Olahraga

Pemkab Bandung Pastikan Stadion Si Jalak Harupat Siap Gelar Pembukaan Piala Presiden 2026, Laga Perdana Persib vs Arema

Pemkab Bandung Pastikan Stadion Si Jalak Harupat Siap Gelar Pembukaan Piala Presiden 2026, Laga Perdana Persib vs Arema

Ringkasan

  • Pemkab Bandung memastikan Stadion Si Jalak Harupat siap gelar pembukaan Piala Presiden 2026 pada 25 Juli mendatang dengan laga perdana Persib Bandung vs Arema FC.
  • Kesiapan mencakup perbaikan rumput, keamanan berlapis, hingga skenario VVIP untuk kehadiran Presiden Prabowo.

Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan kesiapan penuh Stadion Si Jalak Harupat untuk menyambut pembukaan turnamen pramusim bergengsi Piala Presiden 2026 yang dijadwalkan digulirkan mulai 25 Juli mendatang. Penetapan stadion berkapasitas 27.000 penonton ini sebagai tuan rumah laga pembuka diperkuat melalui serangkaian koordinasi intensif antara Pemkab Bandung, PSSI, Polresta Bandung, Polda Jawa Barat, hingga Kodim guna memastikan penyelenggaraan berlangsung aman, lancar, dan memenuhi standar internasional.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, Jumat (18/7/2026), mengungkapkan bahwa secara keseluruhan infrastruktur stadion sudah memenuhi syarat, meski pihaknya terus melakukan penyempurnaan pada sejumlah fasilitas pendukung. Fokus utama perbaikan saat ini mengarah pada kualitas rumput lapangan yang dinilai krusial untuk menunjang kelancaran permainan tingkat tinggi. "Secara keseluruhan sudah siap. Tapi nanti kalau ada kekurangan kami perbaiki. Kemarin ada yang harus dibenahi dari rumput, maka saat ini sedang diperbaiki rumputnya," ujar Dadang saat metrotvnews.com dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil pertemuan koordinasi dengan PSSI, Stadion Si Jalak Harupat dipastikan menjadi venue laga pembuka yang akan mempertemukan dua raksasa sepak bola Indonesia: Persib Bandung dan Arema FC. Pertemuan klasik ini, yang dikenal sebagai "Derby Nusantara" atau "Super El Clasico", diproyeksikan akan menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola baik di tribun maupun melalui siaran televisi serta streaming digital. Kehadiran dua klub dengan basis pendukung terbesar di Indonesia — Bobotoh dan Aremania — menjadikan laga ini bukan hanya sekadar pertandingan pramusim, melainkan pesta budaya sepak bola yang memerlukan pengamanan ekstra.

Soal keamanan, Pemkab Bandung telah mematangkan skenario pengamanan berlapis bersama Polresta Bandung, Polda Jawa Barat, dan Kodim. Rencana keamanan mencakup pengelolaan aliran penonton, pemeriksaan ketat di titik akses, penempatan personel di zona rawan, hingga protokol darurat. Khusus untuk kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Dadang mengaku belum menerima konfirmasi resmi dari Istana, namun pemerintah daerah telah menyiapkan skenario pengamanan khusus VVIP (Very Very Important Person) jika Kepala Negara hadir. "Saat ini belum ada konfirmasi. Biasanya H-4 ada informasi. Tapi yang jelas Stadion Si Jalak Harupat menjadi tuan rumah dan tempat pembukaan Piala Presiden tahun 2026," tegasnya.

Piala Presiden 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026, diikuti oleh delapan tim yang dibagi ke dalam dua grup. Grup A dihuni tuan rumah Persib Bandung, Arema FC, serta dua klub asing: Tampines Rovers dari Singapura dan DPMM FC dari Brunei Darussalam. Sementara Grup B diisi Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC dari Thailand. Format turnamen ini dirancang untuk memberikan uji coba berkualitas bagi klub-klub Liga 1 menjelang musim kompetisi resmi 2026/2027, sekaligus memperkuat diplomasi sepak bola antar negara ASEAN.

Sejarah Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue internasional tidak diragukan lagi. Stadion yang diresmikan pada 2018 dan pernah menjadi venue Piala Dunia U-17 FIFA 2023 serta Asian Games 2018, memiliki infrastruktur modern dengan standar FIFA: rumput hybrid, sistem drainase canggih, pencahayaan LED 1.400 lux, serta fasilitas media dan VIP yang memadai. Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 di sini memperkuat posisinya sebagai salah satu stadion andalan Indonesia di luar Gelora Bung Karno.

Secara ekonomi, penyelenggaraan turnamen ini diproyeksikan memberikan dampak multiplier signifikan bagi perekonomian lokal Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga UMKM kerajinan dan merchandise sepak bola diharapkan merasakan keuntungan selama dua minggu turnamen berlangsung. Pemkab Bandung juga mempersiapkan program promosi wisata bersepak bola (football tourism) untuk menarik kunjungan penggemar dari luar daerah.

Di sisi sportif, Piala Presiden 2026 menjadi momentum penting bagi Persib Bandung dan Arema FC untuk menguji rekrutan baru, sistem taktik pelatih, serta kebugaran fisik pemain sebelum Liga 1 bergulir. Bagi klub-klub lain seperti Persebaya, Persija, dan PSMS, turnamen ini menjadi ajang pembuktian dan penyesuaian. Partisipasi klub asing seperti Tampines Rovers, DPMM FC, dan Port FC menambah warna kompetitif dan memberikan pengalaman bermain internasional bagi pemain lokal tanpa perlu keluar negeri.

Mengapa Ini Penting

Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 di Si Jalak Harupat menegaskan komitmen Indonesia mengembangkan infrastruktur sepak bola berstandar internasional di luar ibu kota. Laga pembuka Persib vs Arema tidak hanya memicu ekonomi lokal melalui football tourism, tetapi juga menjadi uji coba logistik dan keamanan massal yang krusial mengingat sejarah rivalitas kedua basis pendukung terbesar ini. Suksesnya turnamen ini akan menjadi tolak ukur kesiapan Indonesia menggelar turnamen skala lebih besar di masa depan, sekaligus memperkuat posisi Liga 1 sebagai liga paling menarik di Asia Tenggara.

Sumber Asli
ANTARA News
Tanggal
10 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →