Spanyol akan menghadapi tantangan Austria dalam laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Los Angeles Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (2/7). Pertandingan ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk melaju ke fase 16 besar, di mana pemenang laga ini sudah ditunggu oleh Portugal atau Kroasia.
Perjalanan Spanyol di turnamen ini sempat diwarnai catatan yang kurang konsisten. Setelah memulai laga dengan hasil imbang tanpa gol kontra Tanjung Verde, skuad asuhan Luis de la Fuente bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi dan kemenangan tipis namun krusial atas Uruguay. Meski sempat diragukan, pelatih Luis de la Fuente menegaskan bahwa timnya kini berada dalam tren positif dan siap menjawab ekspektasi tinggi publik Spanyol.
Di sisi lain, Austria tampil sebagai kuda hitam yang mengejutkan. Di bawah asuhan Ralf Rangnick, Austria berhasil menembus babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1954 setelah finis sebagai runner-up Grup J. Dengan catatan enam gol selama fase grup, Austria menunjukkan daya serang yang cukup tajam, meskipun Rangnick mengakui bahwa melawan Spanyol yang tak terkalahkan dalam 34 pertandingan terakhir akan menjadi ujian sesungguhnya bagi anak asuhnya.
Menghadapi laga ini, Luis de la Fuente menekankan pentingnya mentalitas juara. Ia menepis kekhawatiran mengenai beban ekspektasi yang tinggi, menyatakan bahwa tekanan tersebut justru menjadi motivasi bagi skuadnya untuk membuktikan kualitas mereka di panggung dunia. Spanyol bertekad untuk memperbaiki performa dan menunjukkan dominasi permainan yang selama ini menjadi identitas mereka.
Salah satu fokus utama dari strategi Ralf Rangnick adalah mematikan pergerakan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun tersebut telah menunjukkan performa menjanjikan meskipun sempat dibatasi menit bermainnya akibat cedera hamstring. Rangnick mengakui talenta luar biasa Yamal dan menjadikannya prioritas utama untuk diredam dalam skema pertahanan Austria agar tidak memberikan ruang bagi sang pemain untuk berkreasi.
Kedua pelatih menyadari bahwa pertandingan ini akan sangat menentukan langkah mereka menuju babak selanjutnya. Bagi Spanyol, ini adalah kesempatan untuk mengukuhkan status sebagai favorit juara, sementara bagi Austria, ini adalah momen bersejarah untuk mencatatkan prestasi monumental di pentas internasional setelah penantian panjang selama tujuh dekade.