Timnas Indonesia mengusung komposisi pemain paling ideal dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala AFF 2026. Dengan rata-rata usia skuad 26,1 tahun, Garuda menempati urutan keenam dari sepuluh kontestan, namun menjadi salah satu tim dengan keseimbangan terbaik antara pengalaman dan vitalitas.
Jens Raven, penyerang Bali United yang baru berusia 20 tahun, menjadi termuda dalam skuad asuhan John Herdman. Sementara itu, bek tengah Jordi Amat yang kini berusia 34 tahun merupakan pemain paling senior. Kombinasi ini memberikan kedalaman skuad yang tidak terlalu hijau atau terlalu uzur.
Data tersebut kontras dengan partisipasi Indonesia di edisi-edisi sebelumnya. Pada Piala AFF 2024, Indonesia menjadi tim termuda setelah PSSI mengirim pemain U-23 yang disiapkan untuk SEA Games 2025. Begitu pula pada edisi 2022 dan 2020, di mana Shin Tae-yong lebih banyak menurunkan pemain belia. Kebijakan itu kerap membuat Piala AFF dianggap sebelah mata oleh publik.
Kini, pendekatan berbeda diambil. Skuad bertabur bintang dengan mayoritas pemain senior dan beberapa talenta muda seperti Raven diharapkan mampu mengakhiri puasa gelar Indonesia di ajang ini. Secara usia, persaingan terberat diprediksi datang dari Vietnam (rata-rata 27,3 tahun) dan Thailand (28,6 tahun) yang lebih senior.
Menariknya, data menunjukkan bahwa rata-rata usia 26-28 tahun kerap menjadi jendela emas performa pemain sepak bola. Pada rentang itu, pemain umumnya berada di puncak kebugaran fisik dan kematangan taktik. Indonesia berada tepat di kisaran tersebut, sementara Thailand yang paling senior justru bisa menjadi kelemahan jika turnamen berjalan padat.
Dari segi pengalaman, banyak pemain Indonesia yang sudah malang melintang di Liga 1 maupun luar negeri. Namun, tantangan terbesar adalah membangun kekompakan dalam waktu singkat. John Herdman hanya memiliki beberapa pekan untuk mematikan strategi sebelum turnamen digelar.
Di sisi lain, rival seperti Thailand dan Vietnam memiliki keunggulan dalam hal stabilitas skuad dan kesinambungan program. Thailand misalnya, sudah lama ditemani pelatih Masatada Ishii yang paham betul karakter sepak bola Asia Tenggara. Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dari sisi taktik dan chemistry tim.
Meski secara rata-rata usia menjanjikan, faktor non-teknis seperti mentalitas dan dukungan suporter juga akan krusial. Indonesia dikenal memiliki basis penggemar fanatik, namun tekanan tinggi sering kali membebani pemain di momen krusial. Kematangan emosi pemain senior diharapkan bisa menjadi peredam tekanan.
Data rata-rata usia kontestan menunjukkan Timor Leste dan Laos menjadi tim termuda (23,0 tahun), sementara Singapura dan Thailand tertua. Indonesia berada di tengah bersama Malaysia (26,5 tahun) dan Kamboja (25,8 tahun). Posisi ini memberikan keuntungan tersendiri karena Indonesia tidak terlalu lamban seperti tim tua, namun juga tidak naif seperti tim muda.
Kehadiran Jordi Amat sebagai pemain tertua bisa menjadi jangkar di lini belakang. Pengalamannya bermain di Eropa dan Asia menjadi aset berharga. Sementara itu, Jens Raven yang masih muda bisa menjadi senjata rahasia jika dimainkan sebagai pemain pengubah permainan.
Langkah selanjutnya bagi John Herdman adalah memastikan seluruh pemain dalam kondisi prima dan memahami sistem yang diinginkan. Uji coba terbatas jelang turnamen akan menjadi indikator sejauh mana skuad ini siap bersaing. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin gelar juara pertama Piala AFF akhirnya diraih.
Publik Indonesia tentu berharap banyak. Setelah sekian lama menjadikan Piala AFF sebagai ajang coba-coba pemain muda, kali ini keseriusan ditunjukkan dengan mengirim skuad terbaik. Tinggal bagaimana Garuda membuktikan diri di atas lapangan.