Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani harus menyerah di tangan pasangan Inggris Ben Lane dan Sean Vendy pada babak 16 besar China Open 2026. Laga yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis (23/7) pagi WIB berakhir dengan skor 18-21, 12-21 setelah 42 menit pertarungan.
Kekalahan ini membuat representasi ganda putra Indonesia di turnamen Super 1000 ini menyisakan dua pasangan saja. Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri serta Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin masih berpeluang melanjutkan perjuangan saat menjalani laga masing-masing pada siang hingga sore hari yang sama.
Gim pertama berlangsung sangat ketat dengan kedua pasangan saling mengejar poin. Pada posisi 5-5, Lane dan Vendy mulai menggandeng kendali lewat serangannya yang tajam. Pasangan Inggris itu memaksa Sabar dan Reza melakukan pengembalian tanggung hingga berhasil membuka celah 9-11 saat interval. Meskipun sempat mengejar hingga 18-20, sebuah pengembalian Sabar yang tersangkut net mengakhiri gim pertama dengan keunggulan 21-18 untuk lawan.
Masuk gim kedua, tekanan mental tampak mulai menggerogoti permainan Sabar dan Reza. Pasangan muda Indonesia kesulitan menemukan ritme saat Lane dan Vendy mempertahankan agresivitas mereka. Kesalahan-kesalahan tak terpaksa mulai muncul dari sisi Indonesia, memungkinkan lawan membuka jarak 8-11 pada jeda gim kedua.
Strategi Lane dan Vendy yang konsisten menyerang area net dan memaksa pertukaran cepat justru melumpuhkan gerak Sabar dan Reza. Beberapa kali smash keras dari pasangan Inggris langsung mengakhiri rali, sementara Indonesia terpaksa bermain defensif. Tanpa ada titik terang untuk membalikkan situasi, gim kedua berakhir cepat 21-12.
Kinerja Sabar dan Reza di China Open kali ini sebenarnya cukup memuaskan sebelum berhenti di 16 besar. Mereka berhasil lolos kualifikasi dan menumbangkan pasangan China di babak pertama, menunjukkan kemampuan bersaing di level turnamen bergengsi ini. Kekalahan dari pasangan Inggris yang berpengalaman dan menduduki peringkat 15 dunia ini menjadi pembelajaran berharga.
Dengan gugurnya Sabar dan Reza, beban harapan Indonesia kini ada di pundak Fajar dan Fikri serta Raymond dan Nikolaus. Fajar dan Fikri sebagai pasangan senior dan juara dunia 2023 diharapkan mampu memberikan performa stabil. Sementara Raymond dan Nikolaus, pasangan muda yang naik daun, berpeluang membuktikan kualitas mereka di panggung besar.
China Open 2026 menjadi turnamen Super 1000 pertama dalam musim ini yang menampilkan sejumlah pasangan Indonesia di ganda putra. Hasil ini akan menjadi acuan evaluasi bagi tim pelatih PBSI dalam menentukan komposisi pasangan menuju kejuaraan dunia dan Asian Games mendatang. Kedalaman baki ganda putra Indonesia diuji di turnamen ini.
Lane dan Vendy sendiri akan melanjutkan perjuangan di perempat final melawan pemenang laga antara pasangan China dan Malaysia. Performa konsisten mereka di babak 16 besar menegaskan status sebagai ancaman serius bagi pasangan-pasangan Asia di turnamen ini.
Bagi Sabar dan Reza, fokus selanjutnya akan dialihkan ke turnamen berikutnya dalam jadwal BWF World Tour. Pasangan yang dibentuk sejak 2023 ini butuh waktu terbang lebih banyak untuk mengasah kemampuan bermain di bawah tekanan, terutama saat menghadapi lawan berpengalaman di babak-babak kritis.
PBSI melalui tim pelatih ganda putra diprediksi akan mengevaluasi video laga ini secara mendalam. Aspek mental, variasi stroke, dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi area yang perlu diperbaiki agar Sabar dan Reza bisa naik level di kompetisi internasional tingkat tinggi.