Timnas Voli Putri Indonesia siap melangkah ke gelaran SEA V Cup 2026 Leg 2 yang bergulir di 700th Anniversary Chiang Mai Sports Complex, Thailand. Laga pembuka akan mempertemukan pasukan Marcos Sugiyama dengan Vietnam, tim yang mengalahkan mereka di leg pertama beberapa bulan lalu. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 12.30 WIB dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi Moji.
Kedatangan ke Thailand kali ini dibawa misi jelas: memperbaiki pencapaian leg pertama di mana Indonesia hanya meraih satu kemenangan dari tiga laga. Satu-satunya kemenangan itu didapat saat menghadapi Filipina dengan skor 3-1 (20-25, 25-19, 25-22, 25-16). Hasil tersebut mengantarkan Merah Putih ke posisi ketiga dan medali perunggu, di bawah Thailand sebagai juara dan Vietnam sebagai runner-up.
Latar belakang pertemuan ini tak bisa dipisahkan dari evaluasi keras pasca leg pertama. Di hadapan Vietnam, Indonesia sempat memimpin 1-0 lewat kemenangan set pertama 25-20, namun gagal mempertahankan momentum. Tiga set berikutnya direnggut Vietnam dengan skor 15-25, 19-25, dan 20-25. Kekalahan itu jadi pelajaran pahit soal ketahanan mental dan konsistensi permainan saat menghadapi tekanan lawan yang lebih berpengalaman.
Pelatih Marcos Sugiyama telah mempersiapkan tim dengan fokus pada dua aspek krusial: variasi serangan dan penerimaan servis. Di leg pertama, penerimaan Indonesia sering goyah di bawah servis tajam Vietnam, mengganggu sistem permainan dan memaksa setter bermain tergesa-gesa. Latihan intensif dua minggu terakhir diatur mensimulasikan tekanan servis lawan, sekaligus mengasah koneksi antara setter dan penyerang sayap serta tengah.
Vietnam sendiri datang sebagai tim yang harus dihitung. Sebagai runner-up leg pertama, mereka memiliki kepercayaan diri tinggi dan kerangka tim yang sudah stabil bertahun-tahun. Penyerang andalan mereka, Tran Thi Thanh Thuy, dikenal punya daya ledak dan kemampuan membaca blok lawan yang cerdas. Indonesia harus siap menghadapi variasi tempo serangan Vietnam yang cepat dan tidak terduga.
Di sisi Indonesia, peran Ersandrina Devega sebagai kapten dan penyerang utama menjadi kunci. Di laga lawan Filipia leg pertama, ia mencetak poin terbanyak dan menunjukkan kepemimpinan di medan. Namun, lawan Vietnam akan memasang blok ganda dan pertahanan lebih ketat padanya. Oleh karena itu, kontribusi penyerang lain seperti Megawati Hangestri Pertiwi dan Wilda Nurfadhilah harus muncul untuk membagi beban dan menciptakan opsi serangan yang tak terduga.
Faktor (venue) juga ikut menentukan. Kompleks olahraga Chiang Mai memiliki ketinggian yang sedikit memengaruhi lintasan bola dan daya tahan pemain. Tim Indonesia sudah tiba sejak Selasa untuk beradaptasi, melakukan latihan ringan dan pemulihan serta sesi video analisis lawan. Manajer tim memastikan tidak ada cedera serius, meski beberapa pemain mengalami kelelahan ringan yang ditangani tim medis.
Jadwal padat jadi tantangan tersendiri. Hanya 24 jam setelah menghadapi Vietnam, Indonesia harus bersiap menghadapi tuan rumah Thailand pada Sabtu (8/8). Thailand sebagai juara leg pertama pasti akan memanfaatkan dukungan penonton dan kondisi fisik yang lebih segar. Lalu pada Minggu (9/8), laga penutup leg 2 mempertemukan Indonesia dengan Filipina lagi — lawan yang sudah dikalahkan tapi berpotensi berubah wajah.
Analis voli nasional menilai leg 2 ini jadi ujian nyata bagi proyek regenerasi yang digagas PBSI sejak dua tahun lalu. Rata-rata usia pemain inti kini 22-24 tahun, artinya mereka masih di masa pembentukan karakter juara. Kemenangan atas Vietnam tidak hanya soal poin, tapi membuktikan bahwa proses pembinaan jangka panjang mulai membuahkan hasil nyata di panggung regional.
Dari sudut pandang penggemar, siaran langsung di Moji jadi akses vital. Minat menonton voli putri nasional melonjak signifikan sejak keberhasilan tim meraih perak SEA Games 2023. Portal berita dan media sosial ramai membahas formasi, prediksi skor, hingga evaluasi performa setiap pemain. Ini menunjukkan basis penggemar yang tumbuh dan potensi komersial yang belum sepenuhnya dieksplorasi.
Ke depan, hasil leg 2 akan menentukan posisi Indonesia di klasemen gabungan SEA V Cup 2026 yang menentukan seeding untuk turnamen besar berikutnya seperti Kejuaraan Asia dan Asian Games. PBSI sudah menyiapkan program evaluasi pasca turnamen, termasuk kemungkinan mengundang pelatih asing tambahan untuk posisi spesifik seperti libero dan setter. Revanchi atas Vietnam hari ini bisa jadi titik balik narasi voli putri Indonesia menuju puncak Asia Tenggara.