Kemenangan dramatis itu menjadi bukti ketahanan mental tim yang kini dilatih Jose Mourinho. Setelah tertinggal cepat dan sempat tersandung imbang 1-1 hingga babak pertama berakhir, perubahan personel di menit ke-64 dan ke-80 membalikkan momentum. Kedua gol Madrid dicetak oleh pemain yang memiliki peran berbeda — Jude Bellingham membuka keunggulan, sementara Carlos Espi, yang baru masuk sebagai pengganti, menutup laga dengan aksi individual yang tajam.
Gol pembuka terealisasikan sejak menit ke-9 melalui kolaborasi Arda Guler dan Bellingham. Tendangan bebas Guler dari sayap kanan menemukan kepala Bellingham di tengah kotak penalti, dan sundulan mantapnya tak bisa dihalau Marko Dmitrovic. Madrid tampak menguasai tempo awal, namun kegelisahan di lini belakang memunculkan celah yang dimanfaatkan Espanyol.
Alex Calatrava Torrado menyamakan kedudukan di menit ke-38 usai kombinasi pendek tim tuan rumah. Javier Hernandez menemukan ruang di kotak penalti dan mengumpan ke Calatrava yang bebas dari pengawalan. Tembakan kaki kiri dari jarak dekat menembus gawang Thibaut Courtois. Gol itu mengubah suasana laga — Espanyol bermain lebih percaya diri, sementara Madrid terkesan kesal dan tergesa-gesa.
Mourinho tidak diam. Di menit ke-64, ia memasukkan Marc Cucurella dan Yan Diomande untuk memperlebar sayap dan menambah kecepatan transisi. Lalu di menit ke-80, Trent Alexander-Arnold, Carlos Espi, dan Eduardo Camavinga turun ke lapangan. Pergantian massal itu bukan sekadar rotasi — ia mengubah struktur tim dari 4-3-3 menjadi lebih mirip 3-4-3 saat menyerang, dengan Alexander-Arnold bebas bergerak ke tengah dan Espi mengancam dari sayap kiri.
Keputusan itu membuahkan hasil di menit ke-90. Kylian Mbappe menerobos ke kotak penalti dari sisi kiri, namun bola melenceng jauh dari kendaliannya. Espi yang mengikutinya tidak menyerah — ia mengejar bola, melewati Dmitrovic yang sudah keluar mengepung, dan menceploskan bola ke gawang kosong dengan sanglap. Wasit tidak ragu mengakui gol itu sah, meski ada protes ringan dari pemain Espanyol soal posisi Mbappe yang diduga offside saat awal aksi.
Kemenangan ini signifikan bagi proyek Mourinho musim kedua. Musim lalu, Madrid gagal merebut gelar La Liga dan tersingkap dini di Liga Champions. Rekrutan musim panas — termasuk Alexander-Arnold bebas transfer dari Liverpool dan Espi dari klub Brasil — ditujukan untuk memperbaiki kedalaman skuad. Gol Espi, pemain yang baru bergabung dua minggu lalu, menjadi validasi awal bahwa strategi transfer berjalan sesuai rencana.
Bagi Espanyol, kekalahan ini terasa pahit. Tim pelatih Manolo Gonzalez bermain dengan disiplin taktis 90 menit, menutup ruang dengan baik, dan bahkan berani menyerang terbalik. Calatrava, pemain akademi berusia 21 tahun, mencetak gol pertamanya di La Liga — tonggak karir yang sayang tercoreng kekalahan. Tuan rumah tetap berada di zona aman klasemen, namun harus memperbaiki ketahanan di menit-menit akhir.
Dari sudut pandang liga, hasil ini mengirim sinyal awal: Madrid tidak akan menyerahkan gelar tanpa pertarungan. Barcelona dan Atletico Madrid yang masing-masing menang di laga pembukaan minggu lalu kini memiliki lawan yang sudah berpoin penuh. Perlawanan klasik El Clásico pekan ke-7 Oktober nanti akan menjadi uji nyata bagi sistem Mourinho yang masih dalam tahap penyamaran.
Di Indonesia, tayangan laga ini disiarkan langsung oleh beIN Sports dan platform streaming Vidio, menarik perhatian ribuan penggemar yang terjaga hingga dini hari. Komunitas Madridista Indonesia di media sosial merayakan gol Espi dengan hashtag #HalaMadrid yang trending topik nasional selama dua jam. Partisipasi digital ini menunjukkan basis penggemar La Liga di Indonesia tetap kuat, meski jam tayang tidak ramah.
Langkah selanjutnya Madrid adalah laga kandang melawan Real Betis pekan depan. Mourinho diharapkan akan mempertahankan kerangka tim yang menang, namun rotasi tetap diperlukan mengingat jadwal padat Liga Champions dimulai September. Espi yang mencetak gol debut impian kini punya modal kuat untuk merebut posisi utama, menciptakan kompetisi sehat dengan Rodrygo dan Brahim Diaz di sayap. Bagi Espanyol, fokus beralih ke kunjungan ke Villarreal — laga di mana mereka harus membuktikan performa hari ini bukan kebetulan.