Real Madrid harus berjuang keras hingga detik-detik terakhir untuk meraih kemenangan perdana musim ini. Di hadapan penonton penuh di RCDE Stadium, Barcelona, Los Blancos tertunda dulu usai gol Alex Calatrava Torrado menyamakan kedudukan 1-1 di babak pertama. Kemenangan 2-1 tersebut dicatat sebagai awal yang dramatis bagi tim yang kini dilatih Jose Mourinho.
Gol pembuka tiba cepat pada menit ke-9 melalui kolaborasi Arda Guler dan Jude Bellingham. Tendangan bebas Guler dari sayap kanan menemukan kepala Bellingham yang melompat tinggi di tengah kerumunan penunggu gawang. Kepala Bellingham itu tak memberikan kesempatan bagi kiper Marko Dmitrovic untuk bereaksi, membuka keunggulan awal bagi tamu.
Keunggulan itu tak bertahan lama. Espanyol, yang bermain dengan semangat tinggi di kandang sendiri, berhasil menyamakan skor melalui aksi Alex Calatrava Torrado. Striker muda itu lolos dari pengawalan pertahanan Madrid saat menerima umpan tembus Javier Hernandez di kotak penalti, lalu menembak kaki kiri dari jarak dekat yang tak terjangkau Thibaut Courtois.
Babak kedua berlangsung dengan dominasi Madrid yang mencoba memecah benteng pertahanan Espanyol. Mourinho melakukan rotasi masif dengan memasukkan Marc Cucurella dan Yan Diomande pada menit ke-64, diikuti Trent Alexander-Arnold, Carlos Espi, dan Eduardo Camavinga sepuluh menit kemudian. Pergantian pemain itu membawa dinamika baru ke lini depan Los Blancos.
Kunci kemenangan terletak pada keputusan Mourinho memasukan Carlos Espi. Pemain sayap muda itu membayar kepercayaan pelatih dengan gol penentu di menit ke-90. Aksi dimulai dari penetrasi Kylian Mbappe ke kotak penalti yang sempat kehilangan kendali bola, namun Espi tangkap kesempatan kedua, melewati kiper Dmitrovic, dan menceploskan bola ke gawang kosong.
Kemenangan ini memberikan momentum psikologis penting bagi Madrid setelah pramusim yang penuh ketidakpastian. Tiga poin di kandang lawan lawan langsung seperti Espanyol — tim yang musim lalu menyulitkan banyak klub besar — menjadi modal kepercayaan diri untuk menghadapi jadwal padat bulan September mendatang.
Dari sisi Espanyol, kekalahan ini terasa pahit meski performa mereka layak mendapat apresiasi. Tim pelatih Manolo Gonzalez bermain kompak, menutup ruang dengan baik, dan berani konter. Calatrava Torrado, yang baru promosi dari tim cadangan, menunjukkan potensi besar dengan gol dan gerakan konstan mengganggu pertahanan Madrid sepanjang 90 menit.
Statistik pertandingan menunjukkan Madrid menguasai bola 63 persen dengan 18 tembakan, namun hanya 5 yang mengarah ke gawang. Efektivitas di menit-menit akhir menjadi pembeda. Espanyol justru lebih efisien dengan 7 tembakan dan 3 on target, tapi kekurangan keberuntungan dan konsentrasi di menit akhir mengkhianati mereka.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menawarkan narasi menarik soal manajemen skuad dan mentalitas juang. Mourinho, yang dikenal pragmatis, justru berani mengambil risiko dengan memasukan banyak pemain ofensif saat skor imbang. Keberanian itu dibayar mahal oleh Espanyol yang kelelahan di menit-menit penyelesaian.
Kedatangan Trent Alexander-Arnold dari Liverpool musim ini juga mulai menunjukkan warna. Bek kanan asal Inggris itu memberikan lebar di sayap dan menciptakan ruang bagi Mbappe dan Bellingham bergerak ke tengah. Sinergi barunya dengan Vinicius Junior — yang hari ini istirahat — akan jadi penentu kelancaran serangan Madrid ke depan.
Jadwal Madrid tidak akan memberinya waktu untuk bersemangat terlalu lama. Pekan depan mereka menghadapi Real Betis di Santiago Bernabeu, lalu mengunjungi Villarreal sebelum jeda internasional. Tiga laga awal ini akan jadi uji nyata apakah kemenangan dramatis di RCDE Stadium hanyalah keberuntungan, atau benar-benar tanda tim Mourinho siap merebut gelar.