Sepakbola

Elkan Baggott Kenang Lolos 16 Besar Piala Asia 2023 Sebagai Momen Terindah Bersama Timnas

Ringkasan

  • Bek Millwall FC Elkan Baggott menunjuk kualifikasi ke babak 16 besar Piala Asia 2023 sebagai kenangan paling membekas selama membela Timnas Indonesia sejak debut 2021.

Elkan Baggott membuka hati soal perjalanan karier internasionalnya dalam wawancara terbaru dengan Southwark News. Pemain berpostur 196 sentimeter itu telah mencatat 27 penampilan bersama Garuda sejak debut November 2021, namun hanya satu momen yang dia anggap paling istimewa.

Kualifikasi ke fase gugur Piala Asia 2023 di Qatar menjadi jawaban tegas saat ditanya tentang memori favorit. "Itu merupakan kali pertama kami melaju ke babak knockout," ucap Baggott. Prestasi itu memang historis karena Timnas Indonesia belum pernah menembus 16 besar sejak format diperluas, menjadikannya tonggak baru bagi sepak bola nasional.

Latar belakang pencapaian itu tak terlepas dari kerja keras tim di bawah asuhan Shin Tae-yong. Di fase grup, Indonesia mengumpulkan empat poin dari hasil imbang dengan Vietnam, kalah tipis dari Iraq, dan menaklukkan Yemen. Poin yang dikumpulkan cukup untuk mengantarkan tim ke fase 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, menghadapi Australia yang kemudian mengakhiri perjalanan Garuda.

Selain momen Piala Asia, Baggott juga menyoroti laga persahabatan melawan Argentina Juni 2023. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno itu menghadapi juara dunia 2022 penuh bintang seperti Lionel Messi dan Angel Di Maria. "Kami adalah lawan pertama atau kedua mereka pasca Piala Dunia. Itu pengalaman hebat," kenangnya. Meski kalah 0-2, penampilan solid lini belakang termasuk Baggott mendapat apresiasi.

Kedua momen itu merepresentasikan dua sisi perkembangan Timnas: pencapaian kompetitif di turnamen resmi dan pengakuan internasional melalui laga lawan tim elite dunia. Bagi pemain naturalisasi seperti Baggott, momen-momen itu memperkuat ikatan emosional dengan bendera Merah Putih yang ia bela.

Perjalanan Baggott ke Millwall FC menandai babak baru usai masa sulit di Ipswich Town. Di musim 2025/2026, manajemen The Tractor Boys menempatkannya sebagai pilihan keempat bek tengah. "Di awal tahun saya diberi tahu akan jadi bek tengah pilihan keempat. Mungkin hanya main 6 sampai 10 pertandingan hingga musim berakhir," ungkapnya dengan jujur.

Kondisi itu memicu keputusan pindah ke klub London yang bersaing di Championship. Millwall menawarkan peluang main lebih teratur, hal yang krusial bagi pemain usia 23 tahun yang masih dalam masa pengembangan fisik dan mental. Pergerakan ini juga sejalan dengan kebutuhan Timnas Indonesia yang butuh pemain inti dalam kondisi prima menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dari perspektif sepak bola Indonesia, keputusan Baggott berpindah ke klub yang memberikan menit bermain konsisten adalah berita baik. Bek timnas butuh ritme pertandingan tinggi untuk menjaga tajamnya saat membela bendera negara. Di usia 23 tahun dengan 27 capaian, ia sudah menjadi pilar pertahanan namun masih punya ruang perkembangan besar.

Faktanya, postur 196 cm Baggott jadi keunggulan di duel udara, baik defensif maupun ofensif pada bola mati. Kemampuan bermain dengan kaki kiri juga menambah variasi bangun serangan dari belakang. Keberadaannya di liga kedua Inggris yang fisik dan cepat akan melatih ketahanan mental dan fisiknya.

Sementara itu, Timnas Indonesia sendiri sedang mempersiapkan putaran ketiga kualifikasi Piala Asia 2027 serta jalur ke Piala Dunia 2026. Kehadiran Baggott yang fit dan berritme jadi aset vital bagi pelatih Patrick Kluivert. Pengalaman bermain di Championship akan memperkaya daya baca permainan dan kepemimpinan di lini belakang.

Melihat ke depan, pergerakan karier Baggott jadi indikator bagaimana pemain naturalisasi mengelola karir klub demi kepentingan timnas. Pilihannya menolak jadi cadangan di Premier League demi menit bermain di Championship menunjukkan komitmen jangka panjang. Bagi penggemar Indonesia, ini sinyal positif: pemain inti memprioritaskan kesiapan fisik untuk merah putih.

Jika Baggott konsisten tampil di Millwall, Indonesia punya bek andal yang siap menghadapi tantangan kualifikasi mendatang. Kombinasi pengalaman Piala Asia, laga lawan Argentina, dan musim penuh di Championship membentuk profil pemain yang matang di usia muda. Momen terindah yang dia kenang bisa jadi cikal bakal kenangan baru yang lebih gemilang.

Mengapa Ini Penting

Keputusan Baggott pindah ke Millwall demi menit bermain konsisten menunjukkan komitmen serius terhadap karir internasional. Bagi Timnas, ketersediaan bek andal yang fit dan beritme di liga kompetitif seperti Championship sangat menentukan nasib kualifikasi Piala Dunia 2026. Pergerakan ini juga jadi teladan bagi pemain naturalisasi lain: prioritas utama adalah kesiapan fisik untuk merah putih, bukan prestige liga besar tanpa waktu main. Jika Baggott berkembang di Millwall, Indonesia punya fondasi pertahanan yang siap menghadapi lawan Asia tingkat atas.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
22 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit