Direktur Tour de France, Christian Prudhomme, secara tegas menyatakan bahwa pembalap asal Slovenia, Tadej Pogacar, merupakan kandidat terkuat untuk memenangkan ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang dimulainya perlombaan yang akan mengambil lokasi start di Barcelona pada hari Sabtu mendatang. Menurut Prudhomme, dominasi dan performa konsisten Pogacar menjadikannya favorit yang tak terbantahkan tanpa keraguan sedikit pun.
Pogacar sendiri saat ini tengah berupaya mencatatkan sejarah besar dalam karier profesionalnya. Sebagai pembalap yang telah dua kali menjuarai Tour de France, ia membidik gelar juara kelima yang akan menyamai rekor legendaris yang sebelumnya dipegang oleh nama-nama besar seperti Jacques Anquetil, Bernard Hinault, Eddy Merckx, dan Miguel Indurain. Ambisi ini menjadi sorotan utama dalam edisi tahun ini, mengingat prestasinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Namun, jalan menuju podium utama tidak akan mudah karena rival terberatnya, Jonas Vingegaard asal Denmark, dipastikan akan memberikan perlawanan sengit. Prudhomme menyoroti bahwa Vingegaard telah berhasil memulihkan kondisi fisiknya secara signifikan setelah mengalami kecelakaan fatal di Tour of the Basque Country pada tahun 2024. Meskipun Vingegaard tampil impresif dalam beberapa ajang pemanasan, Prudhomme mencatat bahwa dunia balap sepeda belum melihat duel langsung antara Vingegaard dan Pogacar di lintasan yang sebenarnya.
Selain persaingan papan atas, perhatian publik juga tertuju pada fenomena pembalap muda berbakat, Paul Seixas. Pembalap asal Prancis berusia 19 tahun ini dipastikan akan mencatatkan sejarah sebagai pembalap termuda yang memulai Tour de France sejak tahun 1937. Prudhomme memuji bakat luar biasa Seixas yang mendobrak stigma bahwa atlet balap sepeda biasanya baru mencapai puncak performa di usia yang lebih matang.
Kehadiran Seixas diharapkan dapat memberikan warna baru dan emosi tersendiri bagi jalannya perlombaan. Sang direktur berharap pembalap muda ini mampu menempati posisi setinggi mungkin dalam klasifikasi umum. Bagi Prudhomme, melihat pembalap Prancis berprestasi di ajang domestik mereka sendiri selalu menjadi impian yang membanggakan, sehingga ia memberikan dukungan penuh atas keberanian dan ambisi yang ditunjukkan oleh sang atlet muda tersebut.
Di sela-sela persiapan teknis, Prudhomme juga menepis rumor mengenai rencana pengunduran dirinya dari jabatan direktur yang telah ia pegang sejak tahun 2007. Menjelang edisi ke-20 yang dipimpinnya, ia menegaskan bahwa dirinya masih memiliki energi dan semangat yang besar untuk terus memajukan olahraga balap sepeda. Ia menyatakan tidak akan berhenti di tengah jalan, seraya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal masa depan Tour de France dengan dedikasi penuh.