Jakarta – Sebanyak 120 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas memadati Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, untuk mengikuti ajang perdana Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026. Acara ini menjadi wadah inklusif yang terbuka bagi siswa dari sekolah umum, sekolah luar biasa (SLB), hingga yayasan dan komunitas dari wilayah Jakarta maupun Bogor.
Ketua Panitia Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Mira Kusuma, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan utama untuk memberikan fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus dalam menyalurkan bakat atletik mereka. Kejuaraan ini dirancang sebagai sarana evaluasi hasil latihan rutin sekaligus ajang pembuktian kemampuan para peserta di lapangan secara kompetitif namun tetap menyenangkan.
Dalam penyelenggaraannya, para atlet muda ini berkompetisi pada nomor lari 25 meter, 50 meter, hingga 100 meter. Kompetisi dibagi ke dalam tiga kategori usia, yakni kelompok 13-16 tahun, 17-21 tahun, serta kategori dewasa untuk usia 22 tahun ke atas. Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten untuk terus memantau perkembangan fisik dan potensi para peserta.
Deputy Head London School Beyond Academy (LSBA), Erni Adi Astuti, menegaskan bahwa kolaborasi antara LSBA dan PT Petualang Berani Melangkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan potensi ABK. Menurut Erni, olahraga terbukti efektif dalam menyalurkan energi besar yang dimiliki anak-anak tersebut, sehingga membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat dan aktif secara fisik.
Lebih lanjut, Erni menyoroti bahwa kejuaraan ini berfungsi sebagai deteksi dini bagi orang tua dan pendamping dalam mengenali minat serta bakat anak di bidang olahraga. Seringkali orang tua mengalami kesulitan dalam memetakan potensi anak, dan ajang atletik ini diharapkan menjadi pemicu untuk melihat sejauh mana kemampuan atletik yang dimiliki oleh anak-anak tersebut.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat dan anak berkebutuhan khusus untuk terus terlibat aktif dalam olahraga atletik secara berkelanjutan di masa depan.