Pelatih Reidel Toiran menyuarakan kekhawatiran terhadap kebugaran pemain Timnas Voli Indonesia menjelang laga krusial kontra Filipina pada babak penyisihan Pool A SEA V Cup 2026 leg 2. Pertandingan yang akan berlangsung di Jakarta International Velodrome, Jumat (24/7) itu sekaligus menjadi duel penentu juara grup.
Indonesia sebelumnya sukses menaklukkan Kamboja dengan skor telak 3-0 (26-24, 25-15, 25-17) pada laga perdana, Rabu (22/7). Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya memuaskan Toiran. Ia melihat permainan anak asuhnya masih kurang lepas, terutama dalam hal kecepatan dan power pukulan.
Menurut pelatih asal Brasil itu, kelemahan tersebut berakar dari kondisi fisik pemain yang belum pulih total. "Tadi dibilang masih ada kurang, masih ada kurang. Kalau dari tadi, impresi pertama kita lihat yang kurang fisiknya. Masih belum maksimal," ujarnya usai laga kontra Kamboja.
Toiran menjelaskan, kelelahan fisik membuat beberapa poin Indonesia gagal direalisasikan. "Karena poin-poin kita ada yang gagal, atau terlambat, atau dari power, itu [disebabkan] dari kondisi fisik," tambahnya.
Kekhawatiran Toiran beralasan. Jadwal SEA V Cup yang beruntun dengan leg pertama di Filipina membuat waktu pemulihan pemain sangat terbatas. Setelah bertanding di Manila, tim langsung terbang ke Jakarta untuk leg kedua tanpa jeda istirahat yang ideal.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena lawan selanjutnya, Filipina, bukan tim sembarangan. Filipina memiliki materi pemain yang cukup solid dan telah menunjukkan performa kompetitif di turnamen ini. Jika Kamboja kalah dari Filipina pada laga Kamis (23/7), maka laga Indonesia vs Filipina akan menentukan siapa yang lolos ke semifinal sebagai juara grup.
Saat ini Indonesia memuncaki Pool A dengan tiga poin, hasil dari kemenangan atas Kamboja. Filipina menguntit dengan satu laga tambahan. Secara matematis, Indonesia hanya butuh kemenangan set untuk memastikan lolos, namun Toiran tentu mengincar hasil sempurna demi kepercayaan diri tim.
Masalah fisik ini bukan kali pertama dialami Timnas Voli Indonesia. Pada SEA V Cup leg pertama, tim nasional juga menunjukkan tanda-tanda kelelahan di pertandingan krusial. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan manajemen beban yang lebih baik antara kompetisi klub dan agenda internasional.
Untuk menghadapi Filipina, Toiran kemungkinan akan melakukan rotasi pemain atau meminta para pemain kunci untuk mengatur ritme. Namun, opsi tersebut tidak mudah mengingat kedalaman skuad Indonesia yang terbatas.
Dari sisi psikologis, kekhawatiran Toiran juga bisa berdampak pada mental pemain. Jika mereka terus-menerus diingatkan soal fisik, bukan tidak mungkin rasa percaya diri akan menurun. Butuh pendekatan yang tepat dari pelatih untuk memotivasi tim sekaligus mengelola kebugaran di waktu singkat.
Ke depan, hasil laga melawan Filipina akan menjadi tolok ukur bagi persiapan Indonesia menuju turnamen yang lebih besar, seperti SEA Games 2027 atau Asian Games. Jika Timnas Voli Indonesia mampu tampil prima meski dalam kondisi fisik tidak seratus persen, itu akan menjadi modal mental berharga.
Apapun hasilnya, sorotan Toiran terhadap fisik pemain memberikan pelajaran penting tentang betapa krusialnya manajemen pemulihan dalam olahraga tim yang padat jadwal. Bukan hanya hasil akhir, tetapi juga bagaimana tim menjaga kebugaran atlet sepanjang turnamen.