Timnas Indonesia memulai kampanye Piala AFF 2026 dengan gemilang. Di hadapan penonton penuh di Stadion Pakansari, Garuda melumat Kamboja 5-1 lewat hattrick Mitchell Baker serta gol Sandy Walsh dan Jens Raven. Kemenangan besar itu membawa Indonesia ke puncak klasemen Grup A dengan selisih gol terbaik.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui kepuasan atas penampilan perdana. "Partai awal saya rasa cukup baik," ujarnya usai laga. Namun sikap tenang Erick justru mengirim sinyal waspada. Ia menilai Vietnam menjadi tolok ukur sejati bagi tim asuhan John Herdman di turnamen kali ini.
Peringatan Erick tidak tanpa alasan. Sejak 2022, Vietnam telah dua kali menghentikan langkah Indonesia di panggung AFF — semifinal 2022 dan final 2024. Kedua tim kini dianggap memiliki kedalaman skuad dan tingkat kematangan taktis yang setara. Bedanya, Vietnam sudah terbiasa bermain di tekanan tinggi turnamen besar, sedangkan Indonesia masih dalam proses adaptasi di bawah pelatih baru.
Di lapangan, Kamboja tampak kewalahan menghadapi tekanan tinggi Indonesia. Garis pertahanan Angkor Warriors yang naik ke tengah lapangan justru jadi jebakan. Mitchell Baker memanfaatkan ruang di belakang lini belakang lawan dengan gerakan diagonal yang tajam. Tiga golnya lahir dari kombinasi kecepatan dan finishing dingin — ciri-ciri striker modern yang Herdman butuhkan.
Sandy Walsh dan Jens Raven turut mencatat nama di papan skor. Kedua pemain naturalisasi itu menunjukkan kemampuan membaca permainan yang matang. Walsh mencetak gol lewat tendangan jarak dekat setelah umpan silang, sedangkan Raven menutup skor dengan solo run dari sayap kanan. Variasi pencetak gol jadi bukti fleksibilitas serangan Indonesia.
Namun, statistik bola dikontrol 68% dan 18 tembakan ke gawang belum menjamin kelancaran di laga depan. Vietnam dikenal kompak di blok pertahanan dan mematikan di konter. Di laga uji coba pra-turnamen, Timnas kesulitan menembus pertahanan Vietnam U-23 meski menguasai bola. Itu gambaran tantangan yang menunggu di laga 3 Agustus nanti.
Jadwal Grup A memang dirancang bertahap. Setelah Kamboja, Indonesia akan menghadapi Timor Leste (31/7) sebelum laga puncak lawan Vietnam. Singapura menutup fase grup (7/8). Erick meminta tim tidak lengah meski lawan-lawannya dianggap lebih lemah. "Bukan berarti menganggap remeh Timor Leste atau Singapura," tegasnya.
Dari sisi taktis, Herdman menerapkan sistem 4-2-3-1 yang berubah jadi 3-4-3 saat menyerang. Dua bek sayap — Walsh dan Rizky Ridho — sering naik tinggi, menciptakan kelebihan numerik di sayap. Gelandang tengah Pratama Arhan dan Ivar Jenner mengatur tempo dengan passing pendek. Pola ini efektif lawan Kamboja, tapi Vietnam pasti akan menutup ruang di zona tengah.
Kinerja Mitchell Baker jadi sorotan tersendiri. Striker berpaspor Indonesia ini mencetak hattrick perdana di turnamen senior. Tiga golnya bermacam-variasi: tap-in, tendangan luar kotak penalty, dan finishing satu lawan satu. Jika ia mempertahankan form ini, Indonesia punya senjata tajam yang sulit diprediksi lawan.
Klasemen sementara menempatkan Indonesia di puncak dengan 3 poin, di atas Vietnam yang baru main nanti. Namun poin saja belum cukup. Selisih gol +4 jadi modal psikologis, tapi di AFF, laga lawan Vietnam sering diputarbalikkan oleh detail kecil — disiplin taktis, efisiensi set-piece, dan ketahanan mental di menit-menit kritis.
Ke depan, tim medis dan fisik jadi kunci. Jadwal padat tiga laga dalam seminggu berisiko cedera kelelahan. Herdman harus bijak memutar skuad lawan Timor Leste agar pemain utama fresh lawan Vietnam. Erick sendiri sudah berkoordinasi dengan staf medis PSSI memastikan fasilitas recovery optimal di hotel konzentrasi.
Bagi penggemar Indonesia, kemenangan 5-1 adalah awalan manis. Tapi sebagaimana pesan Erick: "Pertandingan melawan Vietnam itu yang bisa menjadi kunci." Sejarah, kualitas lawan, dan tekanan psikologis akan menguji apakah Timnas Indonesia versi 2026 benar-benar siap merebut gelar yang tertunda 12 tahun.