Mohamed Salah tidak membutuhkan waktu lama untuk membuktikan keputusannya memulai laga sebagai starter pertama kali di Liga Turki. Di Papara Park, Trabzon, Raja Mesir itu mencetak dua gol yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri — yang pertama memanfaatkan kesalahan kiper lawan, yang kedua lahir dari gerakan cut-in khasnya dari sayap kanan. Kemenangan 2-1 atas Istanbul Basaksehir bukan hanya memberikan tiga poin pertama bagi Trabzonspor musim ini, tapi juga menegaskan bahwa investasi besar klub biru-biru itu mulai memberikan pulangan.
Laga pekan kedua ini berlangsung sangat berbeda dari debut pekan lalu saat Trabzonspor diimbangi Kasimpasa 1-1 dengan Salah hanya duduk di bangku cadangan. Pelatih Shota Arveladze memutuskan memasukkan nama Salah ke susunan utama, dan keputusan itu terbukti tepat sejak menit kesepuluh. Kiper Basaksehir, Muhammed Sengezer, gagal mengamankan bola yang seharusnya rutinitas, dan Salah dengan insting penyerang berpengalaman langsung menyambar peluang itu — menembak melewati tiga pemain bertahan hingga bola berguling ke gawang kosong.
Kelebihan satu gol tidak bertahan lama. Eldor Shomurodov, bekas striker Roma dan Genoa, menyamakan kedudukan di menit ke-34 dengan finishing yang tenang di kotak penalti. Tendangan sudut yang tidak terlalu berbahaya tiba-tiba berubah jadi gol setelah pertemuan kepala Shomurodov mengalahkan kiper Trabzonspor, Ugurcan Cakir. Skor 1-1 bertahan hingga jeda, dan suasana di kandang sempat tegang mengingat Trabzonspor belum pernah kalah dari Basaksehir di markas sendiri sejak musim 2019/2020.
Tiga menit setelah istirahat, Salah kembali menampilkan aksi yang sudah jadi trademark-nya sejak masa Liverpool. Menerima umpan di sisi kanan, ia menarik ke tengah melewati dua pemain, menciptakan ruang, lalu melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh kiper Sengezer. Bola masuk dengan kecepatan tinggi, tidak memberi kesempatan bagi kiper Basaksehir untuk meraih. Gol kedua itu menjadi penentu, dan sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Trabzonspor di pekan pembukaan.
Secara statistik, performa Salah di laga ini sulit dikritik. Ia mencatatkan lima tembakan total, empat di antaranya on target, dan menciptakan enam peluang bagi rekan tim — angka tertinggi di lapangan. Namun, penampilan sempurna itu ternodai kartu kuning di menit ke-78 setelah wasit menganggapnya melakukan simulasi saat digulingkan Emin Bayram di kotak penalti. Replay TV menunjukkan kontak fisik yang jelas, tapi keputusan wasit tetap. Selain itu, dua gol potensial lainnya dibatalkan oleh VAR karena posisi impedin tipis.
Kemenangan ini menempatkan Trabzonspor di posisi empat besar klasemen sementara dengan empat poin dari dua laga. Lebih dari sekadar poin, performa Salah memberikan sinyal positif bagi proyek jangka panjang klub yang didanai kuat oleh sponsor Papara. Musim lalu, Trabzonspor finis ketiga dan gagal lolos ke Liga Champions setelah kalah di playoff. Kehadiran Salah, bersama rekrutan lain seperti Stefan Savic dan Nicolas Pepe, ditujukan untuk mengejar gelar juara yang sudah lama tidak diraih sejak 2022.
Sejarah mencatat Salah menjadi pemain Mesir ketiga yang mencetak gol untuk Trabzonspor setelah Abdel-Aziz dan Mahmoud Trezeguet. Lebih menarik, ia juga jadi pemain asing pertama dalam sejarah Liga Turki yang dua kali membobol gawang Basaksehir dalam satu musim — meski baru pekan kedua. Statistik ini memperkuat narasi bahwa Liga Turki kini menjadi tujuan pemain berbintang dari liga besar Eropa, bukan lagi liga pensiunan semata.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kehadiran Salah di Trabzonspor memiliki makna khusus. Banyak warganet Indonesia yang mulai mengikuti Liga Turki sejak era Trezeguet, dan kini aliran penggemar itu semakin membesar. Tayangan laga Trabzonspor di platform streaming lokal mengalami lonjakan signifikan. Hal ini juga membuka peluang komersial bagi klub Indonesia yang ingin menjalin kerja sama branding atau academy dengan klub Turki yang kini memiliki eksposur global lebih besar.
Di sisi taktis, Arveladze tampak menemukan formulasi yang cocok. Salah diberi kebebasan bergerak di koridor kanan hingga tengah, didukung oleh Pepe di kiri dan playmaker di tengah seperti Abdulkadir Omur. Sistem 4-2-3-1 ini memungkinkan Salah untuk sering memasuki area berbahaya tanpa terikat tugas defensif berat. Lawan-lawatn selanjutnya akan kesulitan mengunci Salah jika Trabzonspor mempertahankan variasi serangan ini.
Tantangan besar menanti di pekan ke-3: Trabzonspor akan berangkat ke markas Galatasaray, tim yang baru saja merekrut Victor Osimhen dan Mauro Icardi. Laga itu akan menjadi uji nyata apakah kemenangan atas Basaksehir hanyalah momentum sesaat, atau memang tanda awalan dominasi Trabzonspor musim ini. Salah sendiri menargetkan minimal 15 gol liga — angka yang realistis mengingak intensitas Liga Turki yang lebih rendah dibanding Premier League.
Kesimpulan sementara jelas: Salah belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa meski berusia 34 tahun. Dua gol, enam peluang diciptakan, dan dominasi statistik ofensif membuktikan bahwa keputusannya menolak perpanjangan kontrak Liverpool dan memilih proyek baru di Turki bukan langkah mundur, melainkan babak baru yang masih penuh ambisi. Liga Turki musim ini resmi punya bintang paling bersinar di matchday kedua.