Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, secara terbuka menyambut keputusan FIFA yang menangguhkan larangan bermain bagi penyerang andalan mereka, Folarin Balogun. Keputusan ini diambil menjelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia yang akan berlangsung di Seattle pada Senin mendatang. Pochettino menegaskan bahwa setiap individu yang menjunjung tinggi etika dan integritas olahraga seharusnya merayakan keputusan tersebut.
Sebelumnya, Balogun dijatuhi sanksi larangan bermain setelah menerima kartu merah pada babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina. Ia dikeluarkan dari lapangan setelah tayangan ulang video menunjukkan dirinya melakukan tekel keras terhadap pergelangan kaki Tarik Muharemovic. Pochettino merasa hukuman tersebut tidak adil, terutama karena timnya harus bermain dengan 10 orang selama 35 menit akibat insiden tersebut.
Keputusan FIFA untuk menangguhkan—namun tidak membatalkan—sanksi tersebut tergolong sangat jarang terjadi. Langkah ini dilaporkan diambil setelah adanya intervensi langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Hal ini pun memicu perdebatan, di mana pelatih Belgia, Rudi Garcia, secara sarkastik menyebut keputusan tersebut seperti lelucon April Mop.
Menanggapi kritik tersebut, Pochettino memahami posisi Garcia sebagai pelatih lawan, namun ia tetap bersikukuh bahwa keputusan itu merupakan langkah yang adil bagi sepak bola secara global. Pelatih asal Argentina ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses banding dan tidak ingin mencampuradukkan tekanan politik dengan keputusan teknis di lapangan hijau.
Meski kehadiran Balogun memberikan dorongan moral yang besar bagi tim, Pochettino menekankan bahwa kekuatan Amerika Serikat terletak pada kolektivitas 26 pemain yang ada. Ia tidak menjamin Balogun akan menjadi starter, karena strategi tim akan selalu mengedepankan kebutuhan kolektif di atas kepentingan individu. Balogun sendiri merupakan pencetak gol terbanyak bagi tim AS di turnamen kali ini.
Menghadapi Belgia yang dianggap sebagai salah satu tim terbaik dunia, Pochettino optimistis dengan dukungan penuh dari pendukung tuan rumah di Seattle. Laga ini dipandang sebagai momen krusial untuk mengangkat popularitas sepak bola di Amerika Serikat agar sejajar dengan cabang olahraga profesional lainnya. Baginya, melangkah ke perempat final akan menjadi catatan sejarah baru bagi perkembangan sepak bola di negara tersebut.