Olahraga

Ronaldo Isyarat Pensiun: Musim Ini Kemungkinan Terakhir di Al-Nassr

Ringkasan

  • Cristiano Ronaldo mengakui musim ini kemungkinan besar menjadi musim terakhir karirnya setelah 25 tahun bermain profesional, saat wawancara dengan Vogue usai pernikahannya dengan Georgina Rodriguez.

Cristiano Ronaldo menegaskan bahwa musim 2024-2025 kemungkinan besar menjadi babak penutup perjalanan 25 tahunnya di lapangan hijau. Pernyataan itu disampaikan bintang Portugal berusia 41 tahun tersebut dalam wawancara eksklusif dengan majalah Vogue yang diterbitkan awal pekan ini, tepat setelah ia mengikat ikatan pernikahan dengan Georgina Rodriguez pada Selasa lalu.

Sang kapten timnas Portugal yang kini membela Al-Nassr di Liga Pro Saudi Arabia menyadari bahwa sepak bola akan meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya. "Sepak bola bisa meninggalkan lubang besar, jadi kamu harus mengisi waktumu dengan berbagai cara, bukan hanya satu," ujar Ronaldo. Ia merencanakan masa depan yang berfokus pada keluarga, traveling, serta olahraga padel yang ia gemari.

Prestasi Ronaldo tak perlu diragukan lagi. Lima kali Ballon d'Or, lima kali juara Liga Champions, dan gelar liga di empat negara berbeda — Inggris, Spanyol, Italia, dan Saudi Arabia — menghiasi karirnya. Ia juga mencatatkan nama sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional pria. Di Al-Nassr saja, ia telah menghabiskan hampir empat tahun sejak pindah dari Manchester United pada Januari 2023.

Kontrak Ronaldo dengan Al-Nassr masih tersisa satu musim. Klub berbasis Riyadh itu membuka pertahanan gelar Liga Pro Saudi melawan Al Fateh akhir pekan lalu, namun Ronaldo tidak turun ke lapangan. Ia memilih menonton dari tribun sambil menemani keluarga, gambaran visual yang menguatkan narasi transisi peran dari pemain ke penonton.

Jarak 24 gol lagi menunggu Ronaldo untuk menyentuh angka 1.000 gol senior karir — milestone yang belum pernah dicapai pemain lain. Target itu realistis mengingat ia masih mencetak 44 gol di musim lalu di semua kompetisi. Namun, usia 41 tahun dan beban fisik yang menumpuk membuat keputusan pensiun semakin mendesak.

Perbandingan dengan Lionel Messi tak terhindarkan. Rival seumur hidupnya yang kini berusia 37 tahun dan membela Inter Miami di MLS baru-baru ini juga mengakui ketidakpastian soal kapan ia akan menggantung sepatu. Keduanya menghadapi World Cup 2026 dengan skenario berbeda: Messi membawa Argentina ke final 2022, sementara Portugal Ronaldo tersingkir di 16 besar.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, era Ronaldo-Messi telah mewarnai dua dekade penuh. Ribuan anak muda di Jakarta, Surabaya, hingga Makassar tumbuh meniru gaya bermain keduanya — dari tendangan bebas knuckleball Ronaldo hingga dribel Messi. Kepergian keduanya menandai akhir era "GOAT debate" yang memecah komunitas sepak bola global termasuk di Nusantara.

Liga Pro Saudi sendiri merasakan dampak komersial kedatangan Ronaldo. Penjualan tiket, merchandise, dan langganan streaming melonjak sejak Januari 2023. Kepergiannya nanti akan menguji apakah liga tersebut mampu mempertahankan daya tarik global tanpa bintang paling berpengaruhnya. Beberapa klub Indonesia seperti Persib dan Persija pernah melakukan kunjungan promosi ke Saudi, membuka peluang kerja sama yang bisa berlanjut pasca-Ronaldo.

"Saya sudah memetakan masa depanku sepenuhnya," tegas Ronaldo di wawancara itu. Ia menyebutkan bisnis CR7, investasi hotel, dan akademi sepak bola sebagai pilar kehidupan pasca-pensiun. Model transisi ini mirip dengan yang dilalui David Beckham atau Zlatan Ibrahimovic — mengubah brand personal menjadi ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Pelatih Al-Nassr, Stefano Pioli, belum memberikan komentar resmi soal peran Ronaldo musim ini. Namun, manajemen klub dikabarkan sudah menyiapkan skenario rekrutmen bintang baru sebagai pengganti jangka panjang. Nama-nama seperti Mohamed Salah atau Son Heung-min sempat dikaitkan dengan pindahan ke Liga Pro Saudi, meski belum ada kepastian.

Masa depan sepak bola Portugal juga menarik perhatian. Tanpa Ronaldo, beban pencetak gol akan jatuh ke Rafael Leão, Gonçalo Ramos, atau João Félix. Roberto Martínez, pelatih timnas, harus membangun sistem yang tidak bergantung pada satu individu — tantangan yang serupa dengan yang dihadapi Argentina pasca-Messi nanti.

Untuk industri olahraga Indonesia, pensiun Ronaldo menjadi momentum refleksi. Apakah liga dan klub domestik sudah siap menciptakan naratif bintang sendiri yang bisa menginspirasi generasi muda? Era media sosial memungkinkan pemain lokal membangun personal brand seperti Ronaldo, namun butuh konsistensi prestasi dan manajemen profesional yang selama ini jadi PR rumah tangga sepak bola Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Pensiun Ronaldo menutup era dominasi duo GOAT yang mewarnai sepak bola global dua dekade. Bagi Indonesia, ini momentum evaluasi: apakah liga domestik sudah punya naratif bintang sendiri yang bisa menginspirasi generasi muda? Dampak komersial ke Liga Pro Saudi juga jadi teladan bagi pengelola Liga 1 soal memanfaatkan bintang veteran untuk menarik investasi dan penonton global.

Sumber Asli
BBC Sport
Tanggal
16 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit