Shin Tae-yong tetap memegang prinsip ketat soal komposisi pemain inti Persija Jakarta meski Shayne Pattynama baru saja mencetak gol pembuka dalam kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Timor Leste pada laga pembukaan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7). Bek kiri berusia 26 tahun itu memang tampil cemerlang di sisi kiri pertahanan Garuda, namun sang pelatih menegaskan evaluasi internal klub berjalan di rel yang terpisah dari performa timnas.
"Oh ya, belum ada yang pasti semuanya," tegas Shin saat konferensi pers usai laga Persija mengalahkan PSMS Medan 4-1 di Grup B Piala Presiden 2026, Sabtu (1/8) di Surabaya. Eks pelatih kepala Timnas Indonesia itu menegaskan keputusan soal susunan utama baru dapat diambil setelah seluruh skuad berkumpul dan menjalani serangkaian latihan bersama di bawah pengawasan langsungnya.
Latar belakang keberatan Shin tidak terlepas dari sejarah musim lalu. Shayne yang diperkenalkan Persija pada paruh kedua Liga 1 2023/2024 justru kerap mengisi bangku cadangan. Dari 14 laga yang tersedia, ia hanya mulai sebagai pemain utama dalam enam pertandingan. Performa di timnas di bawah naungan Shin sendiri — yang melatih Garuda pada 2020-2024 — memang konsisten, namun sistem taktik klub dan timnas memiliki perbedaan fundamental yang menurut Shin butuh penyesuaian ulang.
Persija musim ini menghadapi dinamika skuad yang cukup signifikan. Beberapa pemain senior seperti Rizky Ridho, Marc Klok, dan Hanif Sjahbandi telah berpindah, sementara rekrutan baru seperti Gustavo França dan Allano masih dalam tahap adaptasi. Shin mengakui kondisi fisik setiap pemain berfluktuasi harian, sehingga penilaian statis berdasarkan satu pertandingan timnas justru berbahaya bagi keseimbangan tim jangka panjang.
"Jadi kita harus berkumpul semuanya dan harus ada latihan dan kita baru bisa lihat juga siapa pemain yang bisa menyesuaikan taktik," ujar Shin. Ia menambahkan bahwa flektibilitas taktis menjadi kunci. Persija di bawah Shin cenderung menerapkan sistem 4-2-3-1 yang bertransformasi menjadi 3-4-3 saat menyerang, membutuhkan bek sayap dengan stamina tinggi dan kemampuan membaca permainan secara vertikal — kualitas yang harus dibuktikan di latihan harian, bukan hanya 90 menit di panggung internasional.
Kondisi Shayne sendiri memang layak diapresiasi. Gol yang dicetaknya ke gawang Timor Leste lahir dari gerakan overlapping yang tajam di menit ke-12, menuntaskan umpan silang Rafael Struick dari sayap kanan. Statistik pertandingan mencatat Shayne menyelesaikan 89% passing, mencatat dua intercept, dan menangkap 5 dari 7 duel tanah. Angka-angka ini melebihi rata-rata performanya di Liga 1 musim lalu yang hanya 78% akurasi passing dengan 1,2 intercept per 90 menit.
Namun, persaingan di posisi bek kiri Persija musim ini ketat. Ryo Fujii yang direkrut dari Gamba Osaka memiliki pengalaman bermain di J1 League Jepang, sedangkan pemain muda seperti Resa Aditya dan Alfriyanto Nico mulai menunjukkan kemajuan di tim pengembangan. Shin dikenal tidak memihak senioritas; musim 2022/2023 ia pernah menurunkan bek andalan Ryuji Utomo ke bangku cadangan demi kecocokan taktis.
Di sisi lain, keputusan Shin juga memengaruhi dinamika ruang ganti. Shayne merupakan salah satu pemimpin informal di skuad bersama Andritany Ardhiyanto dan Rizky Ridho (sebelum pindah). Menyingkirkan nama besar tanpa alasan teknis yang jelas berisiko merusak kohesi tim. Oleh karena itu, Shin menekankan proses evaluasi yang transparan: "Ya, dan pasti akan berbeda-beda juga maksudnya kondisi ya, kondisi para pemain setiap hari."
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Shin sejak memimpin Persija awal 2025. Ia membangun budaya di mana tidak ada pemain yang "terlalu besar" untuk duduk di bangku cadangan. Musim lalu, bahkan kapten tim Andritany pernah dijadikan opsi cadangan di beberapa laga krusial demi rotasi fisik. Konsistensi prinsip ini yang membuat pemain-pemain senior menghormati keputusan pelatih meski terkadang mengecewakan.
Proyeksi ke depan, Persija memiliki jadwal padat sebelum Liga 1 2025/2026 bergulir. Turnamen Piala Presiden 2026 berlangsung hingga pertengahan Agustus, diikuti uji coba internasional melawan klub Thailand dan Vietnam. Shin memanfaatkan momentum ini untuk menguji berbagai variasi formasi. Shayne kemungkinan besar akan mendapat kesempatan start di beberapa laga uji coba, namun posisi finalnya akan ditentukan oleh akumulasi data latihan, bukan satu momen gemilang di Chonburi.
Bagi Shayne, situasi ini bukan hal baru. Kariernya di Viking FK Norwegia dan KAS Eupen Belgia juga penuh persaingan ketat. Mentalitas profesional yang dibangun di Eropa membuatnya terbiasa menghadapi ketidakpastian. Wawancara terbarunya dengan media klub menunjukkan sikap tenang: "Saya fokus pada latihan hari ini. Kalau pelatih butuh saya main, saya siap. Kalau tidak, saya dukung teman satu tim dari pinggir lapangan."
Kesimpulan Shin menutup spekulasi media soal jaminan posisi berbasis performa timnas. Pesannya jelas: Persija bukan proyek timnas, dan kebijakan rotasi berbasis data akan tetap menjadi landasan. Bagi penggemar Macan Kemayoran, ini sinyal positif — pelatih yang menolak kompromi demi hasil instan justru membangun fondasi tim yang lebih tangguh untuk musim panjang di hadapan.