Boston, Amerika Serikat – Suasana hangat menyelimuti Stadion Boston menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko, Kamis malam waktu setempat. Pertemuan ini menjadi revanse dramatis dari semifinal edisi 2022 di Qatar, di mana Les Bleus menang 2-0 dan melaju ke final sebelum dikalahkan Argentina. Kali ini, Atlas Lions hadir dengan mental balas dendam dan keyakinan suporter yang tak tergoyahkan, meski lawan mereka diperkuat bintang-bintang kelas dunia seperti Kylian Mbappé, Michael Olise, dan Ousmane Dembélé.
Sejumlah suporter Maroko yang ditemui ANTARA di area stadion mengungkapkan keyakinan penuh atas kemampuan timnas mereka. Samir Kabbaj, salah satu pendukung setia Atlas Lions, menegaskan tidak ada keraguan di hatinya. "Saya tahu kami akan menang hari ini, tidak ada keraguan," ujarnya dengan nada yakin. Kabbaj mengakui Prancis merupakan tim berbahaya dengan deretan pemain berkualitas, namun ia menekankan mentalitas juang Maroko yang tak kenal menyerah. "Kami mempunyai tidak hanya 11 pejuang, tetapi 12 – ditambah suporter. Kami akan mengalahkan mereka. Insyaallah," tambahnya.
Dukungan tak hanya datang dari warga Maroko. Juan, suporter timnas Kolombia yang turut hadir di Boston, ikut menyuarakan harapannya agar Maroko menumbangkan Prancis. "Laga itu akan sengit. Saya mendukung Maroko menang 1-0," tuturnya. Kehadiran suporter netral yang memihak Maroko menggambarkan simpati internasional yang diraih Atlas Lions sejak penampilan historis mereka di Qatar 2022, di mana mereka menjadi tim Afrika dan Arab pertama yang menyentuh semifinal Piala Dunia.
Secara historis, laga ini menjadi pertemuan kedua kedua tim di panggung Piala Dunia beruntun. Di Qatar 2022, Prancis menguasai pertandingan dengan gol Theo Hernández dan Randal Kolo Muani. Namun, komposisi skuad Maroko kini berbeda. Di bawah asuhan Walid Regragui, tim ini menunjukkan evolusi taktis signifikan dengan pertahanan yang lebih kompak dan transisi serang yang mematikan melalui pemain seperti Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, dan Youssef En-Nesyri. Prancis sendiri hadir dengan misi merebut gelar juara dunia ketiga setelah 1998 dan 2018, dibimbing Mbappé yang kini memakai kapten dan menjadi wajah tim pasca-era Hugo Lloris.
Dari sudut pandang taktis, pertarungan di lini tengah akan menjadi kunci. Prancis mengandalkan kreativitas Aurélien Tchouaméni dan Adrien Rabiot, serta kecepatan sayap Mbappé-Dembélé. Maroko akan mencoba menutup ruang dengan blok pertahanan rendah dan melancarkan konter cepat melalui Hakimi di kanan dan kecepatan En-Nesyri di depan. Faktor kelelahan juga perlu diperhitungkan: Prancis bermain 120 menit di babak 16 besar lawas Portugal, sedangkan Maroko melewati drama adu penalti melawan Spanyol. Kedua tim sama-sama memiliki depth squad yang memadai untuk rotasi.
Prestasi sejarah menunggu pemenang laga ini. Jika Maroko menang, mereka akan mencatat nama sebagai negara Afrika dan kawasan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia dua kali beruntun – pencapaian yang akan mengukir legasi baru untuk sepak bola benua hitam. Bagi Prancis, kemenangan akan memperkuat status mereka sebagai favorit utama merebut trofi ke-3, menyamai rekor Italia dan Jerman, serta mendekati Brasil (5 gelar). Pemenang akan menghadapi Spanyol atau Belgia di semifinal, yang berlangsung di Stadion New York/New Jersey minggu depan.
Di luar garis putih, Stadion Boston juga menyimpan narasi kemanusiaan. Seperti yang dilaporkan ANTARA sebelumnya, bendera Palestina berkibar di tribun, dibawa suporter Maroko dan simpatisan mereka sebagai bentuk solidaritas. Fenomena ini memperkuat citra Maroko bukan hanya sebagai tim sepak bola, melainkan simbol perjuangan dan identitas bagi masyarakat Arab dan Muslim di dunia. Dukungan lintas negara, seperti yang ditunjukkan suporter Kolombia, menegaskan bahwa Atlas Lions telah melampaui batas nasionalisme menjadi ikon global.
Laga Prancis vs Maroko di Boston diprediksi akan menjadi salah satu pertemuan paling menegangkan di perempat final Piala Dunia 2026. Kombinasi narasi revanse, ambisi historis, dan drama taktis menciptakan panggung sempurna untuk sepak bola tingkat tertinggi. Apakah Maroko akan melanjutkan kisah cendekiawan mereka mengejar mimpi mustahil, atau Prancis akan menegaskan dominasi Eropa dengan menuju semifinal ke-4 beruntun? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau Boston, di hadapan ribuan penonton dan jutaan mata di seluruh dunia.