Olahraga

Privat Mbarga Resmi Berpisah dengan Dewa United, Klub Lepas 13 Pemain

Privat Mbarga Resmi Berpisah dengan Dewa United, Klub Lepas 13 Pemain

Ringkasan

  • Dewa United resmi melepas Privat Mbarga setelah satu musim.
  • Klub juga melepas 13 pemain lain jelang BRI Super League 2026/2027.

Jakarta - Dewa United resmi mengumumkan perpisahan dengan penyerang senior asal Kamerun, Privat Mbarga, jelang kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Keputusan ini menjadi bagian dari perombakan besar-besaran yang dilakukan klub berjuluk Banten Warriors tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi klub, Jumat, manajemen Dewa United menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi Privat Mbarga selama satu musim penuh. "Terima kasih untuk setiap momen @privatmbarga. Waktumu bersama Banten Warriors mungkin hanya satu babak, tapi itu akan selalu diingat. Yang terbaik untuk petualangan selanjutnya, Privat," tulis klub.

Privat Mbarga didatangkan Dewa United pada awal musim 2025/2026 dan langsung menjadi andalan di lini depan. Sepanjang musim, ia tampil dalam 29 pertandingan di berbagai ajang, mencetak lima gol dan tiga assist dari total 1.790 menit bermain. Catatan ini menunjukkan kontribusi yang cukup berarti meskipun tidak spektakuler.

Pemain berusia 33 tahun yang juga memegang paspor Kamboja itu menjadi salah satu dari beberapa pemain asing yang tidak dipertahankan. Sebelumnya, penyerang asal Brasil Alex Martins telah lebih dulu dilepas dan kini resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya, sesama klub BRI Super League. Selain itu, gelandang asing Hugo Gomes juga dipastikan hengkang, meskipun belum diketahui destinasi selanjutnya.

Total, Dewa United telah melepas 13 pemain menjelang musim 2026/2027. Langkah ini menandai strategi manajemen untuk melakukan regenerasi dan penyesuaian skuad agar lebih kompetitif. Sebelumnya, klub juga telah mengumumkan 10 pemain yang tidak dipertahankan pada pengumuman terpisah.

Keputusan melepas Privat Mbarga tidak lepas dari kebutuhan Dewa United untuk merombak lini serang. Musim lalu, produktivitas gol tim masih menjadi pekerjaan rumah. Dengan kepergian Mbarga dan Alex Martins, klub dipastikan akan mencari amunisi baru yang lebih segar dan sesuai dengan filosofi pelatih.

Privat Mbarga sendiri memiliki karier panjang di Asia Tenggara. Sebelum membela Dewa United, ia pernah bermain di beberapa klub Thailand dan Malaysia, serta membela Timnas Kamboja. Pengalamannya diharapkan tetap menjadi nilai jual bagi klub-klub lain yang membutuhkan penyerang haus gol.

Bursa transfer BRI Super League musim ini cukup dinamis. Beberapa klub melakukan perombakan besar untuk bersaing di papan atas. Dewa United yang musim lalu finis di posisi tengah klasemen berusaha membangun tim yang lebih solid. Keputusan melepas pemain seperti Privat Mbarga menunjukkan bahwa klub tidak ragu melakukan perubahan demi target yang lebih tinggi.

Ke depan, publik menantikan langkah Dewa United dalam mendatangkan pemain baru. Apakah mereka akan merekrut penyerang asing dengan profil lebih muda atau tetap mengandalkan pemain lokal? Semua akan terjawab dalam bursa transfer yang masih berlangsung. Yang jelas, perpisahan dengan Privat Mbarga menandai awal dari era baru bagi Banten Warriors.

Demikianlah, perpisahan ini menjadi bagian dari siklus sepak bola profesional. Kontribusi Privat Mbarga akan dikenang, namun perjalanan harus terus berlanjut. Baik klub maupun pemain sama-sama melangkah ke babak berikutnya dengan harapan baru.

Mengapa Ini Penting

Kepergian Privat Mbarga menandai babak baru bagi Dewa United yang tengah melakukan perombakan skuad besar-besaran. Keputusan ini mencerminkan strategi klub dalam membangun tim yang lebih kompetitif untuk musim depan. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika bursa transfer ini menjadi indikator perubahan kekuatan di BRI Super League, terutama dengan dilepasnya beberapa pemain asing andalan. Selain itu, langkah ini memperlihatkan tren klub Indonesia yang semakin berani melakukan regenerasi pemain demi peningkatan performa.

Sumber Asli
ANTARA News
Tanggal
9 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →