Timnas Indonesia menutup rangkaian pemusatan latihan di Bali dengan kemenangan meyakinkan atas tuan rumah Bali United di Bali United Training Center, Gianyar, Selasa (21/7). Skor 3-0 mencerminkan dominasi Garuda sejak menit awal hingga peluit panjang, menjawab keraguan soal kesiapan tim asuhan John Herdman menjelang Piala AFF 2026.
Tiga gol dicetak oleh Marc Klok, Dony Tri Pamungkas, dan Mitchell Baker — mewakili perpaduan pengalaman, potensi muda, dan kekuatan naturalisasi. Klok membuka keunggulan lewat tendangan bebas yang mematikan, Dony memperluas keunggulan dengan finisring dingin di kotak penalti, sementara Baker mengunci kemenangan dengan gol yang menunjukkan kecerdasan posisinya.
Laga ini menjadi uji coba terakhir sebelum Herdman mengumumkan daftar final 23 hingga 26 pemain untuk turnamen dwitahunan ASEAN. Pemusatan latihan dimulai 5 Juni lalu dengan 50 pemain, lalu disaring melalui dua tahap seleksi ketat. Uji coba melawan Bali United menjadi momentum vital untuk menguji sistem taktis dan membagi menit bermain merata ke seluruh pemain.
Pilihannya Bali United sebagai lawan uji coba tak tanpa alasan. Serdadu Tridatu merupakan tim Liga 1 dengan intensitas tinggi dan gaya bermain fisik, menyerupai karakter tim-tim ASEAN seperti Thailand atau Vietnam. Kemenangan bersih tanpa kecetakangol menandakan lini pertahanan dan transisi Timnas sudah berfungsi sesuai skema Herdman.
Herdman, mantan pelatih Timnas Kanada yang membawa tim ke Piala Dunia 2022, menilai penampilan ini sebagai "penampilan tim yang sangat kuat". Ia menekankan pentingnya memberikan menit bermain berharga ke setiap pemain — bukan hanya bintang utama — untuk membangun kedalaman skuad yang kritis di turnamen padat jadwal.
Dari sudut pandang taktis, kemenangan ini memperlihatkan evolusi gaya main Timnas. Di bawah Herdman, Garuda lebih sering memanfaatkan transisi cepat dan pressing tinggi, beralih dari pola permainan yang cenderung statis di era pelatih sebelumnya. Klok berperan sebagai playmaker dalam, sedangkan sayap seperti Baker dan Dony diberi kebebasan untuk masuk ke area lawan.
Keberhasilan Dony Tri Pamungkas mencetak gol menarik perhatian khusus. Striker berusia 19 tahun ini dipanggil ke tim senior setelah menggemparkan Liga 1 dan turnamen usia. Golnya melawan Bali United membuktikan ia siap bersaing di level senior, memberi Herdman opsi penyerang alami selain Rafael Struick atau Thom Haye.
Sementara Mitchell Baker, naturalisasi terbaru yang baru debut internasional Juni lalu, semakin meyakinkan. Kedua golnya dalam dua laga uji coba — termasuk yang ini — menunjukkan adaptasi cepat ke ritme sepak bola Asia Tenggara. Kecepatan dan kemampuan satu lawan satu Baker menjadi senjata ampuh di sisi kanan.
Namun, tantangan nyata menunggu di fase gugur Piala AFF. Lawan seperti Thailand, Vietnam, atau Malaysia memiliki kualitas individu dan koorsi tim jauh di atas Bali United. Herdman sadar hal ini, sehingga ia menggunakan sisa waktu untuk menyempurnakan set-piece defensif dan variasi serangan ketika menghadapi blok rendah.
PSSI targeting lolos final dan merebut gelar juara ke-tiga setelah 2000 dan 2020. Kemenangan uji coba ini membangun momentum psikologis positif, tapi Herdman terus mengingatkan pemain untuk tidak puas. "Ini baru awal," ujarnya di konferensi pers pasca latihan Rabu (22/7).
Langkah selanjutnya adalah pengumuman skuad final pekan depan, diikuti keberangkatan ke kota tuan rumah turnamen. Herdman diharapkan membawa 26 pemain maksimal untuk fleksibilitas rotasi. Perhatian media dan suporter kini beralih ke daftar nama: siapa yang tertinggal, dan apakah ada kejutan nama baru di lini belakang atau kiper.
Bagi sepak bola Indonesia, laga ini bukan sekadar uji coba rutinitas. Ia menjadi indikator apakah investasi pada pelatih kelas dunia dan naturalisasi terarah sudah menghasilkan tim yang kompeten di level regional. Piala AFF 2026 akan menjadi ujian nyata — dan kemenangan 3-0 ini hanyalah babak pembuka.