Sepakbola

Jay Idzes Cetak Kemenangan Perdana, Elkan Baggott Debut Pahit di Championship

Ringkasan

  • Beberapa pemain Timnas Indonesia di luar negeri mengalami nasib berlawanan di akhir pekan: Jay Idzes raih kemenangan pertama dengan Sassuolo, sementara Elkan Baggott debut dengan kekalahan telak 1-5 bersama Millwall.

Jay Idzes akhirnya menikmati manisnya tiga poin pertama bersama Sassuolo di musim 2026/2027. Kapten Timnas Indonesia tampil penuh 90 menit saat timnya mengalahkan Torino 2-1 di Stadio Olimpico Grande Torino, Sabtu (30/8) malam WIB. Kemenangan ini menghapus kesedihan laga pembuka di mana Sassuolo tumbang dari Atalanta dan Idzes hanya mengamati dari bangku cadangan.

Di sisi lain, debut Elkan Baggott di Championship justru berakhir pahit. Bek berusia 22 tahun itu hanya sempat beraksi 19 menit sebagai pengganti saat Millwall dihajar Southampton 1-5 di The Den. Kekalahan itu membuat The Dockers tertahan di posisi keenam klasemen setelah sebelumnya meraih dua kemenangan beruntun.

Calvin Verdonk mendapat kesempatan terbatas di Stade Pierre-Mauroy. Pemain sayap kiri itu diturunkan Davide Ancelotti di menit ke-80 menggantikan Hakon Arnar Haraldsson saat Lille menahan imbang PSG 2-2. Dalam sepuluh menit plus injury time, Verdonk hanya mencatat empat sentuhan bola dan satu duel dimenangkan menurut data FotMob.

Kevin Diks menunjukkan performa defensif yang solid meski Borussia Monchengladbach tumbang 0-3 di markas RB Leipzig. Wakil kapten Die Fohlen itu menuntaskan laga penuh dengan statistik mengesankan: dua tekel, empat sapuan, tiga halauan kepala, dan tak pernah kalah dalam duel satu lawan satu sepanjang 90 menit.

Nasib para pemain di Eredivisie terpecah antara manis dan pahit. Nathan Tjoe-A-On mencetak assist untuk Willem II Tilburg, namun timnya tetap gagal meraih poin penuh dalam tiga laga pertama musim ini. Justin Hubner mengalami nasib ironis: ia mencetak gol bunuh diri, namun Fortuna Sittard justru menang 3-2 di kandang FC Groningen.

Dean James kembali dipercaya sebagai bek kiri utama Go Ahead Eagles dan bermain 77 menit, tetapi timnya hancur 2-5 oleh AZ Alkmaar. Ole Romeny absen karena menjalani sanksi kartu merah dari laga sebelumnya, sementara Maarten Paes masih menunggu kesempatan debut di Ajax yang saat ini dipimpin Marc ter Stegen di bawah mistar.

Di Liga Belgia, Joey Pelupessy menjadi salah satu figur kunci Lommel SK. Gelandang berusia 33 tahun itu main penuh dan mencatat akurasi passing 85 persen saat timnya menundukkan Cercle Brugge 1-0. Kemenangan ini yang kedua bagi Lommel di Belgian Pro League musim ini.

Emil Audero terus mengisi bangku cadangan Como di Serie A. Kiper kelahiran Mataram itu belum mampu menggeser Jean Butez sebagai pilihan utama pelatih Cesc Fabregas. Kendati demikian, Como berhasil meraih kemenangan mulia 2-1 atas Napoli di Stadio Diego Armando Maradona.

Performa bervariasi ini mencerminkan realitas keras karir di liga-top Eropa. Idzes dan Pelupessy membuktikan konsistensi dengan waktu main penuh, sementara Verdonk, Audero, dan Paes harus bersabar menunggu kepercayaan pelatih. Baggott dan Hubner menghadapi tekanan adaptasi di level kompetisi yang lebih tinggi.

Bagi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, data akhir pekan ini menjadi bahan evaluasi krusial. Ketersediaan Idzes dan Pelupessy yang rutin main 90 menit memberikan fondasi fisik yang solid, namun kekhawatiran muncul dari minimnya menit bermain beberapa nama kunci lain menjelang jadwal FIFA Matchday mendatang.

Sassuolo akan menghadapi Juventus di pekan ke-3, ujian berat bagi Idzes untuk mempertahankan momentum. Millwall harus bangkit saat mengunjungi Coventry City, peluang Baggott untuk membalas kekecewaan debut. Sementara Lille akan bertemu Olympique Lyonnais, di mana Verdonk berharap mendapat porsi lebih besar.

Jelang jeda internasional September, form klub akan menentukan siapa yang dipanggil Kluivert. Para pemain yang rutin main seperti Idzes, Diks, dan Pelupessy hampir pasti masuk skuad, tapi nasib Baggott, Verdonk, dan Hubner akan bergantung pada perkembangan minggu depan.

Mengapa Ini Penting

Performa bervariasi para legioner ini langsung memengaruhi opsi taktis Patrick Kluivert menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026. Idzes dan Pelupessy yang rutin main 90 menit jadi aset berharga, sedangkan minimnya menit bermain Verdonk, Audero, dan Paes menciptakan dilema: memanggil pemain berbakat tapi kurang ritme, atau mempertahankan kemistri tim dengan pemain yang sedang 'hot' di klub. Debut pahit Baggott di Championship juga menegaskan lompatan level dari League One ke divisi kedua Inggris butuh adaptasi cepat — faktor yang bisa mempengaruhi kesiapannya untuk timnas.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
31 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit