du Tourmalet sendiri memiliki reputasi menakutkan dengan kemiringan curam dan tikungan tajam yang sudah menelan banyak korban di sejarah Tour. Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan tentang protokol keamanan: apakah pebalap yang mengalami trauma kepala seharusnya diizinkan melanjutkan balapan sebelum evaluasi medis menyeluruh?
Bagi Traeen, mundur ini merupakan pukulan berat setelah musim terbaik kariernya. Musim 2024 melihatnya finis ke-6 di Tour de Suisse dan podium di Tour of the Alps, menandainya sebagai pebalap klasemen umum berkualitas Grand Tour. Kehilangan kesempatan bersaing di tiga minggu penuh Tour de France menunda ambisinya menembus top-10 klasemen umum Paris, target yang realistis mengingat performa awalnya.
Dampak bagi Uno-X Mobility juga signifikan. Tim yang didanai oleh perusahaan energi Norwegia itu kehilangan pemimpin utama di gunung, memaksa mereka mengandalkan Johannes Kulset dan Victor Lafay untuk stage-stage tersisa. Namun, warisan jas kuning Traeen akan menjadi modal psikologis jangka panjang bagi tim muda ini dalam membangun identitas sebagai kontender Grand Tour di masa depan.