Penyerang Inter Miami asal Meksiko, German Berterame, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kejadian mengerikan dalam pertandingan MLS melawan CF Montreal di Saputo Stadium, Minggu (26/7/2026) WIB. Pada menit ke-70, Berterame terlibat duel udara dengan bek Montreal Efrain Morales dan langsung ambruk tidak sadarkan diri setelah benturan keras dari belakang.
Kepanikan sempat melanda area pertandingan. Petugas medis segera masuk lapangan memberikan pertolongan pertama, dan ambulans pun dikerahkan hingga masuk ke dalam lapangan untuk mengevakuasi Berterame. Ia digantikan oleh Preston Plambeck.
Insiden tersebut juga berbuah penalti untuk Inter Miami setelah wasit menilai Morales melanggar. Luis Suarez maju sebagai eksekutor dan sukses mencetak gol kemenangan 1–0. Hasil ini membawa Inter Miami tetap bercokol di peringkat kedua klasemen MLS dengan 37 poin, hanya berjarak dua angka dari pemuncak klasemen Nashville yang mengoleksi 39 poin.
Berterame merupakan rekan setim Lionel Messi di Inter Miami dan kerap menjadi andalan di lini depan, terutama saat Messi belum bergabung penuh. Messi sendiri tengah berlibur usai tampil di Piala Dunia 2026. Cedera Berterame menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Inter Miami yang sedang bersaing di papan atas.
Kabar baik datang dari klub tak lama setelah pertandingan. Inter Miami merilis pernyataan resmi yang menyebut Berterame dalam kondisi baik dan sudah sadarkan diri. Ia sempat menjalani observasi di Montreal General Hospital dan akhirnya diperbolehkan pulang.
Inter Miami turut merinci cedera yang dialami Berterame: bahu kiri dan hidung mengalami benturan keras. Staf medis klub akan memantau proses pemulihannya, dan jadwal kembali ke lapangan akan ditentukan berdasarkan progres yang dicapai. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
Kehilangan Berterame untuk sementara menjadi pukulan bagi Inter Miami. Namun kemenangan atas Montreal membuktikan tim tetap kompetitif. Nama seperti Luis Suarez dan Jordi Alba masih bisa diandalkan, meski absennya Berterame mengurangi opsi serangan yang dimiliki pelatih Guillermo Hoyos.
Dari aspek medis, insiden ini menunjukkan pentingnya protokol penanganan cedera kepala. MLS memiliki standar yang baik dengan respons cepat tim medis dan ketersediaan ambulans di lapangan. Ini menjadi contoh bagi liga lain untuk memastikan keselamatan pemain menjadi prioritas di setiap pertandingan.
Di Indonesia, kasus pemain tidak sadarkan diri di lapangan juga pernah terjadi, tetapi respons medis sering kali belum optimal. Banyak stadion belum memiliki akses ambulans langsung ke lapangan. Insiden Berterame diharapkan mendorong PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengevaluasi standar keselamatan pertandingan.
Lebih jauh, pelatih dan pemain di Indonesia perlu diedukasi tentang protokol gegar otak. Jika pemain mengalami benturan keras di kepala, jangan langsung dibiarkan melanjutkan pertandingan. MLS telah menerapkan aturan ketat, sementara di Indonesia masih sering diabaikan. Ke depannya, regulasi ini harus ditegakkan untuk melindungi kesehatan pemain.
Berterame diprediksi akan menjalani pemulihan dalam beberapa pekan. Inter Miami masih memiliki peluang besar bersaing di papan atas MLS, dan kehadiran Berterame tentu akan sangat berarti. Pelatih Guillermo Hoyos harus pintar memutar skuad untuk menutupi absennya sang penyerang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sepak bola adalah olahraga fisik dengan risiko tinggi. Keselamatan pemain harus menjadi prioritas mutlak. Semoga Berterame segera pulih dan kembali menghibur penggemar sepak bola dunia.