Semen Padang resmi memasang target juara di Liga 2 musim 2026-27. Mereka meluncurkan jersey baru dan skuad kompetitif di depan suporter yang antusias.
Diluncurkan di kawasan Alam Sutera, Tangerang, jersey kandang mengusung warna merah dengan motif kuning dan hitam. Sementara jersey tandang memakai kombinasi biru muda, kuning, dan putih. Desain ini merujuk pada warna tradisional Minangkabau.
Stok jersey langsung habis ludes. Suporter yang hadir memberi respons positif terhadap kedua desain tersebut.
Setelah terdegradasi dari Liga 1 karena finis 17 dari 18 tim, klub ini semangat bangkit. Mereka ingin kembali ke kasta tertinggi dengan status juara.
Presiden Andre Rosiade yakin dengan skuad yang ada. Namun, ia menekankan pentingnya optimalisasi oleh pelatih dan tim.
"Kami yakin di atas kertas kami bisa juara. Tinggal bagaimana Coach Nil dan tim meracik strategi," ujar Andre.
Dia menegaskan semua tim Liga 2 dianggap lawan serius. Setiap partai akan dilawan dengan serius penuh.
"Semua klub punya semangat sama ingin menang. Kami semua lawan berat," tambahnya.
Nil Maizar kembali dilantik sebagai pelatih. Ini sudah ketiga kalinya ia memegang tuts ini, setelah 2010 dan 2016.
Skuad musim ini mencapai 35 pemain. Termasuk rekrutan Stefano Lilipaly, Rezaldi Hehanussa, dan Ilija Spasojevic.
Markas kali ini pindah ke Stadion Patriot Candrabhaga. Pekan pembuka berlangsung 13 September saat tamu ke Parsiraja Banda Aceh.
Satu minggu kemudian, tim ini menjamu PSIS Semarang di Stadion Patriot.
Ambisi juara ini tidaklah baru bagi Semen Padang. Tapi, tekanan akan lebih besar setelah degradasi tahun lalu.
Skuad anyar dan manajemen yang konsisten memberi harapan kuat. Apakah strategi Nil Maizar cukup untuk meraih gelar?
Kompetisi Liga 2 musim ini diharapkan lebih ketat. Banyak klub yang juga memperkuat skuadnya.
Ini akan menjadi ujian nyata bagi Semen Padang untuk membuktikan komitmennya.