PSM Makassar mengklaim sanksi FIFA registration ban yang membayangi persiapan tim menghadapi Super League 2026/2027 akan segera berakhir. Media Officer klub, Sulaiman Abdul Karim, menegaskan bahwa kewajiban pembayaran yang menjadi dasar sanksi telah diselesaikan sepenuhnya, menyisakan hanya proses administrasi pelaporan pencabutan.
"Untuk FIFA ban, yang bisa kami sampaikan bahwa kami sudah melakukan pembayaran dan hanya tinggal masalah administrasi saja laporan tersebut tercabut," ujar Sulaiman di Makassar, Senin (31/8). Pernyataan ini memberikan kelegaan bagi tim Juku Eja yang sedang menyusun skuad untuk musim kompetisi baru.
Sanksi ini bermula dari perselisihan finansial yang melibatkan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, yang kemudian dilaporkan ke FIFA. Sebagai akibatnya, PSM dilarang mendaftarkan pemain baru selama tiga periode registrasi berturut-turut — sanksi yang berpotensi melumpuhkan rekrutmen dan perencanaan jangka panjang klub.
Hingga siang Senin (31/8), nama PSM masih tercatat dalam daftar resmi FIFA registration ban yang dipublikasikan di situs badan induk sepak bola dunia. Namun, manajemen yakin status ini akan berubah dalam waktu dekat mengingat bukti pembayaran sudah diserahkan dan proses verifikasi administratif sedang berlangsung.
Dalam konteks persiapan musim, PSM telah memperkenalkan 30 pemain yang siap berkompetisi di Liga 1. Komposisi skuad saat ini mencakup 10 pemain asing, masih satu slot di bawah kuota maksimal 11 pemain asing yang diizinkan regulasi liga. Sulaiman mengaku klub sedang menyelesaikan rekrutmen satu pemain asing penutup.
"Untuk 10 pemain asing itu insyaAllah pertandingan berikutnya kita sudah bisa lengkapi menjadi 11. Jadi kita full kan, kita maksimalkan kuota pemain asing menjadi 11," tuturnya. Namun, pemain asing ke-11 ini kemungkinan belum sempat terdaftar dan diturunkan untuk laga lawan Persib Bandung, mengingat proses pencabutan ban belum resmi selesai.
Sisi positif, manajemen menilai komposisi pemain lokal sudah memadai dan tidak memerlukan penambahan. Fokus rekrutmen difokuskan sepenuhnya pada pemenuhan slot asing terakhir. Strategi ini mencerminkan kepercayaan pada kerangka pemain dalam negeri yang dibangun beberapa musim terakhir.
Pencabutan ban ini krusial bukan hanya untuk rekrutmen sesaat, tapi juga untuk stabilitas jangka panjang. Tanpa sanksi ini, PSM bebas merencanakan transfer musim depan, memperpanjang kontrak pemain kunci, dan menarik calon rekrutan berkualitas tanpa stigma pembatasan administrasi.
Kasus PSM juga menjadi pengingat bagi klub Indonesia lain soal pentingnya manajemen keuangan yang bersih dan tertib administrasi kontrak. Sejumlah klub Liga 1 sebelumnya pernah mengalami nasib serupa, yang mengganggu persiapan musim dan merusak citra liga di mata internasional.
Jika pencabutan ban benar terealisasi minggu ini, PSM akan memasuki musim baru dengan beban mental yang lebih ringan. Tim bisa fokus pada aspek teknis dan taktis, termasuk integrasi pemain asing baru ke dalam sistem pelatih, tanpa bayangan ketidakpastian administratif.
Langkah selanjutnya yang dinantikan adalah konfirmasi resmi dari FIFA melalui update daftar registration ban. Begitu nama PSM tercoret, klub dapat segera mendaftarkan pemain asing ke-11 dan melanjutkan proses transfer normal. Bagi penggemar di Makassar, ini berarti harapan menjuarai gelar musim ini semakin realistis.