Petenis unggulan teratas, Taylor Fritz, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari ajang Eastbourne Championships. Keputusan ini sekaligus memupus harapan petenis asal Amerika Serikat tersebut untuk mencetak hat-trick atau gelar juara tiga kali berturut-turut dalam turnamen lapangan rumput ATP tersebut.
Pengumuman ini datang menyusul kabar serupa dari petenis unggulan kedua, Joao Fonseca asal Brasil, yang juga memutuskan untuk menarik diri dari kompetisi. Absennya dua pemain papan atas ini tentu memberikan dampak signifikan terhadap peta persaingan di turnamen pemanasan menjelang Grand Slam Wimbledon tersebut.
Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, Fritz menyampaikan penyesalan mendalamnya. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah berupaya menunggu hingga sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai untuk memastikan kondisi fisiknya, namun keputusan sulit untuk tetap mundur harus diambil demi pemulihan jangka panjang.
Fritz mengungkapkan bahwa turnamen Eastbourne memiliki makna emosional yang sangat mendalam baginya. Meskipun ia menyadari bahwa ini adalah langkah yang paling tepat untuk menjaga kebugarannya, atlet berusia 28 tahun ini mengakui bahwa situasi tersebut tetap menjadi pengalaman yang mengecewakan bagi dirinya dan para penggemar.
Sebagai petenis peringkat tujuh dunia, Fritz telah mencatatkan rekor impresif dengan memenangkan turnamen pemanasan Wimbledon ini sebanyak empat kali sepanjang kariernya. Karena rekam jejaknya yang mentereng di atas lapangan rumput, banyak pihak yang memprediksi ia akan menjadi salah satu penantang kuat di All England Club musim ini.
Performa Fritz sepanjang tahun ini memang menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten. Sebelum insiden pengunduran diri ini, ia sukses melaju hingga babak final di turnamen Halle dan Stuttgart, yang membuktikan bahwa kualitas permainannya di permukaan rumput tetap berada di level tertinggi dunia tenis profesional.